PPh UKM akan Dipangkas Menjadi 0,5%

Jakarta, 11 April 2018, pelakubisnis.com –  Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu)  berjanji segera memberlakukan  pemotongan tarif pajak penghasilan (PPh) final Usaha Kecil Menengah (UKM) dari 1% menjadi 0,5%, Aturan  tersebut  tengah difinalisasikan.

Revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 46/2013 masih difinalisasikan. “Proses harmonisasinya sudah dilakukan di kantor Menteri koordinator bidang Perekonomian. Mudah-mudahan bisa segera selesai dan kami proses administriasinya,”  kata Kepala BKF Suahasil Nazara usai rapat mengenai insentif perpajakan di kantor Kemenko Perekonomian, beberapa hari lalu.

Menurut Suahasil dalam revisi PP 46/2013 yang mengatur tarif PPh final UKM, pemerintah tidak akan mengubah ambang batas (threshold) UKM saat ini sebesar Rp 4,8 miliar per tahun.

Lebih lanjut ditambahkan,  pemerintah ingin supaya aturan ini bisa diberlakukan secepatnya secara bertahap. Di bulan berikutnya, wajib pajak (WP) langsung bisa bayar sesuai dengan tariff  baru  secara berkala. “Misalnya nanti aturan berlaku bulan Mei, ya sesudah Mei sudah bisa pakai aturan ini. Ini kan untuk acuan pembayaran PPh bulanan,” ucapnya.

Pemotongan tarif ini, tambah Suahasil,  bukan dianggap sebagai potensi kehilangan  penerimaan negara. Hal ini dilakukan agar WP lebih mudah untuk patuh. “Bukan potensi loss. Kami berikan insentif pajak ini supaya masyarakat bisa makin taat pajak. Kalau dengan tarif lebih rendah, dari yang tadinya 1% jadi 0,5%, artinya lebih mudah untuk lapor karena bayar pajaknya lebih sedikit,” ujar Suahasil.

Namun demikian, ia tak menampik bahwa di tahun-tahun pertama kebijakan ini diterapkan akan ada efek pengurangnya  penerimaan pajak. Tapi hal tersebut tak akan merisaukan pemerintah.

Sementara itu,  Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Kemkeu Yon Arsal  mengatakan, efek dari penurunan tarif PPh UKM tidak akan terlalu banyak.  Seperti waktu pemerintah menaikkan Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) jadi Rp 54 juta per tahun.” Kami menunggu dari BKF soal besaran akhir penurunan tarif tersebut, jadi bisa dihitung,” ujarnya. [] yt