Toffin Indonesia Canangkan Pertumbuhan 30%

Selama 13 tahun berkiprah di industri penunjang kopi, PT Toffin Indonesia optimis capai pertumbuhan bisnis 30% tiap tahunnya. Langkah strategis apa yang diambil untuk mencapai target tersebut?

‘The Creative Hub for Coffee Enthusiast’ (Foto:pelakubisnis.com)

Desember lalu PT Toffin  Indonesia (TOFFIN) dengan Majalah MIX Marcomm SWA Media Group, memaparkan hasil Riset Tren Bisnis Kedai Kopi di Indonesia.  Dalam Risetnya menyebutkan konsumsi Kopi Indonesia 2019 yang dikeluarkan oleh Global Agricultural Information Network menunjukkan proyeksi konsumsi domestik (Coffee Domestic Consumption) pada 2019/2020 mencapai 294.000 ton atau meningkat sekitar 13.9% dibandingkan konsumsi pada 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.

Menurut Vice President Sales and Marketing Toffin Indonesia, Nicky Kusuma, selama ini belum ada survey atau penelitian tentang industri kedai kopi di Indonesia. Diharapkan riset ini menjadi panduan bagi pelaku bisnis kedai kopi di Indonesia. “Kami sangat bangga bisa menjadi pihak pertama yang bisa merilis riset ini bersama dengan SWA Media Group, dan memberikan rekomendasi serta referensi yang relevan dan akurat bagi para pebisnis kedai kopi,”  tutur Nicky.

Melihat perkembangan faktor-faktor pendorong pertumbuhan bisnis  kedai kopi di Indonesia, maka tak heran bila Toffin optimis  pada tahun 2020 ini  diperkirakan masih akan positif. Andreas Chang, CEO Tahta Coffee, meyakini market kedai kopi masih kuat karena studinya selama lima tahun menunjukkan  konsumsi RTD Coffee meningkat 3x lipat. “Ini masih sangat jauh gap-nya. Jadi bisnis ini masih emerging,” tutur Andreas Chang dalam indepth interview.

Hasil survei juga menunjukkan kedai Coffee to Go yang menyediakan RTD Coffee berkualitas dengan harga terjangkau sangat diminati generasi yang mendominasi populasi Indonesia saat ini. Dalam setahun terakhir, 40% generasi ini membeli minuman kopinya dari gerai kopi jenis ini. Dengan rata-rata alokasi belanja untuk minuman kopi (share of wallet) Rp200.000 per bulan, bisnis kedai kopi jenis ini diperkirakan akan tumbuh signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Toffin Indonesia kini menjadi pemain utama di sektor bisnis penunjang kopi. Agen tunggal pemegang 20 merek mesin dan peralatan kopi di Indonesia ini mengklaim sudah menguasai lebih dari 85% pangsa pasar di Tanah Air. Sekarang Toffin, bukan hanya sebagai trader mesin kopi, tetapi juga mempunyai punya private label untuk produk sirup.

Kedai waralaba ‘koppi’, unit bisnis Toffin di sektor hilir (Foto: pelakubisnis.com)

Menurut CEO PT Toffin Indonesia Tony Arifin, sekaligus pendiri perusahaan ini, Bisnis Toffin mulai dari hulu sampai hilir. Mulai dari biji kopi, mesin sangrai kopi, dan bahan-bahan pelengkapnya seperti sirup, dan sebagainya. “Bisnis kami yang terbaru adalah kedai kopi yaitu Hario Cafe. Kafe tersebut kini sudah sampai ke Tokyo, dan sukses besar di sana,” katanya.

Di bisnis hilirnya, selain  memiliki Hario Café, perusahaan ini juga  membesut kedai kopi waralaba bermerek “koppi” yang dikemas dengan konsep Coffe to Go yang menyajikan  menu RTD Coffee yang kekinian.

“Kami memiliki pangsa pasar terbesar karena kami menjadi pionir dari bisnis yang kami jalankan yaitu penjualan mesin kopi, dan bahan-bahan pelengkapnya. Faktor lainnya ialah karena merek-merek terkenal dunia kami yang memasarkan di Indonesia,” katanya serius.

Di samping itu, Toffin Indonesia merupakan distributor berbagai mesin kopi berkelas internasional,  Sejak pasar kopi berkembang, permintaan mesin kopi dan ingredients-nya pun ikut meningkat. “Diperkirakan pasar tumbuh lebih dari 20%,” ujar Tony yang optimistis akan berkembang lagi karena saat ini kedai kopi masih terkonsentrasi di banyak kota besar.

Lebih lanjut ditambahkan, Sebenarnya, permintaan untuk mesin kopi mulai meningkat pesat pada 3 atau 4 tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya jumlah kedai kopi di Jakarta dan berbagai daerah lainnya.

Kedai kopi di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai lebih dari 2950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016 yang hanya sekitar 1300’an. Angka riil jumlah kedai kopi ini bisa lebih besar karena sensus kedai kopi itu hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar di wilayah Jabodetabek, tidak termasuk kedai-kedai kopi independen modern maupun trandisional di berbagai daerah.

Selama ini penjualan mesin dan ingredients, kata Tony,  selalu meningkat dari tahun ke tahun. Angka penjualan tahun lalu, kami bisa menjual sekitar 2.000 unit alat kopi. Tonny berharap bisnisnya bisa tumbuh 30% tiap tahun.

Sementara menurut  Head of Marketing Toffin Indonesia, Ario Fajar, selain diprediksi bisa melewati pertumbuhan 30%,  tapi Toffin  pada 2020 akan lebih banyak menggarap proyek kedai kopi di wilayah second dan third tier . Hal ini dilakukan dengan cara menawarkan paket bisnis untuk daerah-daerah satelit di luar daerah Jabodetabek. Di daerah kawasan tersebut  kelihatannya juga akan tumbuh pesat.

Toffin Indonesia telah menyuplai kopi dan kebutuhan bahan baku lainnya, seperti gula aren, cookies and cream, matcha, hingga pengadaan mesin kopi untuk kedai kopi populer tersebut. Mitra Toffin kini berjumlah 16 dan memiliki lebih dari 7 ribu cabang di Indonesia.

Toffin Indonesia didirikan pada 2007. Awal bisnisnya sebatas menjual ingredients untuk horeka. Tapi seiring dengan perjalanan waktu, permintaan terus meningkat. Toffin pun pada 2009 dipercaya menjadi distributor eksklusif mesin kopi Vibiemme, dari Milan, Italia. Sampai 2018, Toffin Indonesia, menjadi agen tunggal pemegang 20 merek mesin kopi kelas dunia. Tercatat brand-brand mesin terkenal  dunia menggandeng Simonelli Group dari Italia, Hario dari Jepang, dan Technivorm, Moccamaster dari Belanda sebagai mitra bisnis.

Sebelum membesut Toffin Indonesia, Tony Arifin pernah bekerja di kedai kopi. Pada saat itu, Starbucks baru masuk ke Indonesia sekitar 2 atau 3 tahun lamanya. Keberadaan Starbucks ini memancing pebisnis untuk membuat kedai kopi dengan model bisnis yang mirip seperti itu.

Fenomena itu membuat Tony melihat peluang bisnis memasok kebutuhan kedai kopi. Hal itu menjadi alasan kenapa ia berhenti bekerja di kedai kopi dan memulai menjalankan bisnis. Bermodal investasi dari paman dan ayahnya plus berkantor di rumah, Tony mulai menjadi supplier untuk bahan baku kopi.

Kini, Toffin melayani lebih dari 5.000 klien yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Bali.

Tony tetap menyadari pentingnya membangun brand Toffin. Oleh karena itu, dalam dua tahun terakhir, ia dan tim giat melakukan branding dengan memanfaatkan berbagai kanal, mulai dari mensponsori berbagai event, mengikuti pameran 3-4 kali dalam setahun, melakukan upaya Public Relations (PR) lewat media, menggandeng influencer seperti Dale Harris, World Barista Champion 2017, pendekatan ke komunitas, hingga merilis showroom kopi terbesar dan termewah pertama di Indonesia seluas 1400 meter persegi. Showroom Toffin pertama tersebut resmi dibuka di Kawasan Pluit Jakarta pada pertengahan Juli 2018.

Menurut Tony, Toffin Coffee Showroom akan menjadi ‘The Creative Hub for Coffee Enthusiast’ atau tempat berinovasi dan berkreativitas para pecinta dan pebisnis kopi. Sebagai training center, Toffin Coffee Showroom akan menghadirkan sejumlah kelas atau pelatihan rutin terkait pembelajaran tentang kopi, pelatihan barista, pelatihan latte art, merawat peralatan dan mesin kopi, hingga menjadi co-working space. Sementara itu, sebagai business development center, Toffin Coffee Showroom akan membantu calon pengusaha untuk merancang bisnis kedai kopi, mengenai peralatan dan mesin kopi terbaik, pengembangan menu yang inovatif, dan penjualan suku cadang.

Dan berpengalaman di industri kopi selama 13 tahun, membuat pihak Toffin Indonesia merasa perlu membangun pondasi komunikasi dengan komunitas pecinta kopi, berkomitmen memajukan industri food and beverage khususnya untuk kopi dan teh melalui serangkaian aktifitas membangun brand lewat berbagai event.

Belum lama ini Toffin bekerjasama dengan Cikopi.com mengadakan BrewFest 2020 yaitu event Urban Coffee & Tea Festival yang menggabungkan tiga platform yakni Conference, Exhibition and Appreciation dalam satu acara yang digelar pada 21-23 Februari 2020 di Atrium Senayan City.

“BrewFest 2020 menghadirkan pengisi acara yang mumpuni di bidangnya sekaligus memberikan berbagai informasi yang jarang dibicarakan di tempat dan event lain. Isu dan tren bisnis dikemas menarik dalam conference atau coffee forum. Selain itu, pertama kalinya di Indonesia kami akan menghelat penghargaan Best Coffee Shop yang bekerjasama dengan Zomato,” jelas Ario Fajar.

Tak tanggung-tanggung, Brewfest menghadirkan 50 pembicara (speaker), 20 penampil (performer) yang terdiri dari Coffee dan Tea Master serta 20 brand kopi yang tergabung sebagai tenant, dengan target pengunjung  1500 partisipan dan 7500 pengunjung. “BrewFest mempertemukan para pelaku bisnis, expert, asosiasi, pemilik brand hingga pemain baru untuk kumpul, bertukar informasi, dan membicarakan isu yang sedang berkembang,” tambah Ario. []Siti Ruslina