Warnai  Bumi Dengan Ragam Tanaman Hias

Banyak alasan ketika membeli tanaman hias. Boleh jadi karena pandangan pertama sudah terlihat indah, bisa juga karena  populer  dan laris manis, sesuai selera, atau mencari manfaatnya.  Bahkan adapula yang mencocokkan jenis tanaman dengan zodiac dan kepribadian si pemiliknya.  Anda termasuk pengoleksi tanaman hias yang mana?

Banyak alasan seseorang mendadak hobby bercocok tanam sampai jatuh hati terlalu dalam  mengoleksi tanaman hias dan mempostingnya di sosial media.  Entah siapa yang pertama kali membuat orang ‘demam’ mengoleksi tanaman di tengah pandemic hingga laman facebook, instagram, media sosial lainnya menjadi hijau dan penuh beragam warna bunga.

Tutut Handayani, diaspora Indonesia yang bermukim di Swedia menantang temannya memposting gambar bunga selama 10 hari,  Hari itu temannya dengan gembira menerima tantangan tersebut dan melakukan hal yang sama seperti Tutut, menantang sahabat-sahabat lainnya di dunia maya  untuk melakukan hal yang sama.  Dengan tertib setiap hari  mereka memposting beragam jenis bunga. Sontak setiap hari laman facebook penuh dengan postingan warna-warni bunga.

Tutut hanya salah satu dari  jutaan masyarakat dunia yang suka memotret dan memposting gambar warna-warni bunga. Tak sampai situ. ketok tular pun terus berlanjut hingga beragam jenis tanaman hias tanpa bunga seperti aglonema,  suplir, pakis, palem hias dan sebagainya hingga tanaman yang memiliki nama-nama aneh seperti janda bolong dan lidah mertua.

Mengoleksi tanaman sebagai hobby baru di era pandemic/Foto: pelakubisnis.com

Beragam alasan  orang hobbi mengoleksi tanaman. Pertama, untuk mengisi waktu di tengah pandemic yang mengharuskan orang mengurangi kegiatan di luar rumah dengan menerapkan social distancing dan terpaksa bekerja dari rumah –work from home-red-,. Untuk mengisi waktu karena seharian agar tidak bosan selama di rumah,  mulailah  mencari-cari kesibukan selain menyelesaikan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah.

Ada juga yang  memang sudah lama mengoleksi beberapa jenis tanaman. Namun baru  membereskan tanaman-tanamannya yang dulu boleh jadi awalnya kurang terurus dan tak pernah  tahu bila  ternyata  tanaman miliknya bernilai tinggi dan akhirnya sedikit demi sedikit  rela merogoh uang belanja untuk menambah koleksi tanaman hingga mengalokasikan  dana untuk biaya perawatannya.

Bahkan  ada juga yang melihat boomingnya koleksi tanaman sebagai  ladang bisnis baru bukan hanya untuk kesenangan semata dan merawatnya.  Dedi Johansyah salah satunya.  Pria 50 tahun ini sudah sejak lama punya  hobby mengoleksi tanaman hias dan memelihara burung jauh sebelum pandemic. Melalui  sosial media seperti facebook dan  grup what’s app, Dedy mengirim ragam jenis tanaman hias. Yang tujuan awal hanya ingin sekedar sharing koleksi tanaman hiasnya, akhirnya justru banyak teman-temannya tertarik membeli koleksi tanaman hiasnya.   Tak sekedar menjual tanaman hias tapi Dedi begitu customize turun langsung membereskan tanaman hias pelanggannya  yang tak lain masih dari kalangan teman-temannya. ”Alhamdulillah, sekarang kecipratan berkahnya,”ujar Dedi.

Perlu pemahaman sebelum memutuskan terjun menanam tanaman hias/Foto: Facebook

Memang perlu dipahami sebelum memutuskan  terjun menanam pohon hias, ada baiknya mempelajari dulu berbagai jenis tanaman dan cara merawatnya. Pilihan jenis tanaman pun tergantung dari banyak hal.  Bisa mencari  yang paling populer  dan laris manis, bisa juga karena  keindahannya, sesuai selera, atau mencari manfaatnya.  Bahkan adapula yang mencocokkan jenis tanaman dengan zodiac dan kepribadian si pemiliknya.

Tak jarang juga yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika sampai di toko tanaman.  Biasanya tanaman penuh warna-warni  bunga cukup menarik perhatian pengunjung yang datang ke toko bunga. Sebut saja bunga mawar, anggrek, bougenville, bunga sakura, adenium (kamboja Jepang)_ dan lain-lain.

Menyetek tanaman anting putri salju memiliki nilai tambah ketika ditempel pada batang pohon/Foto: pelakubisnis.com

Dan saat ini  berkembang tanaman hias yang menjadi semakin indah ketika di-stek, dikawinkan atau disilangkan seperti  tanaman bunga mawar, anggrek dan bougenville (bunga kertas) termasuk tanaman yang banyak disukai karena warna-warni bunganya yang dapat di-stek, dikawinkan atau disilangkan.

Kalau bicara tanaman hias yang terpopuler,  jenis tanaman monstera  salah satu yang semakin populer beberapa tahun belakangan ini bahkan sebagai tanaman ‘Instagrammable’ teratas. Monstera lebih cocok tumbuh pada kelembaban tinggi dan pencahayaan tidak langsung. Tanaman hias lainnya yang ngehits seperti philodendron  yang memiliki warna yang apik dengan bentuk dunia.

Adapula zamioculcas zamiifolia (ZZ) yang akrab disebut pohon dollar.  Tanaman hias ini berasal dari Afrika bagian timur  dan dapat bertahan dari kekeringan dan kondisi cahaya redup. Tanaman ZZ tumbuh paling baik di bawah sinar matahari cerah hingga sedang yang tidak langsung.

Selain Pohon Dollar, nama unik lainnya adalah  Lidah Mertua (sensiviera). Tanaman ini dapat bertahan berminggu-minggu tanpa air. Serta tumbuh dengan baik dalam cahaya sedang. Perawatannya juga gak ribet dan tanaman ini merupakan tanaman pilihan untuk  rumah yang memiliki sinar matahari  sangat terbatas.  Tak sedikit penggemar Lidah Mertua yang memajang tanaman hias ini di dalam rumah bahkan di kamar mandi.

Nama unik lainnya adalah tanaman hias Janda Bolong. Pertama kali ditemukan ahli botani asal Perancis,  Charles Plumier pada tahun 1963. Tanaman hias jenis Monstera ini disebut janda bolong karena memiliki daun yang bolong-bolong meski di pasar dunia tanaman ini terkenal dengan julukan Swiss Cheese Plant.  Tanaman Monstera adalah tanaman yang merambat dan dapat tumbuh vertikal secara cepat juga  memiliki akar yang tumbuh disekitar batangnya.

Harga tanaman hias Janda Bolong ditawarkan hingga Rp 250 juta/Foto: ggwp.id

Tanaman hias Janda Bolong ini banyak dibahas di sosial media karena namanya yang unik. Mengutip komentar dari perbincangan para sahabat di dunia maya, nama Janda Bolong versi nya dalam bahasa Jawa disebut Ron Podho Bolong yang artinya daunnya bolong-bolong. Dan kebiasaan orang Jawa seringkali menyingkat kata, jadilah tanaman itu di sebut rondho bolong (janda bolong).

Seperti Monstera ini, selain nama yang unik dan tanamannya juga indah dipandang, tak jarang orang memilih tanaman yang sedang hits ini  karena harganya yang mahal. Monstera merupakan salah satu jenis tanaman hias paling mahal di Indonesia yang termasuk sebagai tanaman tropis dari Araceae family.

Dibalik harganya yang mencapai puluhan juta,  tanaman ini memiliki begitu banyak jenis, sehingga jangan heran bila jenis tanaman Monstera ini ada yang banderol hingga Rp1 juta/pohon. Bahkan si Janda Bolong kabarnya ada yang mencapai Rp 100 juta/pohon. Percaya atau tidak, tinggal  bagaimana persepsi masing-masing orang.

Jenis tanaman hias  lainnya yang terbilang mahal di Indonesia  adalah tanaman hias Anggrek Hitam Papua yang harganya bisa mencapai Rp100 juta dan jenis bonsai yang juga mencapai jutaan rupiah.

Jenis tanaman hias paling mahal di Indonesia selanjutnya adalah Anthurium, yang belakangan ini juga merupakan salah satu tanaman hias yang sedang naik daun dan kisaran harganya hingga puluhan juta rupiah.

Aglaonema dan Anthurium banyak diminati/Foto: Facebook

Aglaonema juga merupakan salah satu jenis tanaman hias yang kabarnya terbilang mahal di Indonesia  karena dikenal dengan tampilannya yang begitu cantik, sehingga sangat cocok dijadikan sebagai dekorasi sebuah ruangan. Aglaonema sangat fenomenal karena ada yang mampu menjualnya hingga Rp10 juta-an.

Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini juga dipercaya mampu memberikan energi positif untuk mendatangkan rejeki. Karenanya, tak heran apabila tanaman ini banyak dicari orang. Diantara berbagai jenis tanaman Aglaonema yang ada, Red Aglaonema merupakan salah satu yang cukup populer.

Selain nama yang unik, populer dan harganya ‘Wow!’, ada juga yang membeli tanaman dengan mencocokkan kepribadian bahkan zodiac dari pemiliknya.

Contoh! Tanaman Succulent (sukulen-red) dari tanaman dari jenis kaktus ini biasanya ditanam di sebuah pot kecil yang lucu dan diletakkan di atas meja. Meski ukurannya cukup kecil, tanaman ini memiliki tampilan yang indah.Bentuknya yang mungil  tercermin pada kepribadian orang yang menyukai tanaman tersebut. Pecinta tanaman jenis ini biasanya menyukai hal yang terlihat simpel namun artistik. Ia juga menyukai tampilan yang bersih dan tertata.

Seperti tanaman Monstera yang cocok dengan latar minimalis ternyata juga menggambarkan kepribadian pemiliknya menyukai hal-hal yang sederhana namun terkesan elegan bahkan klasik. Ada juga tanaman Pakis yang  seringkali disukai orang yang memiliki kepribadian sedikit jadul. Ia menyukai gaya-gaya klasik.

Tak hanya mencocokkan dari sisi kepribadian, terkadang seseorang  membeli tanaman hias menyesuaikan dengan zodiaknya. Bisa juga karena pandangan pertama ketika Anda berkunjung ke toko tanaman hias. Apapun alasan dan tujuannya,  dengan mengoleksi tanaman, kita sudah mendapatkan banyak manfaat, mulai kualitas udara yang lebih baik, memperbaiki suasana hati agar terhindar dari stress,  dengan menanam tanaman kita sudah mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga populasi makhluk hidup.   []Siti Ruslina/Foto: Dok. Dedi Johansyah