Lampung Lampaui Target Investasi Tahun 2020

Meski di tengah pandemi Covid-19, Provinsi Lampung tetap menjadi daya tarik investasi. Sampai Semester I tahun ini, misalnya,  investasi telah melampaui target yang ditetapkan. Membangun komunikasi dengan berbagai pihak terus dilaksanakan secara intens!

Pemerintah Provinsi Lampung ( bolehlah tersenyum sumringah! Pasalnya, capaian investasi yang masuk ke  Lampung hingga triwulan II 2020 sudah mencapai lebih dari Rp11 triliun. Jumlah ini telah melampaui target investasi Lampung pada 2020 sebesar Rp5,7 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lampung Qodratul Ikhwan mengungkapkan, hingga triwulan II atau secara komulatif semester I 2020 investasi masuk ke Lampung sudah capai 214% dari target. Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, tidak mempengaruhi arus investasi yang masuk ke provinsi Lampung.

“Terus tahun 2019 banyak yang tertahan, karena ada Pilpres. Setelah mereka melihat kepemimpinan nasional selesai, lalu Pak Gubernur juga ramah, maka Januari langsung eksekusi,” terangnya, sebagaimana dikutip dari harianmomentum.com, pada 25/6 lalu.

Meski demikian, dia berharap realisasi investasi ke Lampung terus meningkat, walau sudah memenuhi target dan dalam masa pandemi Corona virus disease 2019 (covid-19). “Makanya kita bangun komunikasi dengan berbagai pihak. Pak Gubernur juga terus improvisasi. Sementara untuk triwulan kedua ini dikhawatirkan negatif, karena Covid-19,” terangnya.

Komunikasi yang dibangun Pemprov Lampung memang kelihatannya cukup intens. September lalu, misalnya, ada tujuh  proyek investasi yang bersifat ready to offer ditawarkan Provinsi Lampung dalam seri keenam seminar daring Road to Indonesia Investment Day 2020  dilaksanakan KBRI Singapura dan didukung oleh Perwakilan Bank Indonesia dan Perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal di Singapura (IIPC) pada 15/9 lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh setidaknya 142 peserta terdaftar yang membahas berbagai proyek investasi di Provinsi Lampung.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Singapura, Didik Eko Pujianto menyampaikan,  Provinsi Lampung  memiliki berbagai potensi yang tengah dan akan dikembangkan, yang tentu saja menarik minat para investor. Didik melanjutkan bahwa ada empat proyek potensi investasi di Lampung yang siap dipaparkan lebih lanjut, yaitu Bakauheni Resort – Integrated Tourism Area, Tanggamus Maritime Industrial Area, Way Laga Bizpark, dan Waste to Energy Bakung Project, sebagaimana dikutip dari kemlu.go.id, 18 September lalu.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas makro dan keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Sementara Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa BKPM senantiasa siap memfasilitasi para investor yang akan melakukan investasi di Indonesia, mulai dari perizinan, pemberian insentif dan jaminan kemudahan investasi.

Sekdaprov Lampung, Fahrizal Darminto: Lampung memiliki produk-produk unggulan pertanian seperti kopi dan kelapa.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Fahrizal Darminto menyampaikan,  Lampung merupakan provinsi yang memiliki potensi yang sangat besar, diantaranya produk-produk unggulan pertanian seperti kopi dan kelapa.

Di sisi lain, Singapura merupakan negara asal investor terbesar di Lampung, utamanya di bidang industri makanan. Oleh karena itu, Pemprov Lampung siap untuk memfasilitasi dan mendukung apabila ada investor potensial yang ingin berinvestasi di Lampung.

Sementara dalam acara Indonesia Business Infrastructure and Investment Forum (IBIIF) ke-2 Tahun 2020 yang dilakukan secara virtual, di Ruang Command Center lt. 2 Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Bandarlampung, pada 2/10, Fahrizal mempromosikan proyek  unggulan di Provinsi Lampung. Kegiatan ini bermanfaat bagi pembangunan daerah dan berimplikasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung. .

Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan gerbang Pulau Sumatera dengan jarak tempuh dari ibukota Jakarta yang sangat dekat, dengan keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Dermaga Eksekutif Bakauheni. Hal ini semakin meningkatkan keunggulan strategis dan daya saing Provinsi Lampung.

Dan memang posisi Lampung yang berada di “pintu gerbang”  dari Jawa menuju Sumatera menjadi urat nadi transportasi logistik kedua pulau tersebut. Ada beberapa alternatif transportasi yang dapat dilalui menuju Lampung. Dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak atau dari Pelabuhan Panjang menuju Pelabuhan Tanjung Priuk yang dikenal dengan tol laut.

Pariwisata salah stu peluang investasi menarik di Lampung/foto: ist

Lebih lanjut ditambahkan, potensi dan keunggulan Provinsi Lampung di antaranya Sektor Pertanian, bidang pengembangan kawasan industri, pariwisata, dan infrastuktur.  Di Sektor Pertanian, Provinsi Lampung dikenal sebagai penghasil berbagai produk pertanian dan perkebunan sehingga menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi penopang ketahanan pangan nasional.

Misalnya ubi kayu yang menempati peringkat pertama di Indonesia dengan jumlah produksi sekitar 4,92 juta ton. Sentra produksi kopi robusta sekitar 110 ribu ton. Sentra padi dengan jumlah produksi mencapai 2,1 ton dan menjadi salah satu lumbung padi nasional. Lalu, komiditi jagung dengan produksi mencapai 2,4 juta dan terdapat komoditi unggulan lainnya seperti lada, tebu, kelapa sawit dan kakao serta menjadi lumbung ternak sapi, sebagaimana dikutip dari  biroadpim.lampungprov.go.id

“Dari sisi dukungan infrastruktur darat, telah selesai dibangun jalan tol yang merupakan bagian Jalan Tol Trans Sumatera. Dengan adanya jalan tol maka pergerakan manusia dan barang menjadi semakin mudah. Dari sisi laut, selain ada pelabuhan penyebrangan Bakauheni, terdapat beberapa pelabuhan potensial di Provinsi Lampung seperti Pelabuhan Internasional Panjang,”jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Fahrizal berharap IIBF ke 2 tahun 2020 ini akan membuka peluang investasi yang sebesar – besarnya bagi Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Duta besar Republik Indonesia untuk Australia, Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Konsul Jenderal RI di Sydney, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Beijing, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung dan Kepala perwakilan perbankan di wilayah kerja Australia.

Sementara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Provinsi Lampung sepakat dukung program Pemerintah melalui sinergitas perencanaan dan pembangunan. Hal tersebut tertuang dalam penandatanganan Nota Kesepakatan antara BPPT dengan Pemerintah Provinsi Lampung tentang Pengkajian, Penerapan, dan Pemanfaatan Teknologi untuk Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung, secara virtual pada 8/12.

Usai penandatanganan, Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, kesepakatan ini adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang meliputi penyediaan dan pemanfaatan infrastruktur serta fasilitas BPPT di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang. Pengkajian, penerapan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan potensi dan produk komoditas unggulan daerah.

Hammam menyebut, negara-negara yang telah berhasil dalam pembangunan ekonomi, merupakan negara yang menguasai serta menggunakan teknologi guna mendukung pembangunan ekonominya. Kemajuan perekonomian suatu bangsa akan terus berkembang jika didukung oleh inovasi teknologi, sebagaimana dikutip dari bppt.go.id.

Selain itu, berbagai hasil kaji terap BPPT telah menghasilkan inovasi yang siap untuk didesiminasikan agar dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah, masyarakat maupun dunia usaha. Seperti misalnya Pembangkit Listrik Teknologi Sampah (PLTSa), teknologi ex vitro untuk perbanyakan benih (termasuk kopi, lada dan lainnya) serta teknologi sangrai kopi tipe fluidisasi. Kemudian untuk pencegahan stunting BPPT menghasilkan produk PURULA yang merupakan modifikasi pati  untuk meningkatkan daya saing industri pati nasional, serta teknologi-teknologi lainnya.

Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto menyambut baik kerjasama ini. Melalui kerja sama ini dan inovasi dari BPPT, maka potensi yang ada di Provinsi Lampung dapat menciptakan nilai tambah pada produk-produk baru berupa turunan dari pengolahan yang sudah ada. “Sehingga bisa menciptakan peluang investasi dan bisa memberikan peluang kerja bagi masyarakat terutama masyarakat pedesaan dan masyarakat petani,” jelas Fahrizal.

Ke depan diharapkan, BPPT dengan Pemprov Lampung dapat membangun sinergi antara pemerintah, akademisi dengan para peneliti, pengusaha dan para masyarakat. Semoga penandatanganan ini dapat segera ditindak lanjuti melalui upaya-upaya lebih konkrit sehingga dapat merumuskan program-program kerja yang terukur kedepannya. [] Yuniman Taqwa/foto ilustrasi dpmptsp.lampungprov.go.id