Detoksifikasi Ala ColdPress Indonesia

Disadari atau tidak,  kehidupan kita sehari-hari tak luput dari paparan racun yang merusak dalam dan luar tubuh.  Orang-orang di ‘zaman now’ semakin menyukai makanan yang sedap dan enak namun merusak tubuh. Tak jarang makanan-makanan yang kita makan sekarang ini banyak mengandung racun. Dari dalam rumah, kita memakan makanan yang sulit dicerna dan mengandung bahan pengawet, penyedap dan sebagainya. Belum lagi ketika keluar rumah kita menikmati udara yang tak lagi segar karena  kepulan asap knalpot kendaraan yang hilir mudik di depan mata dan tak bisa kita tolak.

Keluarnya keringat, buang air kecil dan buang air besar (BAB) saja tak cukup untuk membuang racun-racun tersebut. Tapi kita membutuhkan detoksifikasi  untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh. Seiring dengan kebutuhan itu, banyak muncul tren gaya hidup sehat melalui terapi detoks, salah satunya  dengan mengkonsumsi jus sayur dan buah-buahan  yang mengandung zat-zat penting .

Ada banyak cara yang bisa di lakukan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari seperti diet makanan sayur dan buah-buahan mentah yang dapat membantu usus dan hati mengeluarkan racun. Beberapa makanan yang dapat membantu tubuh melakukan detoksifikasi adalah bawang putih, lemon, kacang hijau, dan sayuran mentah.

Cara lainnya adalah disiplin terapi minum jus sayuran dan buah. Buatlah jus dengan campuran sayuran dan buah-buahan kesukaan Anda, terutama yang banyak mengandung serat dan vitamin.

Beberapa tahun terakhir muncul tren mengkonsumsi jus dengan cara mixing beberapa jenis sayuran dan buah yang dihasilkan dari proses ekstraksi sari buah dan sayuran dengan menggunakan juicer yang dikenal dengan teknik cold-pressed juicer atau masticating juicer. Perbedaan teknik ini terletak pada pisau atau ekstraktornya.

Sistem ini cukup unik, karena jika selama ini orang mengenal pembuatan jus dengan menggunakan blender atau juicer, pada jus jenis ini sari buah murni diambil dari buah utuh dengan menggunakan mesin khusus bernama cold-pressed (slow juicer). Sari buah cold-pressed juice didapatkan melalui pengolahan mesin juicer presshidrolik khusus bertekanan tinggi.

Dilansir dari laman Huffington Post, Mesin cold-pressed juice ini menghancurkan daging dan serat buah menjadi halus, kemudian ditekan (peras) dengan teknologi tinggi untuk memisahkan antara ampas buah dan sarinya. Proses pressure pada cold-pressed juice tidak menimbulkan panas. Sehingga nutrisi, vitamin, mineral, dan enzim yang ada di dalamnya tetap terjaga.

Sebetulnya, cold-pressed juice sudah dikenal sejak lama, tetapi mulai dipopulerkan para selebritas Hollywood seperti Kim Kardashian dan Gwyneth Paltrow sebelum tahun 2010. Di Indonesia, minuman sehat ini mulai diminati sejak 2011 berbarengan dengan munculnya katering diet.

Di Indonesia ada beberapa pemainnya yang berhasil melakukan penetrasi pasar, sebut saja Cold-Pressed dan ColdPress yang pertama kali dipopulerkan pengusaha muda Cindy Leo dan adiknya, Horlix Leo.

Tak percuma Cindy mengambil bidang studi  food science dan teknik mesin sewaktu kuliah di Sydney, Australia.  Selepas kuliah ia sempat belajar ke Amerika. Nah, di negeri Paman Sam ini ia melihat bahwa jus cold press sedang populer dan banyak selebriti yang menjadikannya daily routine. Sementara di Indonesia ia  belum melihat ada yang benar-benar fresh juice dengan proses cold press. Dari situlah ia  berpikir  menyediakan ColdPress untuk semua orang. “Karena harus  daily routine kalau membuat sendiri tentunya susah. Sayurnya harus banyak sekali dan pastinya memakan waktu lama membuatnya,” terang puteri sulung pengusaha asal Medan, Leo Zahar ini.

Bermodal di bawah Rp  100 juta, dengan tim berjumlah 3 orang termasuk dirinya, kini ColdPress menghasilkan keuntungan lebih dari Rp 100 juta per bulan dengan total pegawai sekarang ini lebih dari 20 orang.

Bisnis ColdPress semakain berkembang dan dipesan banyak konsumen di berbagai kota.   “Kami bisa kirim se-Indonesia asal di kota itu ada bandara. Banyak juga klien dari luar negeri dan saya juga enggak tahu mereka tahu dari mana. Ketika business trip di Jakarta, mereka pesan dan seringnya kami antar ke hotel. Pernah juga ekspat riat dari Singapura pesan untuk dibawa kembali ke negaranya, mau detoksifikasi di sana saja katanya,” papar Cindy yang mengklaim produknya tidak memakai pengawet.

Sederet aktifitas marketing ia luncurkan. Dari pendekatan ke social media seperti Instagram:ColdPressID,  di facebook juga melalui situsnya www.coldpress.co.id.   tetap melakukan aktifitas below the line seperti mengikuti pameran di mal-mal besar seperti SenayanCity & Pantai Indah Kapuk (PIK).

ColdPress juga sudah banyak dibahas di beberapa media yang mengusung positioning tentang gaya hidup seperti Majalah Women’s Health Indonesia dan www.honeycombers.com. Ia juga melakukan testimony dengan menggunakan artis-artis sebagai endorsernya. Sebut saja, Sandra Dewi, Kartika Dewi, ThomasDjorghi, Efranda, dan masih banyak lagi artis-artis ibukota.

Untuk melakukan terapi detoks ColdPress memang terbilang tidak murah. Untuk paket sehari detoks harganya mencapai  Rp570.000 ,-. Bahkan  ada yang  hampir mencapai Rp 3 juta. Kenapa mahal?  Cindy mengklaim selain proses juicing nya,  bahan-bahan sayuran dan buah yang dipakai juga 100% natural. Itu kenapa ColdPress terkesan harga jualnya lumayan tinggi.

Bila sebelumnya ia menjual produknya di tempat-tempat yang agak tematik seperti pusat kebugaran dan lokasi-lokasi yang lebih spesifik berorientasi pada kesehatan dan kebugaran, kini produknya berkembang lebih luas dan  sudah masuk ke ritel-ritel kelas atas seperti  Ranch Market. Pun, dari sini ia mulai mengembangkan produk-produk ColdPress yang awalnya menyasar segmen kelas atas dengan pendekatan terapi detoks yang alami dengan harga bandrol lebih dari Rp 500 ribu/paket (isi 5 botol jus sayuran dan buah), kini ia mulai membidik pasar agak ke  bawah dengan membuat ColdPress dengan harga terjangkau belasan ribu rupiah. [] Siti Ruslina