Nongkrong Sambil Ngopi, Ngopi Sambil Nobar

Kopi dan nonton bola seolah menjadi hal yang tak terpisahkan. Dari  angkringan  hingga kafe mewah kerap diserbu pengunjung di musim piala dunia. Minum kopi menjadi perekat kebersamaan lintas kultural. 

Warung kopi (warkop) memang “gak ade matinye”.  Ada warung bakso bernuansa anak muda yang dikemas dengan display yang ‘kekinian’.  Di tempat itu tertulis pengumuman berbunyi,”Nobar Piala Dunia Disini, Gratis Wifi”.  Namun sampai malam, warung bakso itu terlihat sepi. Uniknya, dalam radius sekitar 20 meter dari situ, terlihat warung kopi (warkop) dengan desain interior yang sederhana dan ruangan agak sempit, tapi ramai pengunjung lintas usia.  Sesekali terdengar teriakan keras , “Goooollll…”. Sangat menarik perhatian.

Ternyata di warkop itu ada nonton bareng (nobar) piala dunia. Lantas, kenapa warung bakso di sebelah sana sepi?  Jawabannya sederhana.  Di warkop itu, pengunjung bisa nonton piala dunia sambil ‘ngopi’. Menu makanan yang disajikan cukup sederhana, seperti mie instan, roti bakar dan bubur kacang hijau serta sedikit cemilan. Yang menjadi daya tariknya adalah, ada komunitas  yang membuat warkop itu ramai sorak-sorai dan menarik perhatian.

 Belakangan ini  ajakan minum kopi  dengan istilah ‘ngopi” semakin menggairahkan terlebih ketika demam ajakan ngopi  seorang anak kecil di Youtube yang berteriak, “ Woy…udah ngopppppi belom, diem-diem bae..ngopi pa ngopi..”  sangat viral di media sosial itu menjadi lelucon konyol yang jadi bahan perbincangan di masyarakat.

Namun rasanya kebiasaan ‘ngopi’ bukan karena viralnya video di Youtube itu. Tapi bagi orang Indonesia, kopi memang teman kongkow-kongkow dan alat pencair suasana.

Jurnal penelitian yang ditulis oleh Devvany Gumulya dan Stacia Helmi yang berjudul “Kajian Budaya Minum Kopi di Indonesia,” dan diterbitkan oleh Universitas Pelita Harapan menyebutkan bahwa  terdapat sebuah fakta menarik kenapa orang Indonesia sangat menyukai tradisi minum kopi.

Jurnal tersebut menyebutkan, awalnya tradisi ngopi di Indonesia dijadikan sebagai sarana media berkumpul dan bersosialisasi antar masyarakat. Budaya masyarakat Indonesia yang gemar kumpul-kumpul  dan bersosial di waktu senggang, kemudian menjadikan kopi sebagai minuman utama yang menemani obrolan mereka.

Kopi selalu hadir di  berbagai level masyarakat,  dari tempat tongkrongan warga, semacam angkringan  hingga di restoran mewah. Angkringan dengan kopinya dijadikan sebagai simbol kesederhanaan dan kesetaraan setiap warga. Sebab di angkringan siapa saja dan tema obrolan apa saja bisa disajikan tanpa harus menyinggung perbedaan ras, suku, golongan atau agama. Tak dapat dipungkiri bila kopi memang alat pemersatu bangsa.

Selingan menikmati secangkir kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam satu dekade terakhir. Alhasil coffee shop atau kafe selalu menjadi tempat favorit bagi sebagian masyarakat di tanah air.

Bukan hanya sebagai tempat bersantai dan berkumpul bersama sahabat, kehadiran coffee shop atau kafe juga menjadi titik temu bagi kolega kerja sekaligus rapat bisnis. Apalagi di jaman sekarang ini, nongkrong di kafe semakin menyenangkan dengan tersedianya koneksi wifi.

Warung kopi memang takkan pernah mati. Seiring perjalanan zaman, Kota Bogor, Jawa Barat, pun sekarang kian lengkap dengan kehadiran “Warkin” (Warung Kopi Masa Kini). Di sinilah tempat yang cukup ideal untuk ngopi seru sambil nonton bareng (nobar) pertandingan-pertandingan sepakbola.

Sesuai dengan namanya, Warkin, warung kekinian – semacam modernisasi menu masa silam sehingga menjadi seperti “barang-barang” baru. Kreativitasnya membuat ia tampil beda.

Interior ditata dari bahan serba kayu. Tak heran bila pengunjungnya selalu terlihat betah menikmati kopi panas maupun aneka minuman dingin yang tersaji di sana.

Meskipun kopi-kopi yang disajikan di sana memakai kopi instan, namun cara membuatnya sudah menggunakan alat seker layaknya minuman-minuman racikan di bar. Menu lain yang cukup menggugah selera adalah nasi tutug oncom dan sate jamur yang sungguh gurih namun bebas lemak, tanpa kolesterol.

Harganya pun sangat akrab dengan kantung kalangan mahasiswa. Dengan selembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati nasi tutug oncom plus telur dadar, sate jamur yang memiliki berbagai varian rasa – mulai dari yang original (berbumbu kacang) hingga model goreng tepung berbumbu barbeque.

Kafe dan sepak bola seolah menjadi hal yang tak terpisahkan. Mereka hadir, menyediakan tempat bagi para penggemar tim sepak bola untuk berteriak, beradu argumen, dan mendukung tim kesayangan.

 

Sumber: Berita Bogor

Beberapa tempat bahkan dijadikan sebagai “rumah” bagi para penggemar tim yang sama. Tak heran jika saat liga-liga terbaik dunia kembali bergulir, tempat-tempat berikut ini tidak pernah sepi pengunjung.

Tak hanya di warkop dan angkringan, promo nobar sambil ngopi ini juga  berlaku di kafe-kafe menengah atas. Berikut adalah daftar kafe asyik tempat nongkrong bareng sesuai klubnya. Seperti MU Bar di Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Tempat makan yang berlokasi di Sarinah Building ini dulu ditempati oleh MU Bar — Manchester United–, kafe yang menjadi tempat nongkrong favorit para penggemar tim yang dijuluki Setan Merah itu. Meski bukan lagi bernama MU Bar, tempat ini masih menjadi tempat berkumpul para pendukung MU. Ada tiga layar besar yang siap memanjakan ratusan pasang mata untuk menyaksikan pertandingan sepak bola tim kesayangan mereka.

Terdiri atas dua resto, Gokana Teppan dan Platinum. Tempat ini tidak hanya menyediakan tempat berkumpul yang nyaman bagi para penggemar M.U, tapi juga menyediakan makanan-makanan lezat seperti Combo Steak yang menjadi menu andalan Platinum, dan Tempura Hot Ramen yang menjadi menu andalan Gokana. Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.

Ada juga Warung Bang Hoody. Di warung makan ini menyediakan berbagai olahan daging kambing yang menjadi tempat favorit para penggemar tim Arsenal. Buka dari pukul lima sore hingga dua dini hari, warung makan ini menyajikan olahan masakan kambing dengan perpaduan cita rasa Eropa dan Asia.

Menu andalan yang patut dicoba yaitu kambing goreng susu samin dan kambing goreng gebug. Kambing goreng susu samin ini merupakan sajian berkuah. Daging kambing yang sudah dibumbui, dipresto sehingga menghasilkan daging yang empuk. Kemudian, digoreng untuk menghasilkan lapisan luar yang crispy. Harganya pun cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu pe porsinya.

Selain Warung Bang Hoody, para penggemar Arsenal juga kerap berkumpul di Sushi Miyabi dan Obe Kitchen yang terletak di Jalan Balap Sepeda, Rawamangun, untuk menyaksikan pertandingan sepak bola tim kesayangan mereka. Di tempat ini, para Gunners –panggilan untuk supporter Arsenal– dapat menyaksikan pertandingan sambil menikmati beragam masakan Jepang di Sushi Miyabi dan Iga bakar yang menjadi menu andalan Obe Kitchen. Ada banyak kafe dan resto lainnya yang mengumpulkan komunitas klub bola tertentu.

Dalam hal penyajiannya,  unsur subjektifitas boleh jadi  memang sangat kental. Namun sesungguhnya, rasa yang terlalu pahit atau yang terlalu datar semua itu disebabkan karena ekstraksi kopi yang dihasilkan. Jika biji kopi digiling dengan cara yang terlalu halus, maka rasa pahitnya akan sangat terasa. Sebaliknya jika rasa kopi terlalu datar, semua itu dikarenakan hasil penggilingannya yang kurang halus.

Di zaman sekarang, ngopi tak hanya dinikmati oleh mereka yang benar-benar penggila ‘ngopi’, tapi kopi ‘jaman now’ dikreasikan dalam bentuk sajian yang lebih bervarian. Misalnya muncul tren es kopi yang  melanda Ibu Kota Jakarta misalnya. Entah dari mana asal muasalnya, aneka kedai kopi yang menjajakan es kopi susu muncul bak cendawan di musim hujan.

Es kopi susu digandrungi banyak orang karena rasanya yang segar dan nikmat. Selain itu, es kopi juga dianggap sebagai pengenyah dahaga dan rasa kantuk di siang hari.

Es kopi susu yang kekinian ini menjadikan “Es kopi susu lokal yang merakyat & membumi” sebagai slogan andalannya. Kata ‘Sagaleh’ sendiri berasal dari bahasa Minang, yang berarti ‘segelas’. Ada Toko Kopi Tuku  yang terkenal akan rasa kopinya yang lezat. Begitu hits-nya, sampai Presiden RI Joko Widodo dan Iriana Jokowi  datang untuk mencicipi segelas kopi yang nikmat. Setelah kedatangan orang nomor satu di negeri ini, Kopi Tuku langsung kebanjiran pengunjung setiap harinya.

Gaya hidup masyarakat di zaman sekarang telah mengalami banyak  perkembangan. Jika dulu, masyarakat tidak terlalu mementingkan urusan penampilan dan gaya hidup, tapi kini, berbeda kondisinya. Gaya hidup, mulai jadi perhatian serius.  Gaya hidup, bukan lagi terbatas soal penampilan, aktivitas “nongkrong”  juga ikutan jadi kegiatan yang dilakukan anak muda maupun dewasa di suatu tempat untuk berkumpul dan melakukan kegiatan mengisi waktu luang.[]Siti Ruslina