Berburu Oleh-Oleh Haji dan Umrah di Tanah Abang

Pasar Tanah Abang tidak hanya terkenal sebagai pusat grosir textile dan produk textile di Asia Tenggara, tapi juga pusat penjualan oleh-oleh haji dan umrah. Berbagai pernak-pernik khas Arab dan Timur tengah tersedia di sini. Tinggal disesuaikan dengan kocek anda!

Peluang bisnis oleh-oleh haji dan umrah memang  tidak ada matinya. Sepanjang tahun permintaan akan hal itu terus berdatang. Apalagai menjelang musim haji. Permintaan akan kurma, kacang Arab, kismis, topi haji dan pernik-pernik asal Arab Saudi akan meningkat.

Pasalnya, para calon jemaah haji jauh hari sudah mempersiapkan membeli oleh-oleh khas Arab Saudi atau Timur Tengah sejak dini. Mereka tak ingin disibukkan dengan membeli oleh-oleh ketika berada di Tanah Suci. Toh, apa yang dijual di sana — semuanya ada di tanah air. Langkah praktis ini diambil agar mereka tak direpotkan membawa sejumlah barang ketika menjelang kepulangan ke tanah air.

Sementara quota haji asal Indonesia musim haji tahun 2018 ini mencapai 221.000 jemaah. Bila satu jemaah haji menghabiskan dana Rp 2 juta untuk membeli oleh-oleh, maka dana yang tersedot untuk membeli oleh oleh mencapai Rp 442.000.000.000. Dari jumlah itu, bila dibelanjakan oleh-oleh haji di tanah air sebesar sebesar 50%, maka dana yang beredar di tanah air mencapai Rp 221.000.000.000. Ini suatu angka yang tak kecil.

Padahal empat tahun yang lalu menurut catatan Kepala Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arab Saudi, Ibrahim Batarji, memperkirakan seluruh jamaah haji tahun itu  bakal menghabiskan uang kurang lebih 2,2 miliar riyal (Rp 7,2 triliun) hanya untuk membeli oleh-oleh.

Bila dihitung 10% alokasi belanja oleh-oleh itu dikeluarkan dari jemaah asal Indonesia, maka ditafsir sekitar Rp 700,2 milyar dana Jemaah haji Indonesia yang dikeluarkan untuk membeli oleh-oleh. Angka itu dihitung berdasarkan persentase sekitar 10% jemaah haji dunia berasal dari Indonesia.

Berdasarkan data Pemerintah Saudi melalui Pusat Komunikasi Internasional merilis data penyelenggaraan Haji 2018. Total jemaah haji dari seluruh dunia yang datang ke Tanah Suci tercatat 2.371.675 orang. Angka itu terdiri dari 612.953 jemaah Saudi dan 1.758.711 jemaah non-Saudi. Untuk kategori jenis kelamin, terdiri dari 1.327.127 jemaah laki-laki dan 1.044.548 jemaah perempuan. Demikian rilis yang diterima Media Center Haji (MCH), Ahad (26/8).

Jemaah haji yang berasal dari Gulf Cooperation Council (GCC) atau negara di kawasan Teluk sebanyak 34.140 orang, negara-negara Arab 395.410, Afrika 166.083 orang, Eropa 88.601, Amerika dan Australia 24.992 serta Asia (termasuk Indonesia) 1.049.496 orang. Indonesia sendiri pada tahun ini mengirimkan 203.351 jemaah.

Sumber: Backpackerumroh.com

Berdasarkan angka tersebut, sekitar 10% jemaah haji dunia tahun ini berasal dari Indonesia. Umumnya Jemaah haji Indonesia tak ketinggalan membeli oleh-oleh dari sana. Namun demikian, karena keterbatasan quota barang yang boleh dibawa melalui bagasi pesawat yang ditumpanginya ketika pulang ke tanah, maka tak mungkin membawa oleh-oleh dalam jumlah yang besar. Itu sebab, sebagian oleh-oleh jemaah haji di beli di tanah air.

Seberapa banyak seorang jamaah belanja tergantung pada kondisi ekonomi dan gaya hidupnya sewaktu di negara asalnya,” kata Batarji seperti dikutip laman Saudigazette, Jumat, 10 Oktober 2014. Mayoritas jemaah selama ini lebih banyak membelanjakan oleh-oleh berbentuk tasbih, sajadah, busana dan perhiasan.

Dan seusai musim haji, mulai dibuka keran jemaah untuk menunaikan ibadah umrah. Karena keterbatasan quota haji, menyebabkan daftar tunggu haji regular saat ini bisa mencapai 20 sampai 30 tahun. Sedangkankan saat ini daftar tunggu haji plus bisa mencapai empat sampai lima tahun.

Karena faktor ini, peminat ibadah umrah di Indonesia terus meningkat. Diperkirakan tahun depan jemaah umrah bisa mencapai 1 juta lebih. Musim umrah tahun ini saja mencapai 980.000-an jemaah. Artinya bisa ditaksir,  tiap bulan rata-rata jemaah umrah asal Indonesia mencapai 98.000 orang.

Melihat tren jemaah umrah yang terus meningkat tersebut, bisnis oleh-oleh haji dan umrah di tanah air akan terus menggeliat. Di Jakarta, misalnya, ada beberapa tempat sebagai pusat penjualan oleh-oleh haji dan umrah. Sebut saja di Thamrin City dan sekitar Tanah Abang. Anda dapat menemukan sejumlah sejumlah oleh-oleh haji dan umrah di sana.

Keberadaan pusat oleh-oleh haji dan umrah itu mendorong potensi bisnis itu semakin berkembang. Di tempat itu mudah dicari berbagai produk oleh-oleh jadi. Dari mulai mukena, sajadah, sarung, kopiah, baju gamis, kurma, tasbih, bahkan air zam-zam pun tersedia di situ. Konsumen tingga menentukan jenis dan produk sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Dari mulai penjualan ecara sampai penjualan grosir pun dilayani.

Pengunjung yang datang membeli kebutuhan perlengkapan sholat dan kebutuhan lainnya di Lantai 3A TM Thamrin City, yang khusus tempat pedagang oleh-oleh haji dan umrah. “Selama ini kebutuhan warga Jakarta dan sekitarnya untuk menjalankan ibadah bulan Ramadhan bisa diperoleh di kawasan khusus Pusat Oleh-Oleh Haji dan Umrah ThamrinCity,” ujar Adi Adnyana selaku General Manager Operasional TM Thamrin City Jakarta.

Perkembangan bisnis oleh-oleh haji meningkat hingga 70 persen di musim haji dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Perkembangan dalam dua tahun terakhir pun mengalami peningkatan cukup signifikan. Biasanya pelanggan yang datang sebelum musim haji  membeli kelengkapan haji, seperti ihram, kerudung, sandal dan kelengkapan lainnya. Sementara saat musim haji, pelanggan biasanya mencari makanan seperti kurma, kacang, juga air zam-zam.

Peningkatan bisnis di luar musim haji karena jamaah kini lebih memilih untuk umrah. Ini membuat bisnis oleh-oleh bukan lagi bisnis musiman. Hal tersebut juga yang membuatnya tetap bertahan karena bisnis oleh-oleh haji menjanjikan. “Kalau menurut para pelanggan, mereka terlalu lama menunggu antrean haji sehingga memilih umrah dulu, selain itu umrah juga cepat berangkat,” ujar seorang ibu asal Tanjung Priuk, Jakarta Utara ketika ditemui pelakubisnis.com beberapa waktu lalu.

Oleh-oleh Haji dan Umroh di Tanah Abang, Sumber: umroh.travel

Berbagai jenis produk oleh-oleh haji yang kerap diserbu masyarakat di Tanah Abang dan Thamrin City adalah adalah kurma, kacang Arab, sejadah, tasbih dan air zam-zam. Biasanya mereka membeli dalam jumlah yang besar untuk jenis produk-produk tertentu, seperti mukena, heejab dan sajadah.

Produk-produk jenis ini harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli  di Arab Saudi. Pasalnya, Tanah Abang sudah terkenal sebagai pasar grosir textile dan produk textile terbesar di Asia Tenggara. Harga jualnya bila lebih “miring”, apalagi membelinya minimal satu kodi (20 pc), sehingga dikenakan harga grosir.

Selain pusat grosir textile dan produk textile, di Tanah Abang juga banyak menjual oleh-oleh haji, seperti kurma dan lain-lain. Banyak jenis kurma yang ditawarkan. Tak kurang Jenis kurma di sini ada lebih dari 13 macam, satu pedagang bisa menawarkan lima hingga 11 jenis kurma. Beberapa pedagang memilih jenis kurma yang favorit, tetapi ada juga kurma yang terbilang langka.

Soal harga, tentu beragam, bahkan berbeda tempat pedagang Anda akan mendapatkan harga yang berbeda pula. Satu kilogram kurma mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 350.000. Para pedagang kurma di Tanah Abang mayoritas menyediakan jenis kurma tunisia, jenis ini ada yang kering atau disebut juga kurma ‘tangkai’ tunisia, yang dijual Rp 80.000-100.000 per kilogram.

Selain  itu, ada jenis utama yang menawarkan kurma khalas Rp 60.000, kurma medjool atau disebut kurma california Rp 180.000, kurma madu Iran Rp 80.000, kurma madu Mesir Rp 40.000 sampai Rp 50.000, kurma Khanaizi Rp 90.000, juga kurma naghal Rp 50.000 per kilogram. Jenis yang spesial ada kurma nabi, itu kurma ajwa namanya, sama kurma sukhari yang sulit ada itu waktu tertentu aja. Harga keduanya dijual Rp 300.000 hingga Rp 350.000 untuk kurma ajwa per kilogamnya, dan Rp 150.000 sampai Rp 100.000 untuk kurma sukhari per kilogramnya.

Selain kurma, yang juga diburu mereka yang baru pulang haji dan umrah adalah peci atau kopiah. Pengguna kopiah untuk menutupi bagian kepala dan ujung rambut agar kelihatan rapi  saat menjalankan sholat. Biasanya mereka memilih kopiah berbahan benang kait dengan bahan yang adem saat dipakai di kepala.

Tak hanya itu, kacang Arab pun diserbu pembeli, sebagai salah satu oleh-oleh khas dari Arab Saudi. Kacang Arab jenis futsuk mempunyai keunggulan rasa yang gurih dan manis. Harga kacang Arab berkisr Rp 50-an ribu per-kg. Kacang Arab ini mempunyuai banyak manfaat jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Dengan kandungan folat dan sejumlah vitamin di dalamnya, mengkonsumsi kadang Arab selama masa kehamilan sangat baik bagi perkembangan janin. Kondisi janin pun akan tetap sehat dan memiliki resiko lebih rendah mengalami kondisi yang tidak diinginkan.

Kacang Arab memiliki kandungan zat besi yang turut berperan dalam menghasilkan sel-sel darah merah, sehingga ibu hamil akan terhindar dari anemia dan banyak lagi manfaat dari kacang Arab untuk kesehatan.

Dan yang tak kalah diminati masyarakat sebagai oleh-oleh haji dan umrah adalah beberapa jenis kosmetik, seperti celak pensil, parfum dan lipstick jenis hare.

Tapi jangan kaget, oleh-oleh haji dan umrah yang dijual di Tanah Abang atau di Arab Saudi sekalipun tidak seluruhnya buatan Arab Saudi atau negara-negara Timur Tengah. Tak sedikit barang-barang, seperti dari tasbih, sajadah, sarung, kopiah hingga pernak-pernik lainnya berasal dari China, India dan Turki.

Berdasarkan hasil penelusuran pelakubisnis.com di Tanah Abang dan Thamrin City, banyak dijumpai barang-barang jenis itu buatan China. Tarnyata harga jual barang-barang buatan China bisa lebih murah 30% dibandingkan buatan negara-negara Timur Tengah. Dan memang diakui dari segi kualitas barang-barang buatan China kalah dibandingkan barang-barang buatan Arab, Turki dan negara-negara Timur tengah Lainnya. [] Siti Ruslina