Pertamina Diberi Tenggat 20 April Membayar Bonus Tanda Tangan 8 Blok Terminasi

Jakarta, 17 April 2018, pelakubisnis.com – Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, 100% saham partisipasi dari delapan blok terminasi itu diserahkan kepada Pertamina terlebih dulu.  Pertamina diperbolehkan menggandeng mitra lama atau baru melalui mekanisme bisnis.

Blok migas yang terminasi pada tahun ini terdiri atas Blok Tuban, Ogan Komering, Sanga-sanga, Souteast Sumatra, Nort Sumatra Offshore, East Kalimantan, Attaka, dan Tengah. Komitmen pasti investasi dari delapan blok migas itu senilai US$556,45 juta.

Namun demikian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan tenggat sampai 20 April 2018 kepada PT Pertamina (Persero) untuk menyelesaikan bonus tanda tangan terhadap delapan minyak dan gas bumi yang terminasi pada 2018. “Pokoknya kalau dia sudah bayar signature bonus  dan memberikan komitmen pasti, kontrak delapan blok terminasi bakal langsung diteken. Tenggat pada 20 April 2018, saya sudah berikan surat resmi kepada Pertamina,” ujarnya, 17/4.

Pertengahan Maret lalu beredar surat Keputusan Menteri ESDM No. 2881/13/DJM.E/2018 yang ditujukkan kepada Kepala SKK Migas dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Surat tersebut berisi ketentuan transaksi kontrak baru delapan blok migas terminasi tersebut.

Ada pun total nilai bonus tanda tangan, berdasarkan Kepmen tersebut,  untuk delapan blok migas terminasi itu senilai US$28,5 juta. Pertamina sepenuhnya menerima delapan blok terminasi itu tapi harus menanggung  bonus tanda tangan tersebut.

Komitmen pasti dengan nilai paling tinggi berada di Blok Sanga-sanga US$237 juta, sedangkan nilai komitmen investasi paling rendah berada di Blok North Sumatra Offshore.

Menurut Djoko skema penetapan mitra dan saham partisipasi ditetapkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM. “Namun, di tengah jalan memang ada perubahan menjadi seperti ini, intinya biar cepat diteken kontrak delapan blok terminasi tersebut. Ke depan, ada peluang bisa berubah selama belum ada tanda tangan,” ujarnya.

Bila sampai tenggat yang ditetapkan, kata Djoko, Pertamina tidak membayar bonus tanda tangan dan komitmen pasti investasi, bisa jadi, delapan blok migas terminasi itu bisa batal diberikan kepada Pertamina. [ ] yt