Kemungkinan Hilangnya Dana Nasabah BRI Karena Skimming

Jakarta, 13 Maret 2018, pelakubisnis.com – Puluhan dana nasabah BRI Unit Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, hilang misterius. Rata-rata uang nasabah berkurang secara tib-tiba dengan variasi antara Rp 500.000, Rp 4 juta, bahkan ada juga yang mencapai Rp 10 juta. Pihak Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) segera mendalami masalah hilangnya dana milik belasan nasabah itu.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terhadap masalah tersebut apakah karena kesalahan nasabah sendiri atau ada unsur kelalaian bank. “Kalau terbukti bahwa bank-nya yang lalai atau salah, prinsipnya bank harus mengganti dana nasabah yang hilang,” ujar Heru saat berbincang dengan Kompas.com, Selasa (13/3/2018).

Dari pengecekan yang dilakukannya di bank, diketahui ada transaksi dua kali pada rekening seorng nasabah BRI, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Maret. Dia merasa janggal karena dua transaksi itu tidak dilakukannya. Ia sudah mengurus masalah ini di kantor BRI tempatnya membuka rekening. Oleh pihak bank, mereka disarankan menunggu beberapa hari untuk mengatasi masalah ini.

Sementara itu, pihak bank BRI Cabang Kediri sudah mendapat laporan tentang kejadian ini. Dugaan awal adalah adanya aktivitas skimming dan saat ini sudah ditangani oleh BRI pusat. “Dugaan sementara dan kemungkinan adalah skimming,” ujar kepala Cabang BRI Kediri Dadi Kusnadi.

Sementara Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto ketika dihubungi Tempo pada Senin, 12 Maret 2018 mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, diduga para nasabah merupakan korban pencurian dengan metode skimming. “Kami masih selidiki, diduga ada skimming, yakni penggandaan informasi atau data oleh pihak tertentu,” lanjutnya.

Diduga pelaku praktik skimming tersebut adalah bagian dari sindikat Internasional. “Indikasinya (pelaku) ada di luar negeri karena ada transaksi ke valuta asing,” kata Bambang menambahkan.

Akibat kejadian itu, puluhan nasabah BRI Unit Ngadiluwih, Kediri, ramai-ramai memblokir rekening mereka. Belasan nasabah melaporkan berkurangnya uang di rekening mereka meski tak melakukan penarikan.

BRI menyatakan telah mengganti kartu ATM 30 nasabah itu. BRI juga telah mengganti jumlah uang para nasabah yang habis dikuras oleh pihak tak bertanggung jawab tersebut. Saat ini, BRI tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut. “Pelaku belum ketahuan, masih diselidiki,” kata Bambang.

Karena kejadian itu, terjadi kepanikan di kantor Cabang Pembantu BRI Unit Ngadiluwih di Jalan Raya Ngadiluwih. Puluhan nasabah ramai-ramai mendatangi kantor bank untuk melakukan pengecekan saldo sekaligus pemblokiran rekening. “Baru mulai hari ini para nasabah melapor,” kata Kepala Kepolisian Sektor Ngadiluwih Ajun Komisaris Shokib Dimyati saat memimpin pengamanan di kantor BRI, Senin, 12 Maret 2018, sebagaimana dikutip dari tempo.co.

Beberapa nasabah baru mengetahui uangnya hilang setelah mendapat pesan notifikasi transaksi dari ponselnya. Padahal, para nasabah itu tidak melakukan transaksi tersebut. Atas hilangnya uang tersebut, pihak Bank BRI meminta nasabahnya tidak panik dan akan melakukan penggantian uang yang hilang itu, sebagaimna dikutp dari tribunnews.com [] yt