Titik Balik Menikmati Kopi Ala Turning Point Coffee

Berada di kawasan Serpong-Tangerang, tak kehabisan akal untuk mencari tempat nongki-nongki  bersama teman atau keluarga di akhir pekan. Beberapa waktu lalu saya jalan bersama teman-teman dan menemukan kedai kopi yang namanya mengingatkan saya dengan film  perang “Turning Point”. 

 

Terbayar sudah kejenuhan hari itu ketika teman-teman mengajak mampir ke sebuah kedai  kopi yang berada di sekitar  Ruko Golden 8 Extension, Gading-Serpong.  Awalnya tak ada ekspektasi seperti apa yang membuat  kami harus kesana. Saya pribadi hanya ingin duduk-duduk ngobrol dan menikmati masa liburan bersama teman-teman.

Tapi yang terjadi sering kali ketika Anda menurunkan harapan Anda, hal-hal baik  mengejutkan Anda. Saat saya melangkah masuk kedai kopi, saya begitu terpukau oleh interiornya.  Semua sisi  sangat bagus untuk dilihat, saya terus memandang sekeliling dan memperhatikan setiap detail di kedai itu.

Membaca nama kafe ini saya langsung berpikir tentang sebuah peristiwa  titik balik dari kondisi menjenuhkan ke arah yang lebih baik. “Turning Point” , kedai yang ‘cozy’ dengan tampilan suasana rumahan nan asri.

 

 

Saya suka bagaimana mereka menggunakan banyak botol-botol plastik sebagai bagian dari interior dan pencahayaan. Entah bagaimana campuran cahaya elemen kayu menciptakan warna salmon yang lembut seperti yang Anda lihat di sebagian besar foto saya.

Dan, saya juga suka konsistensi  tempat ini  menggunakan hewan laut sebagai elemen desain mereka, seperti paus dan kura-kura. Saya tidak yakin apakah mereka memiliki arti khusus bagi pemiliknya, tetapi apa yang saya lihat,  atmosfir seni melengkapi seluruh sisi dari kedai kopi ini. Interior didominasi dengan kombinasi akrilik, kaca dan kayu.

 

Ada yang bilang Gading Serpong adalah rumah bagi banyak kedai kopi.   Turning Point adalah salah satu yang paling digemari. Sebagai salah satu kedai kopi pertama yang tinggal di lingkungan tersebut, persisnya sejak Desember 2014,  Turning Point  dengan cepat menjadi tempat untuk kopi spesial untuk penduduk di daerah tersebut.

Turning Point Coffee terdiri dari tiga lantai.  Di lantai satu dan dua adalah ruang duduk. Sedangkan dilantai tiga adalah galeri.  Tentang galeri di lantai tiga ini, ruangannya  mengesankan yang memang ditujukan untuk pameran seni dan instalasi. seluruh ruang tiga lantai dirancang oleh Antony Liu dari perusahaan arsitektur terkenal Studio TonTon.

 

Tetapi semua cerita desain interior yang indah ini tak  akan sempurna tanpa ditemani kopi.  Soal kualitas rasa, yakinlah bahwa Anda  meminum kopi dari racikan  tangan yang bagus. Apapun minuman kopinya, espresso, coffee latte, atau capuccinno, semuanya terasa nikmat.  Karena salah konsep yang ditawarkan di tempat ini adalah  titik balik pengalaman kita menikmati secangkir kopi.  Dan perlu diketahui, Turning Point Coffee  mengandalkan kopi house bland sebagai racikan khusus, dengan memadukan rasa biji-biji kopi local dan internasional yang menghasilkan rasa tiada duanya.

Selain kopi, di kedai ini Anda  juga dapat menikmati secangkir Pandan Latte panas atau  segelas Kaffee Lemonad, ditemani makanan sejenis pasta, cakes, chicken salad, dan lain-lain.  []Henry Gerson Arnold/Ilustrasi Foto: Henry Gerson