Mendulang dana Dari Sponsorship Asian Games 2018

Perhelatan olahraga negara-negara Asia ini mampu menyedot banyak perhatian masyarakat dunia. Asumsi dasar penyiaran event itu, ditafsir akan ditonton 4 milyar penduduk dunia. Asumsi ini yang boleh jadi membuat panitia penyelenggara meraup dana besar dari sponsorship.

Panitia pelaksana perhelatan pesta Olahraga Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) boleh sedikit lega. Pasalnya, sampai tiga minggu menjelang penyelenggaraan Asian Games , pihak penyelenggara berhasil mengumpulkan dana dari sponsor mencapai Rp1.6 triliu,. Angka ini melampaui target awal yang ditetapkan panitia sebesar Rp1,1 triliun.

Namun demikian, Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) sepakat dalam sebuah pertemuan di Kantor Inasgoc, Senayan, Jakarta, untuk menambahkan sebuah pasal mengenai waktu pencairan dana sponsor tertuang dalam Host City Contract (HCC). Dalam kesepakatan terkini, Inasgoc kini bisa menggunakan dana yang ada lebih awal. Sebelumnya, Inasgoc hanya bisa memakai anggaran sehari setelah upacara pembukaan Asian Games 2018 yang digelar pada Agustus. Namun, dana sponsor nantinya tetap dibagi 50:50 sesuai kesepakatan awal.

Sementara menurut Wakil Direktur Departement Revenue Deputi II Inasgoc Cahyadi Wanda, nilai sebesar itu berbentuk dana cash, barter, maupun sumbangan. “Kalau di-value-kan semuanya, kami sudah mendapat Rp1,6 triliun,” kata Wakil Direktur Departement Revenue Deputi II Inasgoc Cahyadi Wanda baru-baru ini di Kuta, Bali, beberapa waktu lalu.

Bahkan, menurutnya akan ini akan meningkat lagi menjelang hari-hari terakhir penyelenggaraan Asian Games 2018. Dia mengungkapkan, saat ini sudah ada 43 perusahaan yang bergabung menjadi sponsor Asian Games 2018. Jumlah itu dipastikan bertambah hingga batas waktu akhir Juli ini. Asian Games 2018 digelar di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus-2 September.

Menurut Cahyadi, akan ada dua lagi dua perusahaan yang siap menjadi sponsor, yaitu satu dari BUMN dan satu lagi dari perusahaan swasta. “Ada beberapa permintaaan yang masih kita pertimbangkan sesuai dengan slot yang ada. Misalnya e-board untuk suatu lapangan kan terbatas berapa sponsor yang bisa dimuat. Nah, kita akan lihat kemungkinan sponsorship yang masih bisa disusulkan,” katanya sebagaimana yang dikutip dari harianjogja.com.

Boleh jadi kinerja panitia dalam mencari sponsor menjadi salah satu aspek yang cukup menggembirakan. Hal ini diungkapkan langsung oleh INASGOC sebagai pihak penyelenggara yang menyebut bahwa nominal yang kini telah diterima telah melampaui nilai yang dihimpun pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan. “Nilai sponsor yang saat ini kami terima Alhamdulillah telah mampu melampaui total penerimaan di Asian Games Incheon 2014 lalu,” ungkap Hasani Abdul Gani selaku Director Revenue INASGOC.

Menurut Ketua Pelaksana Asian games 2018, Erick Thohir, penandatangan kerjasama sponsorship secara berurutan menunjukan kepercayaan dan dukungan optimal dari kalangan badan usaha, baik nasional, swasta dan bisnis internasional terhadap kesuksesan Asian Games 2018. “Hal ini sudah pasti memotivasi dan memacu kami sebagai penyelenggara untuk bekerja lebih keras, cepat, efisien, dan akuntabel,” ujar Erick Thohir, Desember lalu.

Grab, misalnya, salah satu sponsor yang menyediakan layanan transportasi on-demand dan pembayaran mobile terdepan di Asia Tenggara, menyatakan partisipasi sebagai official mobile platform partner for transportation and F&B delivery di Asian Games 2018 merupakan kesempatan mendekatkan para pengguna dengan momen bersejarah yang hadir di Indonesia setelah 56 tahun.

“Kobaran semangat para atlet telah menginspirasi kami untuk memberikan pengalaman terbaik guna menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Grab akan memastikan partisipasi kami akan mendorong kelancaran perhelatan tersebut. Lebih dari sekedar jarak geografis, kami senang memiliki kesempatan untuk mendekatkan para pengguna dengan momen bersejarah ini dan menyatukan energi Asia melalui layanan kami yang tersebar luas di seluruh Indonesia,” ungkap Ridzki Kramadibrata, Managing Director, Grab Indonesia, sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Sedangkan, kiprah Danone Aqua di ajang olahraga empat tahunan ini ditujukan untuk memberikan dukungan kepada Asian Games 2018 sebagai bentuk implementasi dari misi untuk menyediakan hidrasi yang sehat kepada masyarakat yang lebih luas.

Terkait Indofood, perusahaan bahan makanan tersebut kini resmi menjadi official partner Asian Games 2018 yang juga akan ikut menggencarkan Asian Games melalui produk dan TV Commercial (TVC). Iklan tersebut mengangkat kisah perjuangan empat atlet, Liliyana Natsir (bulutangkis), Eko Yuli Irawan (angkat besi), Evan Dimas (sepakbola), dan Rony Syaifullah (pencak silat).

Mereka juga akan membuat desain mie instan edisi Asian Games, yang diharapkan bisa menambah gaung ajang itu. “Kami senang dan bangga bisa berpartisipasi pada ajang kompetisi olahraga terbesar di Asia. Kami percaya untuk menjadikan Indonesia bangsa yang unggul dan berprestasi dalam bidang apapun, diperlukan gizi yang baik. Indofood selama ini sudah konsisten memberikan dukungan kepada kegiatan olahraga seperti sepakbola, bulutangkis, hingga lari,” kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, sebagaimana dikutip dari detik.com.

Tak tanggung-tanggung, Indofood memutuskan untuk memilih paket sponsorship senilai US$ 10 juta pada Asian Games 2018. Dengan demikian, Asian Games berhak memperoleh keistimewaan sebagai Official Partner. Sebelumnya, Indofood resmi mensponsori tujuh klub sepak bola di Indonesia pada musim liga tahun ini. Ketujuh klub tersebut adalah Persib, Bali United, PSMS Medan, PSIS Semarang, PSS Sleman, Arema, dan Celebest.

Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penyelenggaraan Asian Games 2018 membutuhkan banyak sponsor. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri mengandalkan APBN. Ia mengajak berbagai perusahaan ikut terlibat mendukung acara olahraga ini. Dukungan yang diberikan, kata dia, akan mendapat timbal balik yang besar pula.

“Nanti juga perusahaan sponsor itu menjadi terkenal dan dilihat oleh empat miliar orang di Asian Games ini. Sehingga apa yang anda sumbangkan itu bukan hanya dipakai INASGOC, tapi akan mendapat dukungan dari penonton seluruh dunia, khususnya Asia,” kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018, sebagaimana dikutip dari tempo.co.

Ini sinergi win-win. Bila  beriklan di televisi mungkin yang nonton jutaan, tapi Asian Games ini publikasinya hingga miliaran yang akan nonton. “Asumsi dasar untuk aspek penyiaran ada sekitar 4 miliar penonton, di mana di China akan live selama 12 jam, di Indonesia tentu sudah pasti. Jadi produk Anda akan mengglobal dan akan dilihat di seluruh benua Asia,” tambah Jusuf Kalla.

JK pun menyebut bahwa sudah semestinha para perusahaan ternama ikut berpartisipasi dalam menyokong Asian Games 2018, mengingat ajang ini tak hanya soal prestasi olahraga tapi juga menghadirkan kebanggaan sebagai sebuah bangsa, sebagaimana dikutip dari viva.co.id.

“Sebab setiap ajang olahraga besar akan mendorong sinergi yang memberikan dampak finansial secara nasional, sehingga bisa dicapainya prestasi yang baik,” jelas JK.

Dukungan sponsor Asian Games 2018 membantu membantu memperkecil beban pemerintah. Biaya gelaran akbar ini awalnya mencapai Rp 8 triliun. Pemerintah mencoba menekan hingga angkanya hanya Rp 5 triliun. Dengan bantuan sponsor, anggaran Asian Games kini mencapai Rp 6 triliun. “Saya ingin menyampaikan terima kasih karena tanpa kalian semua Asian Games ini tidak akan berjalan lancar, mengingat ini pertarungan prestasi dan prestige,” katanya.

Di sisi lain, pihan INASGOC terus mensosialisasikan dampak buruk ambush marketing pada ajang olahraga multi event se-Asia. Direktur Revenue Inasgoc Hasani Abdulgani dalam seminar Anti Ambush Marketing mengatakan, hal tersebut merugikan brand yang menjadi sponsor resmi Asian Games 2018, sebagaimana dikutip dari republika.co.id.

Ambush marketing merupakan istilah kepada perusahaan atau merk yang mencoba mengaitkan diri dengan sebuah event atau persona tanpa perusahan atau merek itu melakukan pembayaran dan mendapatkan hak sponsorship dari event atau persona tersebut. Ia menegaskan, Inasgoc terus berupaya mensosialisasikan ancaman tersebut kepada media agar dapat membantu menyebar edukasi ini kepada masyarakat.

“Hal seperti inilah yang tengah dan akan dihadapai Inasgoc. Untuk itu kami terus mengupayakan pencegahan dan sosialisasi sebagai upaya anti-ambush marketing,” kata Hasani kepad wartawan minggu keempat Maret lalu.

Pasalnya event-evemt olahraga skala internasional sering digunakan para produsen merek-merek internasional untuk meningkatkan citra merek. Ketika Yonex menjadi salah satu sponsor utama di Piala Thomas Badminton Championship, mereka segera mendapatkan nama merek mereka disebutkan di hampir setiap pertandingan. logo mereka dapat ditemukan di setiap spanduk tunggal dan mereka memperoleh pengakuan internasional yang berlangsung bertahun-tahun. Thomas Cup hanya dapat dilakukan selama beberapa minggu tapi kesan Yonex dibuat di mata publik meluas di luar itu. Ini adalah kesan-kesan abadi bahwa perusahaan-perusahaan merek olahraga menemukan momentum sangat berharga

Program sponsorship olahraga  biasanya menargetkan demografis tertentu, sesuai dengan nama produk atau merek mereka ingin mengekspos ke publik. Inilah sebabnya mengapa banyak produsen percaya bahwa acara yang disponsori itu harus memenuhi ceruk target mereka sendiri. Misalnya, Nike mempromosikan produk yang melayani demografis yang lebih muda, itu mungkin bukan ide yang baik bagi mereka untuk mensponsori atlet yang lebih tua yang target pasar mereka tidak bisa berhubungan dengannya. Sebaliknya, mereka mungkin akan mendapatkan hasil yang lebih baik dengan mensponsori atlet yang termasuk dalam kelompok usia target niche mereka. Kelompok sasaran yang berbeda perlu dicapai dengan cara yang berbeda, sebagaimana dikutip dari isopanhutagalung.wordpress.com.

Masih dalam sumber yang sama, umumnya, sponsor olahraga bertujuan untuk menciptakan eksposur yang optimal dari sebuah perusahaan merek olahraga dan mengirim pesan mereka kepada pelanggan potensial secara efektif. Pendekatan yang tepat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap sen yang mereka keluarkan untuk sponsor akan membawa lebih dari pendapatan yang cukup dari sekedar impas. Dengan mengetahui target pasar mereka, sebuah perusahaan merek olahraga dapat mencapai lebih dari sekedar ketenaran dan pengakuan. Mereka juga dapat mempertahankan reputasi mereka sebagai merek olahraga pemenang yang sering dikaitkan dengan acara olahraga bergengsi. Itu sendiri tak ternilai harganya.

Untuk mengukur dampak dari pemberian sponsor olahraga secara komprehensif, perusahaan dapat meningkatkan return on investment (ROI) dari aktivitas ini hingga 30%. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam mengelola sponsor olahraga secara efektif adalah menentukan sasaran yang jelas pada produk-produknya, target demografis, dan tahapan mana dalam awareness, interest, desire, dan action (AIDA) yang ingin dicapai.

Kemudian, perusahaan perlu mengukur pelaksanaan dari aktivitas sponsor olahraga dengan ukuran yang komprehensif dan tepat. Terdapat beberapa ukuran dalam mengukur efektivitas aktivitas ini. Pertama adalah cost per reach. Manajer pemasaran perlu mengevaluasi jumlah orang yang terpapar dengan pemberian sponsor ini. Jangkauan ini perlu dilakukan pada berbagai media yang memungkinkan audien target menerima pesan yang kita harapkan, lihat artikel Menjadi Sponsor Olahraga, oleh Alberto Hanani, Founder dan Managing Partner Beda & Company, sebagaimana dikutip dari nasional.sindonews.com.

Masih dari sumber yang sama, pemberian sponsor olahraga akan semakin efektif jika dibarengi dengan aktivasi yang mengarahkan konsumen langsung kepada pembelian. Mengadakan acara terkait maupun mendirikan stan-stan yang memungkinkan penjualan langsung adalah bentuk yang paling sederhana. Aktivasi merek dan produk yang terkait pemberian sponsor semacam ini juga akan meningkatkan kesadaran (awareness ) konsumen pada produk.

Asian Games 2018 dinilai mampu membangun membangun brand awareness bagi merek-merek yang memanfaatkan momentum itu secara kreatif dan terintegrasi dari serangkaian marketing mix lainnya dijalnkan. [] yt/sr