HOMEDEC 2018 Dorong Lahirkan Creativepreneur

Mengulang sukses tahun lalu, Home Design & Interior Exhibition (HOMEDEC), kembali menggelar pameran di ICE BSD City, Tangerang pada 6-9 September 2018. Kehadirannya ikut mendorong ekonomi kreatif Indonesia berlari lebih kencang. Tak heran bila Sekitar 75% penjualan booth, Sold Out!  

Home Design & Interior Exhibition (HOMEDEC), merupakan pameran home show yang mendorong ekonomi kreatif anak negeri berlari lebih kencang. Sejatinya kegiatan ini bisa lebih mengakomodir creativepreneur tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Seperti kita ketahui, sektor perumahan menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah di tahun 2018. Kebijakan ini boleh jadi menjadi pemicu membaiknya bisnis properti di tahun ini. Meskipun tahun ini digelar Pemilihan Kepala Daerah  (Pilkada) serentak di 171 daerah di Indonesia, ternyata tak mempengaruhi masyarakat Indonesia berinvestasi di sektor properti. Menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sektor yang paling diminati investor adalah perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

Disinyalir,  bisnis perumahan dan perkantoran akan menjanjikan di tahun ini. Bisnis ini mengalami pertumbuhan yang tinggi. Direktur Neraca Pengeluaran Badan Pusat Statistik (BPS), Puji Agus Kurniawan dalam satu kesempatan menyebutkan, salah satu pendorong naiknya bisnis properti adalah rendahnya suku bunga kredit perumahan yang diproyeksi terus terjadi di sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Asosiasi REI (Real Estate Indonesia), perkembangan investasi properti di Indonesia meningkat hingga 30 persen. REI memprediksi bahwa bisnis di bidang properti ini akan terus mengalami peningkatan bahkan hingga tahun 2018. Perkembangan investasi properti ini didorong adanya faktor LTV (Loan to Value) yang ada kaitannya dengan besaran DP (down payment) yang harus dibayarkan di awal pembelian properti. Bahkan, angka cicilan kedua dan ketiga juga turut mempengaruhi jumlah permintaan konsumen.

Berdasarkan Rumah.com,  Property Price Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 3-5% (y-o-y) pada akhir 2018, sementara Rumah.com Property Supply Index diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20% (y-o-y) pada akhir 2018.

Sementara di sisi permintaan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah membuat optimisme konsumen dalam membeli rumah pada 2018 masih tetap tinggi. Porsi permintaan terbesar akan datang dari rumah tipe menengah dengan harga di bawah Rp700 Juta.

Menurut pengamat properti yang juga pendiri Panangian School of Property, Panangian Simanungkalit, orientasi pengembang tahun ini mengarah kepada pembangunan produk properti yang bisa dijangkau oleh pasar generasi milenial. Apalagi segmen ini berpotensi untuk terus tumbuh hingga sepuluh tahun mendatang, sebagaimana dikutip dari propertyandthecity.com.

Berdasarkan fenomana tersebut, tren desain interior berbanding lurus dengan pertumbuhan bisnis propert. Di mana setelah konsumen membeli properti, maka langkah berikutnya menata interior rumah sesuai selerah.

Beberapa tahun  terakhir ini konsumen semakin dimanjakan dengan digelarnya sejumlah pameran desain interior. Salah satunya adalah pameran bertajuk  Home Design & Interior Exhibition (HOMEDEC). Pameran ini telah digelar selama empat tahun berturut-turut di Indonesia.

Sebelum digelar di Indonesia, HOMEDEC  hadir  di Kuala Lumpur, Malaysia,  sejak tahun 2003. Kurang lebih 16 tahun kiprah bisnis penyelenggaraan Home Show HOMEDEC di Malaysia dan kini menjadi pameran yang terkenal di industri dekorasi rumah.

Memposisikan diri sebagai pameran renovasi, redekorasi, dan rekondisi rumah, pameran ini memenuhi kebutuhan pemilik rumah dengan menyediakan solusi, tips, tren, ide, dan produk rumah, serta dipandang sebagai penentu tren untuk industri interior rumah, yang menyediakan solusi untuk rumah yang lebih baik. HOMEDEC Malaysia diadakan di Kuala Lumpur, Penang, Kota Kinabalu, dan Johor Bahru.

Sementara di Indonesia, HOMEDEC dikelola  PT Citra Inovasi Strategi Exhibition (CIS Exhibition). Perusahaan ini didirikan untuk mewujudkan tujuan strategis klien serta mengadakan pameran yang inovatif. CIS Exhibition memiliki kompetensi dan pengetahuan untuk memahami dan memenuhi tujuan klien, serta di saat yang sama, mempelajari praktik terbaik di industri terkait untuk memberikan pameran yang berkualitas serta berstandar internasional guna memaksimalkan investasi klien. “Tim ini juga didukung oleh C.I.S Network Sdn Bhd selaku partner kami, penyelenggara pameran di Malaysia dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dan ahli dalam pameran yang inovatif,”jelas R Arief Sofyan Rudiantoro, Exhibition & Conference Manager CIS Exhibition.

Sumber: pelakubisnis.com

Tak urung CIS Exhibition menggandeng Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), asosiasi profesi desainer interior di Indonesia. HDII juga telah menapakkan jejaknya di dunia internasional dengan menjadi anggota penuh APSDA (Asia Pasific Space Designers Association) pada tahun 1989, dan anggota penuh IFI (Interaction Federation of Interior Designers/Architects) tahun 1985.

Kemitraan strategis antara HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) DKI Jakarta dan CIS Exhibition telah melahirkan Co-Located Exhibition yaitu Indterior (Indonesia Interior Exhibition) dengan tema “Exuberant”  yang penyelenggaraannya serentak dengan pameran HOMEDEC 2018.

Dalam kegiatan Indterior, temanya akan terimplementasi dalam bentuk desain area pameran termasuk booth didalamnya yang akan memberikan pengalaman tersendiri serta kegembiraan bagi pengunjung yang hadir. Kegembiraan juga akan hadir bagi para peserta pameran dengan hadirnya “targeted visitor” selama empat hari pameran.

Event ini khusus didedikasikan untuk menghadirkan para buyers dan suppliers di tempat dan waktu bersamaan, sebuah platform  bagi produsen untuk memamerkan produk baru kepada target pembeli utama dan para professional terkait (desainer, arsitek dan pelaku kreatif lainnya) yang bergerak di sektor residensial dan komersial. Kesempatan terbaik  menampilkan merek diantara para pengambil keputusan utama di industri. Target audience Indterior adalah B to B (Business to Business) yang dihadiri para project owner, developer, kontraktor, arsitek, desainer interior dan profesional lainnya.

Sukses mengadakan pameran tahun lalu, HOMEDEC pionir pameran Home Show untuk segala kebutuhan rumah kembali akan mengadakan pameran ke-empat yang akan di selenggarakan pada tanggal 6-9 September 2018 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) BSD City – Tangerang. “For Better Home & Living” menjadi tema HOMEDEC tahun ini.

Pada pameran tahun lalu, misalnya,  HOMEDEC berhasil mencapai 22,700 pengunjung selama empat hari. Ada un karakteristik pengunjung adalah 73% kelas menengah ke atas yang didominasi oleh wilayah Jakarta & Tangerang.

Berdasarkan survey tahun lalu, 78% peserta pameran berhasil mencapai target kepuasan yang hendak dicapai. Sementara itu, 93% pengunjung tahun lalu akan datang kembali untuk mengunjungi HOMEDEC tahun ini. “Ini kesempatan kami di 2 tahun berturut-turut ada di event ini, kerjasama dengan HOMEDEC membantu kami melakukan selling out lebih banyak lagi di akhir kuartal ini” ujar Heru Handoko, Retail Manager Philips Home Lighting yang berpartisipasi pada pameran HOMEDEC sejak tahun 2016.

Sumber: twitter

Sukses HOMEDEC tahun lalu juga tak luput dari gencarnya pembangunan sektor properti di wilayah Jabodetabek baik dari perumahan, apartement, ruko, hotel, restaurant dan gedung-gedung lain-nya memicu naiknya demand akan kebutuhan produk interior & rancangan desain interior. Tidak dipungkiri bila saat ini permintaan jasa konsultan dan pembuatan desain interior tiap tahun menunjukkan progres kenaikan yang signifikan.

Ketua HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) DKI Jakarta, Nuaresta Edi Nugraha menyatakan “di era millenial ini interior hunian banyak bergeser, bukan sekedar memenuhi kebutuhan fisik tapi juga memenuhi dahaga jiwa. Dahaga akan kenyamanan, keindahan dan kepuasan batin. Dulu orang merenovasi karena sudah rusak, sekarang renovasi karena perlu suasana baru buat ‘mood booster’ ”.

Regional Business Development Manager penyelanggara pameran Homedec 2018, Linda Leoni  mengatakan target pengunjung umumnya didominasi oleh Homeowners yang berniat  merenovasi rumah, di mana karakteristik ini adalah buyers yang serius dan ‘berani’ mengeluarkan budget dalam mewujudkan hunian impian-nya. “Ini yang akan menjadi kesempatan baik bagi para peserta untuk mempromosikan produk dan desain terkini, meraih lebih banyak customer baru dan memaksimalkan penjualan di akhir kuartal, ” kata serius.

Menurut Arief Sofyan Rudiantoro, diantara para exhibitor HOMEDEC  ada perusahaan design interior yang hadir di acara ini dan pengunjung dapat berkonsultasi langsung selama pameran. “Pengunjung bisa langsung bertanya masalah interior dan mereka akan memberi solusi beserta budget yang diperlukan untuk sebuah interior rumah,” kata Arief serius.

HOMEDEC 2018  ditargetkan akan diikuti sekitar 350 peserta dengan luas area pameran 7000 – 7500 sqm. Dari jumlah peserta itu, kata Arief, ada space diperuntukkan untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) berukuran 2 x 3 qm dengan harga special,“Sampai saat ini sudah 75% space terjual,” ujarnya serius.

“Kami mengundang developer, kontraktor, eksterior, dimana sebagai sourcing product dapat bertemu dalam satu tempat yang sama. Event ini lebih mengarah ke project, makanya pameran ini lebih tepatnya semi B to B, di mana para professional dan yang mempunyai sourcing product  bisa ketemu di tempat yang sama,”paparnya.

Menurut Arief,  Indonesia merupakan pasar yang paling besar di kawasan Asean. Di lihat dari jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa. Dimana pertumbuhan kelas menengahnya terus meningkat. Saat ini ditafsir jumlah kelas menengah di Indonesia mencapai 40 juta jiwa. Angka itu terus meningkat, diprediksi bisa menembus angka 200 juta jiwa pada tahun 2045.

HOMEDEC merupakan pameran kreatif yang bisa mendorong ekonomi kreatif anak negeri untuk berlari lebih kencang. Dan sudah seharusnya pameran semacam  ini ikut mengakomodir creativepreneur tumbuh dan berkembang di Indonesia. [] Siti Ruslina