Menengok Potensi Ekonomi Kabupaten Tuban

Posisi strategis di jalur pantura dan jalur antar provinsi menjadikan  perputaran ekonomi Kabupaten Tuban cukup prospektif. Terdapat lima sektor utama yang menopang perputaran ekonomi di Tuban. Namun yang menjadi top up atau teratas dan urutan pertama yakni industri manufaktur yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Pantai Boom salah satu destinasi wisata laut dekat Alun-Alun Tuban masih dalam tahap pembenahan disana-sini (Foto: pelakubisnis.com)

“Sekarang sedang musim rajungan Bu…. Harganya sedang murah, Rp30 ribu/kg,”ujar seorang nelayan  kepada pelakubisnis.com beberapa waktu lalu di sekitar Pantai Boom, Alun-Alun Kota Tuban, Jawa Timur. Membayangkan makan rajungan, yang teringat langsung hewan seperti kepiting yang  harganya yang relatif tidak murah dengan harga bandrol sekitar Rp100 ribu/porsi.

Ya…! Menyebut Kota Tuban, mindset di kepala langsung teringat pantai, pemandangan laut yang luas dan perahu-perahu nelayan yang bersandar di pinggir pantai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tuban Jawa Timur, luas lautan kabupaten ini mencapai 22,608 ribu km2 dan luas daratan 1.839.94 km2. Diapit oleh Laut Jawa di sebelah utara,  Kabupaten Bojonegoro di sebelah selatan, berbatasan langsung dengan Rembang di sebelah barat, lalu  Provinsi Jawa Tengah di sebelah barat dan Kabupaten Lamongan di sebelah timur.  Karena posisinya inilah, pada zaman dahulu Tuban dijadikan pelabuhan tamu Kerajaan Majapahit dan menjadi salah satu pusat penyebaran Agama Islam oleh  Walisongo.  Dan sampai sekarang Tuban memiliki  posisi strategis​  jalur pantura dan jalur antar provinsi yang  menjadikan  perputaran ekonomi daerah ini cukup memadai.

Tuban sebenarnya memiliki banyak potensi ekonomi untuk sebuah wilayah di timur pulau Jawa. Potensi usaha rakyat yang cukup berkembang adalah budidaya padi, jagung,  budidaya sapi potong, budidaya kacang tanah, penangkapan ikan laut, dan penggalian batu kapur. Untuk populasi ternak sapi saja, Tuban adalah terbesar kedua setelah Sumenep.

Data BPS Kabupaten Tuban tahun 2018 mencatat,  terdapat lima sektor utama yang menopang perputaran ekonomi  daerah ini.  Sektor pertanian dan perikanan, dimana jumlah ruta dan produksi perikanan tangkap pada 2017 rata-rata sebesar 3,7 ton.  Kedua sektor perdagangan, ketiga industri manufaktur,  keempat pertambangan dan penggalian serta sektor pariwisata.

Sumber Kumparan.com menyebut,  sektor utama perdagangan  menyumbang output sebesar Rp3 trilyun, sedangkan industri pengolahan dan pertambangan masing-masing sebesar Rp 2,9 trilyun dan Rp 1,8 trilyun.

Di sektor perdagangan, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tuban mencatat,  jumlah sarana perdagangan tahun 2017 di Tuban mencapai 4.374 yang terdiri dari skala pasar, toko dan kios.

Potensi Tuban lainnya adalah sektor industri manufaktur. Tuban memiliki banyak aspek yang bisa diolah, kekayaan alamnya. Pegunungan batu kapur yang terbentang di wilayah ini  menjadi alasan kenapa  PT Semen Indonesia  Tbk  (Semen Gresik) dan PT Holcim Indonesia Tbk hadir serta  beberapa perusahaan nasional dan multinasional juga beroperasi di Tuban.

Di sektor pertambangan, secara geografis,  tipikal Kabupaten Tuban sangat cocok untuk pembangunan kilang untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional. Seperti yang ditetapkan oleh pemerintah, kabupaten tuban sebagai lokasi pembangunan kilang minyak nasional baru, Yang digarap oleh pihak Pertamina (Persero) dan kerjasama akan pihak lain. Sumber pelakubisnis.com menyebut, sudah terjadi  MoU (memoranfum of understanding-red) antara Pertamina dengan investor dari Rusia.

Adanya proyek pembangunan kilang minyak di wilayah kabupaten Tuban,  berimbas pada peningkatan ekonomi, pembukaan lapangan kerja yang berdampak positif bagi masyarakat Tuban. Mulai dari pembangunan hingga beroperasi nya kilang minyak yang tengah dibangun.

Tak hanya memberikan dampak positif dari segi lapangan kerja bagi masyarakat, adanya proyek yang berkelas internasional ini nantinya juga akan mendorong beberapa bisnis usaha kecil (UMKM) dan juga bagi dunia di Kabupaten Tuban.

Selain itu, industri berbasis masyarakat, Tuban memiliki kekayaan budaya tenun dan  batik yang sudah turun temurun.  Daerah sentra pengrajin tenun dan batik di Tuban terletak di Kecamatan Kerek, Tuban.  Ciri khasnya adalah  tenun gedog. Daerah ini tak hanya membatik dan membuat kain tenun, tapi memintal dan juga  terkenal dengan budi daya kapasnya yang menjadi rutinitas bagi masyarakat Kerek. Tak heran bila Kecamatan Kerek  cukup populer bagi para turis  sebagai  sentra tenun dan batik di Tuban.

Untuk keindahan alam, Tuban memiliki kekhasan tersendiri. Karena ada Pegunungan Kapur Utara yang terbentang dari Jatirogo sampai Widang, dan dari Merakurak sampai Soko. Wisata laut? Tuban punya banyak pantai-pantai yang indah.  Sejauh ini pemerintah daerah setempat tengah banyak merevitalisasi beberapa  destinasi wisata bagi daerah ini karena Tuban sesungguhnya memiliki tempat-tempat wisata yang prospekstif untuk dikembangkan.

Makam Sunan Bonang membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar (Foto: pelakubisnis.com)

Selain itu, Tuban memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang tak boleh terlupakan. Wisata Religi Ziarah ke Makam Sunan Bonang (Syeih Maulana Makhdum Ibrahim-red). Sesuai dengan motonya “Tuban Bumi Wali”, tak dapat dipungkiri bila daerah ini menyimpan cerita sejarah para Wali (Walisongo-red). Dan hingga saat ini Makam Sunan Bonang yang berlokasi di Masjid Agung Alun-Alun kota Tuban  ini menjadi magnet, baik bagi masyarakat setempat hingga masyarakat luar Pulau Jawa yang hendak berziarah.

Masjid Agung Tuban, berdampingan dengan area Makam Sunan Bonang (Foto: pelakubisnis.com)

Keberadaaan Makam Sunan Bonang membawa dampak ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar untuk berdagang. Beragam jajanan kuliner dan oleh-oleh dari makanan hingga batik khas Tuban dijajakan di sepanjang Jalan Sunan Bonang, daerah sekitar Masjid Agung Alun-Alun Tuban.

Goa Akbar sepanjang 1,2km,, ditemukan warga di bawah area Pasar Baru, Tuban (Foto: pelakubisnis.com)

Dari alun-alun Kota Tuban, banyak terdapat situs-situs sejarah yang bisa kita jelajahi.  Sekitar 1 km dari alun-alun, kita bisa berkunjung ke Goa Akbar. Goa Akbar merupakan goa yang ditemukan warga di kisaran tahun 1997, persis di bawah Pasar Baru, Jalan Gajahmada Tuban. “Warga menemukan goa ini di tempat pembuangan sampah dekat pasar. Setelah ditelusuri ternyata ditemukan goa sepanjang 1,2 km2, persis berada di bawah Pasar Baru. Setiap jelang maghrib, ribuan kalelawar berhamburan keluar goa. Kami jaga dan kami rawat goa ini  untuk tetap seperti kondisi aslinya,”jelas pemandu wisata Goa Akbar kepada pelakubisnis.com.

Monumen YM Kongco Kwan Sing Tee Koen (Foto: pelakubisnis.com)

Bergeser sedikit ke arah utara alun-alun, kita dapat menikmati wisata pantai. Dan tak jauh dari pesisir Pantai Boom  Tuban, terdapat Klenteng Kwan Sing Bio yang cukup populer namanya, terlebih ketika dibangun Monumen YM Kongco Kwan Sing Tee Koen yang diresmikan mantan Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan pada Juli 2017 lalu.   Patung Dewa Kwan Kong, panglima perang yang hidup pada zaman Sam Kok (221-269M) ini merupakan symbol teladan dari sosok ksatria sejati yang selalu menepati janji dan setia pada sumpahnya.  Monumen bernilai Rp2,5 milyar ini merupakan hasil sumbangan pengusaha dari Surabaya. “Patung Dewa ini viral karena kabarnya tertinggi se-Asia Tenggara  dan sudah masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia – MURI,”tutur salah seorang karyawan di klenteng ini sambil menambahkan, patung Dewa Kwan Kong ini merupakan salah satu alternatif objek wisata dan tempat spot foto yang menarik bagi wisatawan yng berkunjung ke Tuban.

Setidaknya, terdapat 20 destinasi wisata di Kabupaten Tuban yang potensial untuk dikembangkan  dan dikemas apik seperti daerah-daerah wisata  sukses lainnya seperti Bali dan Banyuwangi dengan Pantai G-Land nya. []Siti Ruslina