IdEA Gelar Kenduri e-UKM 2018

Jakarta 11 Maret 2018, PelakuBisnis.com—Setelah tahun lalu sukses di 11 kota di Indonesia, tahun ini Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA)  kembali menggelar Kenduri  e-UKM  yang bermakna, selamatan yang menjadi dasar terselenggaranya pelatihan atau workshop untuk UKM di 17 kota di tanah air, mulai dari kota Tasikmalaya pada 3 April 2018 dan berlanjut ke kota-kota lainnya seperti Tangerang, Lampung, Pekanbaru, Padang, Aceh, sampai ke Lombok.

Kendurian atau selamatan ini  bertujuan mempercepat pertumbuhan e-commerce di Indonesia sekaligus untuk mendengar  masukan dari pelaku bisnis UKM tentang kendala dan harapan yang bisa disuarakan idEA bersama stakeholder lainnya. Melalui wadah ini diharapkan para pelaku bisnis baik yang lama maupun yang baru berminat membangun usaha, akan mampu menghadapi era pasar bebas teknologi atau yang biasa kita sebut bisnis online.

Ketua Umum idEA Aulia E Marinto mengatakan, Kenduri e-UKM merupakan salah satu program idEA yang mempunyai visi menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis ekonomi digital melalui kemitraan dengan para partner di tanah air. Program ini diharapkan turut mewujudkan pertumbuhan e-commerce Indonesia. “Ekonomi berbasis elektronik bisa mempercepat perkembangan bisnis UKM karena mereka bisa menjalankan perdagangan offline maupun online. Ekonomi berbasis elektronik semakin berkembang di Indonesia. Potensi ekonominya luar biasa besar dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, Menurut Data eMarketer, transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp 25,1 triliun pada 2014 dan naik menjadi sekitar Rp 69,8 triliun pada 2016. Bahkan Aulia menyebut, angka tersebut terus naik ke level Rp 75 triliun hingga akhir 2016.

Sementara, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) , Bhima Yudistira, di  Harian Media Indonesia  akhir tahun lalu   menyampaikan prediksinya tentang  nilai transaksi e-commerce Indonesia yang ia yakini pada 2018 akan menembus nilai Rp100 triliun. “Nilai transaksi e-commerce itu diperkirakan tahun depan akan menembus Rp100 triliun. Ini berkaca dari 2016, yaitu Rp75 triliun dari data Bank Indonesia, kita memprediksikan akan dapat tumbuh sampai Rp100 triliun. Kalau 2017 sekitar Rp85 triliun,” jelas Bhima.

Kenduri  e-UKM merupakan cikal bakal idEA dalam menggelar Rembuk UKM Nasional yang membahas 3 isyu #DaruratUKM, yaitu suara semangat bagi bangsa untuk segera bangun dan mengejar ketertinggalan. Menggugah seluruh ekosistem e-commerce mulai dari Kementerian, Lembaga baik di pusat maupun  daerah, gubernur, bupati hingga walikota untuk mendengar suara dan inisiatif dari pelaku UKM yang disampaikan melalui komunitas, paguyuban juga asosiasi.

Program-program pemberdayaan e-UKM akan terus  digelar idEA di berbagai daerah di  Indonesia. “Diharapkan program Kenduri e-UKM ini dapat memberikan pembekalan, jaringan  baru, dan solusi untuk para pelaku UMKM untuk bertransformasi secara digital agar bisa berdagang secara online lebih cepat, aman, dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada pembelinya,” terang  Aulia E. Marinto.

Tahun lalu Kenduri e-UKM idea telah mengedukasi sekitar  2000 pelaku UMKM yang berasal dari sebelas provinsi di Indonesia. Bagaimana dengan tahun ini dengan jangkauan wilayah pelatihan lebih luas di 17 kota? Kita tunggu saja! []sr