27 Gerai Komersial dan 16 Gerai UMKM Ramaikan Stasiun MRT Jakarta

 

Jakarta, 21 Agustus 2019, pelakubisnis.com – PT MRT Jakarta mengembangkan dan mengelola bisnis di stasiun dan kawasan sekitarnya agar menjadi pendapatan non-tiket (non-fare box). Salah satunya adalah melalui penyediaan area untuk gerai retail di dalam stasiun, tepatnya di area beranda peron (concourse) stasiun.  Demikian rilis yang disampaiakan MRT Jakaarta pada 19/8

Sejak diresmikan 24 Maret 2019 lalu, saat ini, terdapat 27 gerai komersial dan 16 gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengisi 13 stasiun sepanjang Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Gerai komersial tersebut terdiri dari food and beveragesfashion and accesories, dan minimarket. Sedangkan gerai-gerai UMKM terdiri dari kriya, makanan dan minuman, serta mode atau fesyen.

“Selain gerai-gerai tersebut, nantinya akan tersedia sejumlah anjungan transaksi mandiri (ATM), salon kecantikan, dan tambahan gerai makanan dan minuman lainnya,” ujar Kepala Divisi Komersial dan Retail PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo.

“Secara umum, konsep gerai retail yang ada di setiap stasiun adalah grab and go. Kami mengimbau kepada setiap tenant, khususnya gerai makanan dan minuman, untuk menciptakan menu yang lebih mudah untuk dibungkus sehingga memungkinkan bagi pelanggan untuk membawanya ke dalam ratangga,” lanjut lagi.

Sejak beroperasi resmi hampir lima bulan lalu, jumlah penumpang harian MRT Jakarta terus meningkat. Saat ini, telah mencapai 92 ribu orang per hari. Jumlah ini adalah daya tarik tersendiri bagi dunia usaha. “PT MRT Jakarta mengikuti tren yang ada di pasar dalam menentukan gerai-gerai apa yang hadir di stasiun dan memberikan pengalaman baik bagi pelanggan kami,” imbuh Rendy.

“Meski demikian, khusus untuk gerai UMKM, selain menyiapkan lokasi, PT MRT Jakarta juga menyiapkan gerai yang akan meningkatkan daya tarik pelanggan. Selain itu, bekerja sama dengan Bekraf RI, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan melalui tenaga ahli terkait desain tampilan produk, kreativitas, dan pemasaran,” jelasnya.

Pelatihan dan pendampingan ini, lanjut Rendy, termasuk point of sales (POS) agar setiap UMKM tersebut dapat menerapkan teknologi dalam menjalankan usahanya. “Kami sangat mengapresiasi banyak pihak yang mendukung program pengembangan UMKM ini, seperti MOKA sebagai fasilitator pelatihan sekaligus penyedia perangkat keras (hardware) POS tersebut, Fabelio yang membangun gerai-gerai sekaligus memberikan potongan harga dan cicilan 0% bagi pemilik UMKM tersebut,” pungkas Rendy.

Salah satu pengisi retail di stasiun adalah jenama Starbucks. Manajer Humas dan Komunikasi Starbucks Indonesia, Yuti Resani, menyampaikan bagaimana jenama Starbucks tertarik membuka gerai di Stasiun MRT Jakarta. “Dengan perkembangan yang begitu pesat di kota Jakarta serta infrastruktur transportasi di Jabodetabek, Starbucks akan terus mengeksplorasi untuk selalu lebih dekat dengan masyarakat. Moda transportasi MRT memberikan kemudahan bagi warga Jakarta dalam beraktivitas setiap harinya dan Starbucks senang dapat menjadi bagian dari itu. Membuka gerai di lokasi yang strategis merupakan salah satu cara agar kami dapat menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas di Indonesia, dan mudah dijangkau,” ungkap ia.  []NAS/sp/jakartamrt