Primaniyarta 2018, Ajang Bergengsi Para Eksportir

Penghargaan Primaniyarta diharapkan menjadi pendorong pengembangan ekspor bagi pelaku usaha untuk mengembangkan pasar di luar negeri. Siapa saja pemenang Primaniyarta 2018?

Penghargaan Primaniyarta kini memasuki tahun ke-22. Penghargaan tahunan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan. Diharapkan dari penyelenggaraan ini menjadi salah satu pendorong dan motivator bagi para eksportir Indonesia serta pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan prestasinya dalam bidang ekspor,

Sedikitnya ada empat kategori penghargaan yang diberikan, yaitu: pertama, Kategori Eksportir Berkinerja, kedua, Kategori Eksportir Pembangun Merek Global, ketiga, Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru  dan keempat Kategori Eksportir Potensi Unggulan.

Tim Juri Penghargaan Primaniyarta Tahun 2018 telah melakukan seleksi terhadap eksportir peserta Primaniyarta 2018 pada 17 September 2018 dan telah memutuskan 65 perusahaan Nomine Penghargaan Primaniyarta 2018. Dari jumlah nomine tersebut, tim juri telah memutuskan 26 perusahaan Penerima Penghargaan Primaniyarta 2018.

Penghargaan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada acara pembukaan Trade Expo Indonesia ke-33 pada 24 Oktober 2018 di Hall Nusantara Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

Berikut perusahaan yang mendapat penghargan Primaniyarta 2018, sebagai berikut:

Kategori Eksportir Berkinerja

  1. PAN Brothers Tbk, PT
  2. Bumi Menara Internusa, PT
  3. Erna Djuliawati, PT
  4. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT
  5. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT
  6. Indorama Polychem Indonesia, PT
  7. Astra Daihatsu Motor, PT
  8. Suzuki Indomobil Motor, PT

Kategori Eksportir Pembangun Merek Global

  1. Multistrada Arah Sarana, PT
  2. Sekar Laut Tbk, PT
  3. Insera Sena, PT
  4. Dexa Medica, PT
  5. Riau Andalan Kertas, PT
  6. Megasurya Mas, PT

Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru

  1. Bio Farma (Persero), PT
  2. Kampung Kearifan Indonesia, PT
  3. Zenith Allmart Precisindo, PT
  4. Growth Asia, PT
  5. Universal Indofood Product, PT
  6. Pulau Sambu, PT

Kategori Eksportir Potensi Unggulan Skala kecil

  1. Seken, CV
  2. Omyra Global Resources, CV
  3. Seloagro, CV

Skala Menengah

  1. Selektani Induk Usaha, PT
  2. Bintang Mas Triyasa, PT
  3. Coco Sugar Indonesia, PT
  4. Cocoon Asia, CV
Penghargaan primaniyarta, foto: ist

PT Astra Daihatsu Motor, misalnya, mendapat penghargaan Primaniyarta 2018 sebagai kategori Extra Ordinary Performance atau Eksportir Berkinerja. Penghargaan yang diberikan ini merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah Indonesia kepada eksportir, yang dinilai paling berprestasi. . Daihatsu dinilai berhasil melakukan kegiatan ekspor sepanjang selama lima tahun berturut-turut. Nilai dan volume ekspor juga selalu meningkat, dengan tetap mengutamakan produk ekspor yang memiliki nilai tambah, serta penerapan standar green product yang baik.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan dari pemerintah terhadap kinerja ekspor Daihatsu, dan makin memotivasi kami buat berkontribusi dengan terus mengembangkan produk dan pelayanan yang inovatif dan berkualitas,” ujar Tetsuo Miura, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam keterangan resminya, akhir Oktober 2018.

Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2018 ini Januari-September 2018, jumlah ekspor CBU Daihatsu di angka 84.387 unit, atau naik 42,1 persen. Angka ini bahkan melebihi Toyota yang hanya 69.131 unit, dan mengalami penurunan -20,1 persen (year on year).

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menerima Primaniyarta Award 2018. Ini merupakan penghargaan tertinggi di bidang ekspor dari Pemerintah Indonesia untuk kategori Eksportir Berkinerja. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, kepada Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam acara pembukaan Trade Expo 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

Toyota kembali dianugerahi penghargaan ini berkat sinergi antara upaya konsisten seluruh karyawan serta rantai pasok Toyota dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing sebagai pelaku industri otomotif, didukung kebijakan pemerintah yang kondusif dalam mendorong pertumbuhan ekspor produk industri manufaktur, termasuk industri otomotif.

Sedangkan di kategori Eksportir Pembangun Merek Global, salah satu yang mendapat penghargaan adalah PT Megasurya Mas (MM). Produsen sabun merek Harmoni ini telah 10 kali mendapat penghargaan Primaniyarta. Menurut Hadi Sofian, Direktur Pemasaran MM, penghargaan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tetap mengembangkan merek dalam rangka memperluas pasar ekspor.

Hadi menambahkan umumnya eksportir Indonesia tahu mengekspor, tapi tidak melakukan  pemasaran. Bedanya kalau eksportir negosiasi harga, barang dikirim, setelah itu barang mau dikemanain, nggak diurus lagi. Sementara kalau marketing harus tahu pasarnya di mana, pembelinya suku sabun warna apa? “Berdasarkan data tersebut kita produksi barang yang sesuai dengan kebutuhan,” katanya kepada pelakubisnis.com, di sela-sela pemaran Trade Export Indonesia (TEI 2018), Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, akhir Oktober lalu.

Lebih lanjut ditambahkan, produk-produk dari MM, mayoritas menyasar ke pasar ekspor. Nilai ekspor MM pada 2017 mencapai  US$ 80 juta. Diperkirakan tahun ini diperkirakan akan naik antara 10 – 15 persen. Sumbangan terbesar dari ekspor Megasurya Mas berasal dari produk sabun. “Sekitar US$ 70 juta disumbangkan dari produk sabun dan sisanya dari minyak goreng dan produk turunan dari kelapa sawit lainnya,” katanya serius.

Apresiasi bagi para Eksportir, foto: ist

Sementara  salah satu pemenang Primaniyarta di Kategori Eksportir Pelopor Pasar Baru adalah PT Bio Farma (Persero). Penghargaan diterima oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang Banten, Rabu (24/10).

Menurut Teteki, Bio banyak melakukan ekspor ke negara tujuan yang mengandung resiko, seperti resiko politik, resiko ekonomi pada saat pembayaran, transport yang sulit dan sebagainya. “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah akan memberikan kemudahan dari lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam skema pembiayaan ekspor,” katanya.

“Kami satu-satunya BUMN yang mendapat apresiasi dari pemerintah, tentunya turut serta berkontribusi bagi negara . Kami terus upayakan peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi untuk mempertahankan dan meningkatkan kesenambungan ekspor. Saat ini kapasitas kami bulk (intermediate product) sekitar 2,3 miliar dosis, produk akhir vaksin sekitar 700 juta dosis,” lanjut Teki dalam siaran persnya.

Boleh jadi keberhasilan Bio Farma mendapat penghargaan Primaniyarta karena keberhasilan BUMN ini memperluas pasar vaksin. Saat ini menambahkan market di negara-negara benua Asia dan Afrika, sehingga sampai 2018, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara di dunia.

Di sektor Kategori Eksportir Potensi Unggulan Skala kecil ada tiga pemenang, salah satunya adalah CV Seken. Perusahaan yang bergerak di bidang furniture daur ulang menjadi salah satu pemenang Primaniyarta pada tahun 2018.

Sementara salah satu persyaratan umum para eksportir yang mengikuti Penghargaan Primaniyarta yakni perusahaan tersrbut tidak memiliki permasalahan terutama yang terkait dalam hal perbankan, perpajakan, administrasi bea cukai tidak terlibat dalam pidana, dari sektor perburuhan mereka cukup bagus dalam mengakomodir ketenagakerjaannya, pemalsuan merek, dan tidak ikut melakukan pencemaran lingkungan.

Selain itu, ada kriteria yang lebih spesifik dari tiap kategori seperti contoh pada kategori eksportir berkinerja diutamakan produknya yang mampu memberikan nilai tambah. Begitu juga dalam kategori pembangunan merek global, harus memenuhi kriteria mampu menciptakan merek-merek sendiri untuk memasuki pasar global, dan seterusnya.

“Jadi dengan kata lain, melalui kegiatan ini kita berusaha mempertemukan para penerima Primaniyarta yang selama ini telah memberikan kontribusi yang cukup besar pada negara dalam rangka peningkatan ekspor non migas. Dan kita ingin mereka bertemu untuk berkumpul, berkomunikasi, bertukar pikiran atau mungkin mereka ada permasalahan yang mereka hadapi terkait peningkatan ekspor,” jelas Arlinda yang didampingi Sekretaris Dirjen PEN, Ari Satria, sebagaimana dikutip dari suaraindonews.com.

Lebih lanjut ditambahkan,  Dirjen PEN menyiapkan perangkat Custom Service Center (CSC) yakni kumpulan para eksportir di Indonesia.  Mereka memberikan update posisi perusahaan mereka dan  wadah berinteraksi antar eksportir melalui beberapa kegiatan yang kita promosikan. Termasuk mungkin di dalamnya memberikan pengetahuan untuk meningkatkan ekspornya dalam rangka mendesainnya. Sehingga para eksportir bisa terakses di CSC tidak saja sebagai member semata tapi mereka pun dapat berkomunikasi, mengetahui apa yang sedang trend, atau mengetahui peta pasar ekspor, bagaimana mereka dapat memasukinya, dan sebagainya terkait ekspor ada di situ.

Ada beberapa keuntungan para penerima Penghargaan Primaniyarta akan memperoleh beberapa manfaat dari Kementerian Perdagangan antara lain: Dapat menampilkan Logo Primaniyarta (gambar trofi) dengan tulisan “Primaniyarta Export Award” dibawahnya pada Kop Surat Perusahaan penerima penghargaan dan Kartu Nama (Business Card).

Tidak hanya itu, mendapat kesempatan dipromosikan di dalam dan di luar negeri melalui publikasi yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan khususnya Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), antara lain Buku Primaniyarta dan Export News edisi Nopember-Desember.

Mendapat prioritas mengikuti kegiatan promosi ekspor yang dikoordinir oleh Ditjen PEN Kementerian Perdagangan di dalam dan di luar negeri, seperti Pameran Dagang Internasional, Misi Dagang, Indonesian Week, Trade Expo Indonesia (TEI) dan lain sebagainya.

Mendapat stand gratis dan siap pakai ukuran 9 m2 untuk 1 kali partisipasi di Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta khusus untuk penerima Penghargaan Primaniyarta kategori skala UKM.

Dan Mendapat bantuan dari Ditjen PEN Kementerian Perdagangan untuk pendaftaran merek produk di Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM khusus untuk penerima Penghargaan Primaniyarta kategori skala UKM.[] yt