Petani Perlu Dukungan Pembiayaan  

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman!

Demikian penggalan syair lagu KoesPlus yang sempat hits di tahun 1970-an. Lagu ini menggambarkan betapa subur lahan yang terbentuk di bumi “Ibu Pertiwi”. Apapun yang ditanam tumbuh subur. Produk yang dihasilkan seharusnya dapat menjadi modal dasar para petani  untuk hidup lebih berkualitas  dan sejahtera.

Tapi buktinya tak jarang para petani hidup dalam himpitan ekonomi yang mengenaskan. Hasil panen jauh hari sudah diijon oleh para tengkulak. Bila fenomena ini dibiarkan terus – menjadi modus operasi – dalam ekosistem pertanian di Indonesia, maka jangan harap petani bisa hidup sejahtera, tanpa harus memikirkan besok harus makan apa? Dan bagaimana nasib anak-anaknya kelak.

Dari petani sampai ke pedagang itu mata rantainya masih  panjang dan  dikuasai oleh tengkulak/Foto: agroindonesia.co.id

Bila pemerintah tak mampu memerangi tengkulak, sepanjang perbankan masih belum bisa mengakomodasi kebutuhan pembiayaan petani dan akses perbankan yang dirasa sulit oleh petani membuat keberadaan tengkulak tumbuh subur dan dibutuhkan oleh para petani.

Memang dari mulai petani sampai dengan pedagang itu mata rantainya masih  panjang dan  dikuasai oleh tengkulak. Tak mungkin bisa perangi tengkulak kalau perbankan tidak  hadir memberi pembiayaan bagi petani.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)  merupakan salah satu bank yang makin fokus mendorong kesejahteraan para petani. Langkah ini merupakan bentuk dukungan BNI terhadap program Ketahanan Pangan Nasional dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru.

BNI bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Kartu Petani Berjaya di Bandar Lampung, pada 6/10. Kartu Petani Berjaya bertujuan meningkatkan pendapatan petani menuju kesejahteraan melalui upaya penyelesaian permasalahan secara terstruktur, sistematis, dan terintegrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Kartu Petani Berjaya ini menggunakan media aplikasi yang merupakan sistem untuk mendukung aktivitas pertanian digital seperti transaksi pembelian, penjualan, serta pengajuan pembiayaan ke lembaga keuangan secara digital.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) antara BNI dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang dilaksanakan dihadapan Menteri Pertanian (Mentan) Sahrul Yasin Limpo dan petani desa. Dari pihak BNI dilakukan oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Sis Apik Wijayanto dalam hal ini diwakili Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo dan pihak Pemerintah Provinsi oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.

BNI salah satu bank yang makin fokus mendorong kesejahteraan para petani/Foto: bni.co.id

Selain  launching Kartu Petani Berjaya (KPB) juga disertai rangkaian acara lainnya seperti seremoni penyerahan KPB,  dan penyerahan KUR pertanian. Selain itu juga dilakukan penyerahan bantuan, penyerahan 1.000 ekor sapi dalam program desa sapi, serta peresmian sumur bor dan pompa air bertenaga surya.

Sementara Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap program ini akan mendukung program hulu-hilir pertanian yang nantinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Langkah ini diharapkan akan merealisasikan kejayaan petani kopi, petani lada, singkong, kakao, unggas, dan peternak kembali terangkat.

Arinal menyampaikan, dengan KPB ini setiap petani akan lebih mudah dalam mendapatkan bantuan benih, pupuk dan permodalan. “Kalau saya sudah membenahi dengan lebih baik, maka wujud dari KPB nya akan lebih mudah, saya datang kesini untuk memberikan semangat,” ungkapnya.

Sementara Menteri Pertanian (Mentan) Sahrul Yasin Limpo mengatakan,  pemerintah telah menganggarkan alokasi subsidi pupuk, menyiapkan infrastruktur, bantuan, hingga permodalan. Dengan dukungan pemerintah yang begitu besar, sektor pertanian kembali membuktikan dapat terus produktif dan tumbuh melewati pandemi bahkan berkontribusi dalam ekspor.

“Dukungan yang diberikan pemerintah baik subsidi pupuk, bantuan, hingga permodalan dapat digunakan sebaik mungkin agar produktifitas dan kesejahteraan petani meningkat,” ujarnya.

Sebagai Agent of Development,  BNI turut menyukseskan program pemerintah dalam bidang pertanian. Salah satu bentuk dukungannya ialah dengan membantu dan memastikan penyaluran KUR Tani, Kartu Tani, serta Kartu Petani Berjaya kepada para petani. Fasilitas tersebut didistribusikan dengan cara tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu dan tepat harga.

Menurut Pemimpin BNI Wilayah Palembang Sunarna Eka Nugraha, saat ini BNI merupakan bank satu-satunya yang bekerjasama dengan Kartu Petani Berjaya dalam penyediaan jasa keuangan dan perbankan. Penyaluran KUR yang dilakukan BNI saat ini menggunakan pola klaster, dimana klaster yang dimaksud antara lain, klaster singkong, klaster tebu, klaster kopi,dan masih banyak klaster lainnya,” pungkasnya.

Pemimpin Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI, Bambang Setyatmojo menyampaikan, KPB selain sebagai media alokasi pupuk subsidi, juga merupakan tools bagi BNI dalam mendukung pencapaian program PEN. Dengan database yang ada, tentunya akan mempermudah eksekusi KUR Tani di lapangan.

Kini, dengan inovasi teknologi BNI Move, perseroan hadir semakin dekat untuk mendukung petani nusantara dalam memperoleh pinjaman secara mudah dan murah. “BNI telah menyiapkan aplikasi dan sistem berbasis digital agar petani mendapatkan layanan yang optimal melalui BNI Move,” tutupnya.

Untuk program KPB dalam tahap I ini rencananya pemerintah Provinsi Lampung & BNI akan meluncurkan sebanyak 2.000 KPB dengan target sebanyak 14 ribu KPB. Sedangkan untuk penyaluran KUR Tani BNI Wilayah Sumbagsel per 30 September 2020 di sektor pertanian mencapai Rp 234,7 miliar yang disalurkan kepada 3.005 petani.

Khusus Provinsi Lampung, KUR sektor pertanian yang telah disalurkan oleh BNI mencapai Rp  70,63 miliar kepada 2.447 petani.  Sedangkan BNI sscara keseluruhan di Indonesia telah menyalurkan sebesar Rp 3,948 triliun kepada 119.884. Sektor pertanian sejalan dengan harapan BNI dalam memberikan layanan terbaik bagi negeri, termasuk akses pinjaman KUR yang murah, mudah dan sederhana agar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat petani.

Di samping itu, sebagai mitra pendukung dalam program pertanian nasional, BNI mendukung rangkaian kegiatan pengelolaan ketahanan pangan yang diselenggarakan Kementan di Kabupaten Bangka Selatan dan Kabupaten Bangka melalui pembiayaan pada ekosistem pertaniannya. Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian diberikan secara massif. BNI juga melakukan pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

Dukungan BNI terhadap program Ketahanan Pangan Nasional tersebut salah satunya diwujudkan secara simbolis melalui penyerahan KUR Tani BNI oleh Menteri Pertanian kepada petani di Bangka Belitung, akhir pekan lalu sebagai perwujudan program #BUMNbangkitkan UMKM. Acara tersebut dihadiri oleh unsur offtaker, penggiat pertanian, Muspida setempat, dan pemangku kepentingan yang berkecimpung dan berkontribusi pada sektor pertanian. Kegiatan ini menitikberatkan pada pengembangan sektor pertanian khususnya pemanfaatan lahan dan peningkatan hasil, sebagaimana dikutip dari republika.co.id, 11/8 lalu.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko berharap anggaran Rp 50 triliun dalam bentuk kredit pertanian untuk para petani mampu memulihkan sektor pertanian setelah terdampak pandemi Covid- 19. “Sejumlah kesulitan yang dihadapi para petani kita bantu dengan skema kredit usaha rakyat (KUR) yang bagus. Ada sinergi empat pihak yakni Kementerian Pertanian, perbankan, lembaga keuangan seperti koperasi dan Jasindo sebagai penjamin,” ujar Moeldoko, sebagaimana dikutip dari investor.id, 20/7 lalu.

Pemerintah menyediakan anggaran untuk mendukung KUR Rp 50 triliun untuk sektor pertanian. Kementerian Pertanian (Kementan) bertugas mengalokasikan dana itu untuk didistribusikan kepada para petani yang kemudian diharapkan bisa membantu mereka pada masa pandemi.

Menurut Moeldoko, KSP melihat dalam masa pandemi Covid-19 ini, sektor pangan dan pertanian masih menjanjikan. Meski begitu, Badan Pangan Dunia (FAO) mengingatkan agar berhati-hati mengenai food security di kemudian hari.[] Yuniman Taqwa/Ilustrasi: agroindonesia.co.id