Revolusi Digital Mengubah Platform Bisnis

Oleh: Yudhistira Nurpatria

Memasuki dunia digital, semua aktivitas dapat dilakukan di genggaman tangan anda. Tren demikian akan menjadi keniscayaan dalam platform bisnis bila tidak ingin tergerus dalam persaingan…!

Revolusi teknologi informasi mendorong meningkatnya akses terhadap penggunaan internet. Apalagi kepemilikan  smartphone terus meningkat. Tak kurang kini pengguna smartphone di Indonesia mencapai 100 juta jiwa. Tren demikian memberikan perubahan yang sangat signifikan terhadap perilaku konsumen. Perubahan perilaku tersebut terutama didorong oleh perkembangan media sosial, e-commerce, dan sharing economy.

Industri media menjadi industri yang paling terpengaruh oleh semakin tingginya akses dan kecepatan internet di Indonesia. Sejak tahun 2012, kecepatan internet di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Dengan kecepatan internet yang semakin tinggi, akses masyarakat akan konten digital seperti musik dan video juga semakin meningkat. Akibatnya, konsumsi masyarakat terhadal kedua jenis media tersebut mengalami perubahan yang signifikan. Pembelian atas CD musik dan DVD mengalami penurunan tajam. Selain itu, konten video dan jasa streamig mulai menggantikan peran televisi dan radio.

Kecepatan Internet di Indonesia

 

Pada saat yang sama media sosial, seperti Instagram, memberikan pengaruh besar pada belanja konsumen untuk tujuan leisure, seperti wisata dan makan di restoran. Dengan adanya instagram, restoran dengan konsep makanan atau dekorasi yang instagramable menjadi lebih diminati. Pada saat yang sama, pengeluaran konsumen untuk wisata juga turut meningkat, seiring dengan pesatnya promosi atas tempat wisata melalui media sosial. Peningkatan industri pariwisata tercermin dari tingginya pertumbuhan di bidang usaha transportasi udara, yang beberapa  tahun terakhir mampu tumbuh di atas dua digit.

Bila pada tahun tahun 2013 pertumbuhan angkutan udara  baru mencapai 4,75%, angka ini meningkat menjadi 13,28% pada tahun 2016. Hanya saja tahun lalu (2017) pertumbuhannya sedikit menurun menjadi 12,81%.

Pertumbuhan Industri Jasa Angkutan Udara di Indonesia

sumber: Badan Pusat Statistik

 

Di samping media sosial, e-commerce juga menjadi salah satu pendorong utama bergesernya pola belanja masyarakat. Pergeseran pola belanja tersebut terutama dapat dilihat di negara-negara maju, dimana banyak pusat perbelanjaan yang tutup karena masyarakat lebih memilih belanja secara online.

Di Indonesia sendiri, dampaknya belum sebesar itu. Pembelanjaan melalui e-commerce baru mencakup sekitar 1 persen dari pembalanjaan retail di Indonesia. Namun pengaruh e-commerce di Indonesia sudah mulai terasa, melihat semakin rendahnya tingkat okupansi di pusat-pusat perbelanjaan di Indonesia.

Menurut data dari Colliers, tingkat okupansi pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta pada triwulan pertama tahun 2018 hanya mencapai 83,5%, dengan tingkat penurunan paling tajam terjadi di pusat perbelanjaan menengah ke bawah. Di lain pihak, perkembangan bisnis e-commerce memberikan dampak yang sangat baik bagi industri logistik tanah air, yang kinerjanya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan Industri Jasa Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan, Pos dan Kurir

Sumber: Badan Pusat Statistik

Selanjutnya, pergeseran pola belanja masyarakat dipengaruhi oleh sharing economy. Sharing economy identik dengan penggunaan aset secara kolektif. Aset-aset yang umum digunakan di cabang industri ini adalah properti dan kendaraan. Startup-startup seperti Airbnb, Gojek, dan Grab merupakan pemain-pemain utama di industri ini.

Sharing economy memberikan dampak yang cukup besar pada industri perhotelan, taksi, dan sepeda motor. Sebagai contoh, menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, penetrasi Airbnb mampu mengurangi tingkat pendapatan hotel setempat sebesar 1,54%, sebagaimana dikutip dari www.enber.org/paper/w24361.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan sharing economy seperti Gojek dan Grab menjadi ancaman untuk perusahaan taksi yang sudah ada. Sebagai contoh, salah satu perusahaan taksi terbesar di Indonesia, Blue Bird, sejak tahun 2016 terus mencatatkan penurunan pendapatan yang cukup tajam. Kehadiran Gojek dan Grab juga terlihat menyebabkan turunnya penjualan motor di Indonesia, karena dengan adanya jasa ojek yang murah dan dapat diandalkan, kebutuhan masyarakat untuk memiliki motor mengalami penurunan.

 Penjualan Motor di Indonesia

Sumber: Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)

Melihat perkembangan tersebut, para pelaku industri harus mampu beradaptasi untuk dapat mempertahankan pangsa pasar yang mereka miliki. Beberapa perusahaan retail beradaptasi dengan membuat e-commerce tersendiri atau mengintegrasikan gerai-gerai yang mereka miliki dengan penjualan online. Bue Bird beradaptasi dengan cara melakukan kerja sama dengan Gojek. Pada saat yang sama, hampir semua perusahaan besar telah memiliki akun resmi di situs-situs media sosial.

Dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan terkonsolidasinya pasar digital, akan terlihat perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan menghadapi perubahan ini. Sampai dengan saat itu, para pelaku bisnis akan terus berusaha merebut dan menjaga pangsa pasar yang dimiliki saat ini.

Sebab, ke depan economy digital akan menjadi platform bisnis di Indonesia. Para pelaku bisnis memang sudah harus mempersiapkan era baru tersebut. Bila tidak, bersiap-siap usaha anda akan tergerus dengan modernitas zaman![] ilustrasi istimewa dari sumber steemkr.com

 

*Penulis adalah alumni Fak. Ekonomi Universitas Indonesia