Bambang PS Brodojonegoro : “Multiplier effect Pariwisata Sungguh Luar Biasa”

Jakarta, 12 Maret 2018, pelakubisnis.com – Pelaksana Ketua Umum Pimpinan Pusata (PP) Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengatakan sektor pariwisata dapat menggerakkan ekonomi daerah. “Multiplier effect  pariwisata itu sungguh luar biasa,” kata Bambang dalam keterangannya, 11 maret 2018.

Menurutnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas ini, dampak itu baru akan terjadi kalau kita mau investasi di sektor pariwisata di daerah itu sendiri, apakah itu dari APBD maupun dengan cara mengundang kalangan swasta untuk berinvestasi. Hal tersebut dapat dilakukan pengurus ISEI di daerah-daerah, sebagaimana dikutip dari dari kompas.com.

Apalagi dalam situasi tekanan perekonomian global yang kurang kondusif. Dalam kondisi itu,  ISEI harus mengeluarkan atau memberikan rekomendasi pemikiran atau kebijakan khususnya terkait pariwisata. Namun kata Bambang, rekomendasi yang diberikan bukan pada aspek promosi pariwisata yang sebenarnya sudah banyak dilakukan Kementerian Pariwisata. Yang lebih penting dari itu adalah meningkatkan kesadaran dan memberikan pemahaman kepada daerah bahwa pariwisata itu penting karena dapat menggerakkan ekonomi daerah.

Bambang menambahkan, ada 307 Daerah Belum Punya Satgas Pengawal Investasi untuk memperkuat sumber devisa kita jangan berhenti pada ekspor barang. Tetapi juga harus lebih dikembangkan ke ekspor jasa. Di sini peran penting sektor pariwisata yang sebenarnya bisa menjadi sumber devisa dan juga memperkuat sumber devisa.

Namun demikian, dampak itu baru akan terjadi kalau kita mau investasi di sektor pariwisata di daerah itu sendiri, apakah itu dari APBD maupun dengan cara mengundang kalangan swasta untuk berinvestasi. Hal tersebut dapat dilakukan pengurus ISEI di daerah-daerah.

Oleh karena itu, upaya pemerintah daerah menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendatangkan investasi tidak hanya diarahkan untuk membangun kawasan industri atau mendatangkan pabrik-pabrik saja, tetapi sektor pariwisata juga penting untuk diprioritaskan. “Pariwisata merupakan kategori ekspor jasa karena akan menghasilkan devisa untuk Indonesia untuk bisa memperkuat rupiah secara permanen,” ujar Bambang.

Sejauh ini, lanjut Bambang lonjakan kunjungan turis ke Indonesia masih belum spektakuler seperti Jepang, karena sektor pariwisata Indonesia masih sangat bergantung pada Bali. Hal tersebut terjadi lantaran daerah lain kurang mengembangkan, serta kurang mempromosikan sektor pariwisata di daerahnya. “Oleh karena itu, untuk meningkatkan sektor pariwisata agar lebih meningkat lagi, saat ini pemerintah fokus membangun 10 destinasi wisata yang disebut sebagai Bali Baru,” tutur Bambang.

Dalam membangun 10 destinasi wisata Bali Baru tersebut, tentunya membutuhkan waktu untuk bisa mendatangkan kapitalisasi. Bambang mengajak pengurus ISEI di daerah bisa mendorong pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan ke sektor swasta.

Berdasarkan data Jumlah realisasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia tahun 2017 mencapai 14,04 juta kunjungan atau naik 21,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 11,52 juta kunjungan. Meskipun demikian, jumlah itu masih di bawah target junjungan wisman 2017 yang mencapai 15 juta orang. Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisata pada tahun 2019 mencapai 20 juta wisatawan mancanegara. Namun, angka kini masih berada di bawah Thailand yang mencapai 30 juta orang dan Malaysia yang sekitar 26 juta orang. [] yt