Mendag: Jaga Stabilitas Harga Bapok Hingga 2019

Bandung, 1 Juni 2018, pelakubisnis.com  – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan akan terus mengawal, memantau, dan memastikan harga barang kebutuhan pokok (bapok) stabil,  tidak hanya menjelang Lebaran 2018, tetapi hingga tahun 2019. Pernyataan ini disampaikan usai mengunjungi tiga pasar rakyat di Bandung, Jawa Barat, hari ini,  1/6. Ketiga pasar rakyat tersebut yaitu Pasar Baru, Pasar Astana Anyar, dan Pasar Kiara Condong.

“Harga bapok menjelang Lebaran 2018 dipastikan stabil dan terkendali. Stabilitas harga ini akan terus dijaga hingga tahun 2019 sesuai arahan Presiden Joko Widodo sehingga tidak ada gejolak saat pesta demokrasi berlangsung,” ungkap Enggartiasto.

Enggartiasto  mengatakan,  pantauan di tiga pasar tersebut menunjukkan harga bapok relatif stabil, bahkan cenderung turun.  Harga cabe merah keriting tercatat Rp30.000—Rp40.000/kg, bawang merah Rp25.000—Rp30.000/kg, cabe keriting merah Rp30.000—Rp40.000/kg, cabe merah besar Rp35.000—Rp40.000/kg, dan bawang putih Rp24.000—Rp25.000/kg. Sementara itu harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp10.800—Rp11.250/lt dan gula Rp 12.000/kg atau di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Harga daging sapi juga terpantau stabil karena pasokannya cukup. Masyarakat diberikan pilihan dengan adanya daging beku yang harganya berkisar antara sesuai dengan kualitas daging. Harga telur ayam juga turun secara signifikan sehingga saat ini harganya sudah kembali normal, yaitu Rp22.000 –  Rp23.000/kg. Penurunan harga telur ayam dikarenakan suplainya yang cukup.

Sementara itu, daging ayam yang sebelumnya mengalami fluktuasi harga hingga Rp42.00 – Rp44.000/kg, saat ini berangsur turun mencapai Rp34.000 – Rp35.000/kg.  Penurunan ini salah satunya dikarenakan adanya pasokan daging ayam beku yang beredar di pasar dengan harga Rp33.000/kg.

“Dengan adanya daging ayam beku di pasaran, maka masyarakat mendapatkan alternatif selain daging ayam segar. Kami akan terus memantau perkembangan harga ayam sehingga harganya bisa turun lagi,” jelas Enggartiasto.

Satgas pangan, PD Pasar, dinas, dan jajaran Kemendag akan terus memantau pasokan dan harga bapok setiap hari. “Tidak boleh ada gejolak pada H-7 menjelang Lebaran. Untuk itu, pantauan pasokan dan harga akan dilakukan setiap hari, tanpa libur. Selain itu, pasokan akan terus didorong sehingga jumlahnya cukup dan harga dapat terjaga. Jika pasokan tidak ada, Bulog siap untuk menyediakan pasokan sesuai kebutuhan,” tandasnya.

Dalam pantauan ke pasar rakyat, Enggartiasto juga mengungkapkan bahwa HET beras akan turun minggu depan. “Suplai beras saat ini sudah siap dan minggu depan HET beras akan diturunkan menjadi Rp8.900/kg. Penurunan HET beras merupakan upaya  pemerintah agar harga beras dapat lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelas Enggartiasto.

Enggartiasto menegaskan bahwa penurunan HET beras ini tidak akan merugikan petani dan pedagang. “Penurunan HET beras dipastikan akan menguntungkan konsumen dengan tidak merugikan petani dan pedagang. Pembelian gabah dan beras petani oleh Bulog tetap akan dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sedangkan pedagang juga masih akan tetap mendapatkan  keuntungan  dari  hasil penjualannya. Yang dikurangi adalah mata rantainya,” pungkas  Enggartiasto. [] yt