Gurita Bisnis Alibaba Sampai ke Indonesia

Jack Ma jadi fenomenal di lini bisnis e-commerce  seantero dunia. Kepak bisnisnya sampai kesini. Ia juga didapuk menjadi advisor steering committee tentang peta jalan e-commerce di Indonesia. Bagaimana ia menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia?

Orang terkaya nomor satu di Tiongkok ini tampil di atas panggung akbar penutupan Asian Games ke-18 pada 2 September lalu, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Dimulai dengan munculnya gadis mandarin yang tervisualisasi dengan keindahan setiap sudut kota Hangzhou, Tiongkok. Gadis itu terus bergerak ke setiap sisi pemandangan kota yang terkenal dengan keindahan danau dan kuilnya ini. Hingga tampil gadis kecil berwajah oriental bernyanyi   duduk di tengah bunga teratai. Bunga teratai yang diduduki penyanyi cilik tersebut terpancar melalui teknologi tiga dimensi, menimbulkan efek bunga itu melayang-layang dari kejauhan.

Sementara di panggung yang sama, para penari berbaju tradisional pun tampil dengan memikat, melenggak-lenggok berpadu irama musik. Pertunjukan tari dan musik tradisional itu dibalut nuansa kontemporer. Sepertinya sang kreator ingin menggambarkan  refleksi keindahan alam kota Hangzhou, Tiongkok, masuk ke dalam pentas itu.

Jack Ma, Founder Alibaba Group, Sumber: Senayanpost

Dari belakang para penari yang berjejer sangat rapih muncul sosok lak-laki paruh bayah yang menggunakan pakaian cheongsam panjang, didampingi gadis kecil berwajah oriental melangkah di depan panggung yang didampingi sejumlah penarik. Kedua tangannya melambai-lambai di hadapan 50-an ribu penonton sambil berkata, “Hangzhou, kota kelahiran saya, tempat yang indah,” kata Jack Ma diiringi sambutan tepuk tangan meriah penonton.

Jack Ma hadir sebagai perwakilan China yang akan menjadi penyelenggara Asian Games 2022 di Hangzhou. Jack Ma merupakan anak asli kelahiran Hangzhou. Rasa cintanya pada kota kelahirannya itu boleh jadi yang  memutuskan  ia membangun kantor pusat Alibaba di sana. Alibaba merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang e-commerce dan juga teknologi.

Sementara Asian Games 2022 akan menjadi kali ketiga bagi China menjadi tuan rumah setelah sebelumnya di Beijing pada 1990 dan 2010 di Guangzhou. Tak lupa, Jack Ma pun mengajak seluruh penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk hadir di Asian Games 2022. “Saya menanti ada di Hangzhou 2022,” kata pria berusia 53 tahun itu.

Jack Ma yang nama aslinya Ma Yun ini lahir pada 10 September 1963. Ia berasal dari keluarga musisi dan pencerita di Hangzhou, Tiongkok. Kehadirannya di Jakarta terkait pelaksanaan Asian Games selanjutnya tahun 2022 yang akan digelar di Hangzhou, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Pengusaha asal China daratan yang masuk daftar 10 orang terkaya versi majalah Forbes itu tiba di Indonesia sejak Jumat, 31 Agustus lalu. Ia sempat menonton pertandingan final sepak bola putri Asian Games 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

Sehari sebelum penutupan Asian Games, Jack Ma bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, di Istana Bogor.“Jack Ma datang ke Indonesia untuk besok mengikuti penutupan Asian Games karena Tahun 2022 tuan rumah Asian Games adalah Hangzhou, kota di mana Alibaba atau Jack Ma tinggal,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara usai mendampingi Presiden menerima kelompok bisnis Alibaba di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, awal September lalu.

Pada kesempatan ini, lanjut Menkominfo, juga dimanfaatkan pertemuan dengan Jack Ma karena kapasitasnya yang sekaligus sebagai Advisor dari steering committee tentang peta jalan e-commerce di Indonesia. “Ada beberapa tadi yang mengemuka dalam pembahasan tersebut, yang pertama adalah masalah talent, sumber daya manusia (SDM),” ujar Rudiantara.

Mengenai SDM, tambah Rudiantara,  bagaimana untuk melakukan edukasi kepada masyarakat. “Tadi kami usulkan juga untuk membuat semacam Jack Ma Institut di Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.

“Karena bagi Jack Ma bisnis bukan sebagai nomor satu lagi tapi, bagaimana kita memanfaatkan pemikiran-pemikiran Jack Ma sebagai guru dan beliau sebagai investor dengan steering committee kebutuhan talent,” ujar Menkominfo.

Dengan demikian, menurut Menkominfo, banyak yang dapat dipelajari bagaimana mengembangkan bisnis yang seimbang dengan menjaga ekosistem. “Tahun ini kita sudah kirim 27 orang kalau tidak salah ke kampus Jack Ma,” ujar Menkominfo seraya menyampaikan pengiriman tersebut agar dapat belajar pengelolaan start up yang kuat dan ramah terhadap lingkungan atau ekosistem.

Seusai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Jack Ma bertemu dengan para menteri di bidang ekonomi pada Minggu Malam, 2 September lalu. Dalam pertemuan tertutup, Jack Ma memberikan sejumlah saran dan masukan untuk peta jalan e-commerce Indonesia. Para menteri yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto.

Sumber: Viva

Selain itu, turut hadir Kepala Badan Ekonomi kreatif Triawan Munaf, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OKJ) Wimboh Santoso, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Hubungan Internasional dan Investasi, Shinta Widjaja Kamdani dan pihak terkait lainnya.

Kisah jack Ma menjadi advisor Steering Committee dimulai atas penawaran Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengundang Jack Ma, pendiri sekaligus CEO e-commerce terbesar di China, Alibaba Group untuk menjadi penasihat pembangunan industri e-commerce di Indonesia, dua tahun yang lalu. “Saya mengusulkan kepada Jack Ma untuk menjadi advisor dari Steering Committee implementasi petajalan (roadmap) e-commerce Indonesia,” terang Rudiantara September 2016.

“Saya juga sedang mengusahakan tokoh internasional lain yang mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk juga menjadi advisor Steering Committee. Yang lainnya, yang relevan dengan Digital Economy,” imbuhnya pada saat itu.

Jack Ma pun menanggapi positif ajakan tersebut. Kesediaan Jack Ma menjadi salah satu penasihat pembangunan peta jalan e-commerce Indonesia diumumkan melalui kicauan di akun Twitter resmi Alibaba Group. “Dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke markas Alibaba pada 2 September 2016 lalu, Ma menerima tawaran untuk menjadi penasihat ekonomi pemerintah Indonesia,”  kicau akun tersebut.

Menurut  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Lembong  banyak perusahaan multinasional tertarik menanamkan investasi di sektor e-commerce di Indonesia. Sebut saja Alibaba Group Holding Ltd asal China telah menyuntikkan US$ 3 miliar ke Indonesia. Sebanyak US$ 2 miliar  dialirkan ke market place Lazada, sedangkan sisanya US$1 miliar disalurkan ke Tokopedia.

Bahkan, Alibaba melipat-gandakan investasinya di Lazada dengan meningkatkan bagiannya dari 51 persen menjadi 83 persen. Dan dalam upaya untuk memonopoli pasar, mereka juga “menancapkan kukunya” di Tokopedia, yang bisa dikatakan sebagai salah satu kompetitor terbesar Lazada di Indonesia.

Langkah Alibaba mencerminkan upaya raksasa e-commerce Negeri Tirai Bambu tersebut dalam melakukan ekspansi ke Asia Tenggara. “Dengan berinvestasi di Lazada, Alibaba memperoleh platform dengan basis konsumen yang besar dan terus tumbuh di luar China,” sebut Presiden Alibaba Michael Evans dalam sebuah pernyataan tertulis.

Pasar e-commerce Asia Tenggara dinilai mempunyai pertumbuhan  business to customer (B2C) yang sangat cepat. Menurut penelitian “The Oportunity of  Indonesia” yang digagas Temasek dan Google, pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat seiring dengan tingginya pengguna internet.

Diperkirakan pada 2025 mendatang, akan ada 119 juta orang yang beralih menjadi pembeli online di Indonesia. Maka dari itu, tak heran banyak sekali raksasa e-commerce di dunia yang tertarik pasar Asia Tenggara. Ada pun beberapa perusahaan, diantaranya Alibaba.

Melansir dari Forbes, salah satu pendiri Alibaba, Lucy Peng mengatakan, “kami merasa sangat percaya diri untuk menggandakan investasi di Asia Tenggara. Lazada memiliki sepak terjang yang baik dalam tahap pengembangan internet di kawasan ini. Dan kami sangat antusias dengan peluang pertumbuhan yang luar biasa”. Dengan tambahan investasi terbaru pada Maret 2018 ini, tercatat Alibaba sudah memberikan investasi sekitar 4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 55 triliun ke Lazada, sebagaimana dikutip dari idntimes.com.

Lila-liku Jack Man dalam membangun  kerajaan bisnisnya memang sangat fantastik. From zero to hero, mungkin hanya ungkapan itu yang tepat disematkan untuk Jack Ma karena hanya butuh waktu semalam, ia ditasbihkan menjadi orang terkaya nomor satu di China atau negeri tirai bambu.

Rekam jejak perjalanan hidupnya tak “terindah” apa yang kita bayangkan. Sebagai seorang miliarder, ternyata Jack Ma dilahirkan dari keluarga ekonomi lemah. Dia dilahirkan di daerah Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China. Orangtuanya seorang pemusik dan pendongeng tradisional. Ayahnya hanya mendapatkan tunjangan pensiunan bulanan  sekitar Rp 500.000,- untuk menghidupi keluargannya.

Penghasilan orangtua yang pas-pasan itu, membuat Jack Ma kecil harus bekerja keras membantu orangtua. Saat umur 12 tahun, Jack Ma sudah tertarik untuk belajar bahasa Inggris, selama delapan tahun masa kecilnya dihabiskan sebagai pemandu wisata di sebuah hotel di dekat Danau Hangzhou, sekitar 160 kilometer dari Shanghai. Waktu itu China baru mulai membuka diri dan mulai banyak turis yang datang ke China. Hal inilah yang membantu dia lebih terbuka pemikirannya dibandingkan teman-teman seumurnya.

Tak kurang delapan tahun bergaul dengan banyak turis asing, membuat terjadi perubahan cara pandang dalam menjalankan hidup. Ia lebih berpikir secarab global dibandingkan kebanyakan penduduk China lainnya pada masa itu. Apa yang diceritakan para turis sangat berbeda dengan semua yang dipelajarai selama di bangku sekolah.

Kisah Jack Ma ditolak di setiap sekolah, tempat dia ingin belajar, tak membuatnya patah arang. Bahkan sejak sekolah dasar, dia sudah menerima penolakan karena ujian matematikanya yang tak begitu baik. Tapi Ma bertahan dan melaluinya. Sejak usia 12 hingga 20 tahun, dia mengendarai sepedanya selama 40 menit ke hotel di mana dia dapat belajar bahasa Inggris.

Jack Ma mencoba  mendaftar di beberapa universitas. Sayangnya  Jack Ma tidak lolos dalam ujian saringan masuk. Singkat cerita Jack Ma masuk kuliah ke Hangzhou Teacher’s Institute (sekarang disebut Hangzhou Normal University) jurusan Bahasa Inggris dan lulus pada tahun 1988.  Pada saat di kampus, Jack Ma berhasil menjadi pimpinan mahasiswa. Setelah lulus kuliah,  jack Ma menjadi salah satu pengajar bahasa Inggris dan Perdagangan Internasional di Hangzhou Dianzi University. Kemudian  Jack Ma mendaftar masuk kuliah master di Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) di Beijing. Beliau berhasil lulus pada tahun 2006.

Sebelum menjadi guru bahasa Inggris, dia pernah mendaftar berpuluh-puluh kali pekerjaan namun ditolak bahkan waktu itu ia mencoba mendaftar menjadi karyawan KFC, dari 27 orang pendaftar hanya dialah orang satu-satunya yang tidak diterima. Ia melamar di 30 perusahaan namun semua menolaknya, kemudian ia berubah haluan menjadi seorang guru bahasa Inggris karena selain fasih bahasa Mandarin ia fasih berbahasa Inggris dengan gaji sekitar $12 hingga $15 per bulannya.

Ia juga pernah kandas menjadi polisi. ”Kegagalan menjadi bagian perjalanan hidup saya,” katanya. Jack mengajar dan membuka kursus bahasa Inggris di Hangzhou. Para murid senang dengan cara Jack mengajar. Semasa kuliah, ia memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sebagai pemandu gratis bagi turis. Dengan sepeda, ia menghampiri hotel yang ramai turis untuk mempraktikkan ilmunya. Dari peran ini, Jack memiliki sahabat pena yang kesulitan melafalkan nama Ma Yun sehingga kemudian memanggilnya ”Jack”. Itulah awalnya mengapa sampai kini Ma Yun  lebih dikenal sebagai Jack Ma di seantero bisnis dunia.

Kemampuan bahasa Inggris memberi Jack kesempatan berkunjung ke Amerika Serikat di tahun 1995. Ketika itu, ia diminta menjelajahi dunia lewat internet yang baru muncul. ”Tidak, tidak, tidak,” katanya, karena komputer barang mahal dan dia tak paham. Jack tetap diyakinkan untuk mencoba.

Di Amerika Serikat, Jack Ma menemukan mimpinya. Ia sempat berkunjung ke Sillicon Valley, melihat banyak mobil lalu-lalang dan bangunan super mewah. Di situlah ia menemukan semangat juangnya untuk menjadi pria sukses.

”Pertama kali, saya mencari bir. Saya menemukan produk bir dari sejumlah negara, tetapi tak satu pun asal Tiongkok.” Dia pun terinspirasi membuatkan situs berisi informasi produk-produk buatan Tiongkok. Kembali ke Tiongkok, Jack bekerja di kementerian luar negeri dengan menawarkan jasa pemasaran produk Tiongkok lewat internet. Bukan tipe pegawai negeri dengan birokrasi berbelit-belit, ia mundur dari pemerintahan.

Bermodalkan uang sebesar US$ 20.000, Jack Ma dan istri mulai menjalankan perusahaan di bidang internet. Perusahaan mereka membantu perusahaan-perusahaan untuk membuat website. Jack Ma menamakan bisnisnya China Yellow Pages. Dalam waktu tiga tahun, perusahaanya berhasil mencetak keuantungan sebesar 5.000.000 Yuan China (setara dengan US$ 800.000).

Pada tahun 1998 sampai dengan 1999, perusahaan Jack Ma bekerjasama dengan perusahaan The China International Electronic Commerce Center, departemen Perdagangan dan Ekonomi. Karena ketidak cocokan, pada tahun 1999 Jack Ma berhenti dan kembali ke Hangzhou. Pada saat itu, Jack Ma bersama tim mendirikan Alibaba. Website Alibaba adalah sebuah marketplace B2B (business to business) di China. Jack Ma mulai mendirikan Alibaba dengan modal sebesar 500.000 Yuan China.

Pada Oktober 1999 sampai dengan Januari 2000, Alibaba berhasil mendapatkan dua kali pendanaan dari luar negeri sebesar US$ 25 juta. Uang hasil pendanaan ini digunakan untuk melakukan perbaikan e-commerce domestik dan membangun platform e-commerce untuk perusahaan UMKM.

Hal ini bertujuan untuk menghadapi tantangan era perdagangan terbuka oleh WTO (World Trade Organization). Sejak tahun 2003, Jack Ma terus mengembangkan Alibaba dengan mendirikan Taobao Marketplace, Alipay, Ali Mama and Lynx. After the rapid rise of Taobao, eBay offered to purchase the company. Keberhasilan Jack Ma juga tidak lepas dari tangan pendiri Yahoo bernama Jerry Yang. Menurut berita, Jerry menginvestasikan dana sebesar US$1 milliar ke Alibaba.

Nama Alibaba sendiri  didapat saat ia sedang berada di sebuah kedai kopi di San Fransisco untuk berpikir tentang nama perusahaannya. Nama itu mudah dikenal orang, maka Jack Ma berpikir nama Alibaba. Jack Ma menanyakan nama Alibaba kepada pelayan kedai kopi tersebut.

“Apa yang kamu ketahui tentang Alibaba?,” Tanya Jack Ma kepada pelayan kopi tersebut.

Pelayan tersebut menjawab “Alibaba dan 40 pencuri”. Jack Ma bertanya kembali kepada beberapa orang mengenai nama Alibaba dan semua orang menjawab tahun tentang Alibaba. Dari situlah, Jack Ma memberi nama perusahaannya Alibaba, karena mudah disebut, mudah diingat dan telah diketahui secara global.

Banyak sahabat Jack yang mengatakan bahwa Jack  seorang periang dan punya banyak sahabat. Istrinya, dulu sahabat di kampus, Zhang Ying, turut mendukung. Jaringan dan persahabatan membuatnya meraih dukungan mewujudkan ide perdagangan virtual. Tak mudah pada awalnya, Alibaba tak menghasilkan uang di tiga tahun pertama.

Sementara Microsoft semakin serius melirik pasar China. Mereka menggandeng raja situs perdagangan (e-commerce) di China, Alibaba.com untuk mendongkrak mesin pencari Microsoft, Bing. Ini adalah langkah penting Microsoft untuk mengejar ketertinggalan mereka dari Google dan Baidu dalam perang mesing pencari internet di pasar Cina. Google dan Baidu adalah duo raja mesin pencari di negeri itu.

Langkah kerjasama ini bisa mulus karena sebelumnya Microsoft sudah menggandeng Yahoo! untuk menggunakan Bing. Di China, Yahoo! memiliki 40 persen saham dari Alibaba Group. Alibaba punya dua situs andalan, yakni Alibaba yang melayani perdagangan dalam jumlah besar dan mempertemukan para broker dan eksportir dan situs Taobao.com, situs perdagangan eceran. Kedua situs ini merajai pasaran di China.

Oktober 2010 lalu, Alibaba juga baru saja meluncurkan situs Etao.com. Situs ini ditujukan untuk mendongkrak jumlah pengunjung situs Taobabo.com. Situs Etao ini menampil hasil pencarian internet yang canggih. Contohnya, dia menampilkan barang yang dicari, gambarnya, harganya. Situs ini menggunakan “otak” Bing milik Microsoft, sebagaimana dikutip dari tempo.co.

Popularitas semakin meningkat setelah Google resmi menutup kantornya di China. Google hengkang dengan alasan, pemerintah China terlalu sering mengintervensi situs-situs yang menyuarakan hak asasi manusia. Situs Google sendiri masih bisa diakses dari China.

Jack optimistis akan hasil besar. Ini hanya soal waktu. Saat perusahaan-perusahaan internet menggelembung, lalu meletus tahun 2002, Alibaba bertahan. Jack adalah pilar daya tahan. Terhadap para mitra kerja di tahun 1999, ia bilang, ”Kita harus yakin ini jalan, tetapi harus kerja keras.” Jack menawarkan jasa Alibaba kepada perusahaan mapan untuk jual beli produk, tetapi malah ditertawakan. Ia lantas menengok banyak perusahaan skala menengah dan kecil yang tidak punya berkesempatan mengikuti pameran internasional.

Jack bersama rekannya terus mengembangkan Alibaba. Ia menciptakan sistem pembayaran lewat situs Alipay. Kali ini tidak gratis. Sukses Alibaba tersebar. Alibaba melejit dengan moto melayani konsumen.

Dan ketika Alibaba memutuskan Initial Public Offering (IPO), pada September 2014, penjualan Saham Alibaba Pecahkan Rekor. Pendiri Alibaba, Jack Ma, menyaksikan penjualan perdana saham perusahaannya.(BBC) Raksasa internet Cina, Alibaba, memgumpulkan 25 miliar dollar AS lewat penjualan saham perdananya dan merupakan nilai terbesar sepanjang sejarah IPO.

Permintaan dari para investor mengangkat harga saham Alibaba menjadi 92,70 dollar AS atau naik 38 persen dari harga awal. Nilai yang dikumpulkan Alibaba lewat IPO lebih tinggi dari penjualan saham perdana China Agricultur Bank pada tahun 2010 sebesar 22,1 miliar dollar AS.

Namun dalam perdagangan awal saat pasar buka di Bursa Wall Street New York, Amerika Serikat, Senin 22 September 2014, harga saham Alibaba turun 4 persen menjadi 90,04 dollar AS. Dalam penjualan perdana Jumat, jumlah saham Alibaba yang terjual dalam menit-menit pertama memecahkan rekor yang dicapai Twitter sebelumnya. Saat itu nilai total Alibaba diperkirakan mencapai 223 miliar dollar AS, lebih tinggi dari Facebook, Amazon, dan eBay.

Alibaba, yang menguasai 80 persen pangsa pasar penjual ritel online di China, menangani transaksi lebih banyak dibanding gabungan Amazon dan eBay. Alibaba antara lain membantu menghubungkan para eksportir di China dengan perusahaan di sekitar 190 negara di seluruh dunia.

Alibaba kini menjadi e-commerce terbesar di negara yang penduduknya terbesar di dunia. Walaupun pendirinya, Jack Ma, tanpa berbekal pengetahuan sedikit pun di bidang teknologi dan komputer. Jack Ma ternyata mampu menjadi retailer online terbesar di China. Berkat bisnisnya itulah, mengantarkan Jack Ma menjadi salah satu miliarder terkaya di dunia.

Banyak pengusaha dunia menyjuluki Jack Ma sebagai “Crazy Jack” karena ide-ide bisnis super gilanya. Tak ada satu pun yang yakin bahwa Jack Ma dapat mewujudkan seluruh ide bisnisnya tersebut.

Beberapa sumber menyebutkan ada beberapa pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari sosok seorang Jack Ma, yaitu:

  1. Beliau adalah orang yang menghargai sebuah nilai. Beliau mengedepankan perilaku (attitude) dan minat (passion) di atas teori.
  2. Beliau mampu menjadi pemimpin yang baik dan menyatukan banyak orang di bawah 1 visi yang jelas.
  3. Beliau adalah orang yang memiliki pandangan jauh ke depan.
  4. Beliau mau dan mampu mempekerjakan orang-orang hebat dibidangnya.
  5. Beliau adalah orang yang bisa merangkul organisasi dan mengurangi politik dalam perusahaan.
  6. Salah satu kata-kata bijak Jack Ma adalah Menyerah adalah sebuah Kegagalan.
  7. Ma adalah seseorang yang mencintai kehidupan
  8. Terakhir dan paling penting, Jack Ma adalah orang yang menghindari permusuhan.

Kini Jack Ma menjadi Advisor dari steering committee tentang peta jalan e-commerce di Indonesia. Ia memberi saran dan masukan bagi perkembanganm e-commerce di Indonesia. Dan yang paling penting juga ia menggelontarkan dana untuk Tokopedia, misalnya. Ke depan harapannya Jack Ma bisa menjadi investor lebih banyak lagi start up di Indonesia.  [] Yuniman Taqwa Nudin