Pasar Merespon Positif Paska Pemilu

Jakarta, 20 April 2019, pelakubisnis.com – Data Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pasca Pemilihan Umum 2019 menunjukkan respon positif.  Terbukti dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 1,58 persen ke level 6.507,221 dari 6.405,866 pada penutupan pekan lalu. Senada dengan IHSG, nilai kapitalisasi pasar juga mengalami peningkatan sebesar 1,58 persen Rp7.401,73 triliun dari Rp7.286,36 triliun pada penutupan pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 15,66 persen menjadi 461,06 ribu kali transaksi dari 398,62 ribu kali transaksi pada pekan lalu. Sementara data rata-rata nilai transaksi harian BEI juga mengalami peningkatan sebesar 9,59 persen menjadi Rp10,28 triliun dari Rp9,380 triliun pada pekan sebelumnya. Hanya rata-rata volume transaksi harian yang mengalami perubahan sebesar 6,32 persen menjadi 14,66 miliar unit saham dari 15,65 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sepanjang tahun 2019, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp15,220 triliun dan pada hari ini, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1,426 triliun.

Sementara pembukaan perdagangan BEI pada awal pekan ini, (15/4) dibuka dalam rangka Pencatatan Perdana Kontrak Investasi Kolektif DINFRA Toll Road Mandiri-001 dengan kode XMJM, dicatatkan sebanyak 423.500.000 Unit Penyertaan dengan total nilai aktiva bersih sebesar Rp423,5 miliar. XMJM menjadi DINFRA pertama yang tercatat di BEI, bertindak selaku Manajer Investasi dari Efek tersebut adalah PT Mandiri Manajemen Investasi.

XMJM merupakan DINFRA yang berinvestasi pada aset infrastruktur secara tidak langsung pada Jalan Tol Ruas Gempol – Pandaan sepanjang 13,61 km dengan melakukan pembelian efek bersifat utang dan atau efek bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan pemilik aset infrastruktur jalan tol di Indonesia. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Rini Soemarno selaku perwakilan dari Pemerintah hadir untuk meresmikan dan memberikan sambutan dalam acara tersebut. Selain Menteri BUMN turut hadir pejabat-pejabat dari Kementerian BUMN serta stakeholders terkait.

Seremoni Pembukaan Perdagangan BEI pada hari Kamis (18/4) dibuka oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (FEM IPB) dan Yayasan Alumni Peduli (YAPI) Institut Pertanian Bogor dalam rangka Peresmian Kerja Sama FEM IPB dan YAPI dalam Pengembangan, Pembelajaran, dan Pemahaman Pasar Modal untuk Mahasiswa IPB. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi YAPI kepada SRO, selain itu apresiasi tersebut juga diberikan kepada Jasa Raharja, HA IPB, Gahari dan Kitabisa, sebagai pelopor Crowdfunding.

Pada Kamis (18/4), Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap V Tahun 2019 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp2.000.000.000.000,- yang terdiri dari 3 seri. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi terebut adalah idAAA (Triple A).

Sementara untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 dengan jumlah dana sukuk sebesar Rp96.000.000.000,- yang terdiri dari 3 seri. Hasil pemeringkatan dari Pefindo untuk Sukuk idAAA(sy) (Triple A Syariah). Bertindak sebagai Wali Amanat untuk Obligasi Berkelanjutan dan Sukuk Mudharabah tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 27 emisi dari 19 Perusahaan Tercatat senilai Rp25,54 triliun.

Dengan kedua pencatatan tersebut maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI sepanjang masa berjumlah 399 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp422,56 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 117 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 103 seri dengan nilai nominal Rp2.484,46 Triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp9,32 triliun.[] sp