Layanan Streaming dan  CLOUD Menjadi Gaya Hidup  Paska Pandemi  

Jakarta, 5 November 2020, pelakubisnis.com– Pandemi COVID-19 telah merubah aktivitas bekerja dan lebih banyak menikmati hiburan   di rumah (stay @ home).  Berdasarkan  temuan riset  yang dilakukan Inventure pada Agustus-September terhadap 628 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, 60.8% responden masih akan mengutamakan hiburan online pasca pandemi nanti. Kebiasaan baru home entertainment dan WFH akan mendorong melonjaknya penggunaan platform sharing yang tersedia melalui layanan cloud.

“Hal ini semakin mengukuhkan bahwa layanan streaming dan cloud telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup bagi konsumen pasca pandemi,” ujar Yuswohady, Managing Partner Inventure sekaligus Direktur Program Indonesia Industry Outlook 2021.

Sihmirmo Adi, CEO Telkom Sigma mengamini paparan yang disampaikan  Yuswohady di webinar  “Indonesia Industry Outlook 2021” yang diselenggarakan oleh Inventure 4 – 6 November 2020. “Streaming dan cloud adalah masa depan, dan menjadi bagian dari gaya hidup konsumen. Kami terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai layanan cloud yang cocok dengan kebutuhan pelanggan”,”kata Sihmirmo.

Selain segmen BUMN, saat ini Telkom Sigma juga memiliki program edukasi untuk UMKM/SME, yang  secara size  memang kecil, namun  Indonesia memilliki jutaan orang pedagang kecil. “UMKM ini harus efisien untuk spending IT. Diantara mereka punya potensi masuk ke global market,”ujar Sihmirmo, seraya menyebutkan saat ini Telkom Sigma telah memiliki layanan software as services (SaaS) Cloud A untuk mendukung digitalisasi bagi pelaku usaha UMKM dan perusahaan rintisan atau startup.-

 “Kita tak perlu takut dengan persaingan yang terjadi. Challenge semua sektor pasti ada. Dari data senter kita bisa menjadi tamu di negara diri.  Kami punya network cukup luas yang membuat kami cukup percaya diri.  Situasi  sekarang ini bagaimana  mengantisipasi  menghasilkan pertumbuhan yang maksimal maupun yang terukur dalam 5 tahun ke depan. Di sektor perbankan misalnya. Sekarang sudah mengarah ke digital banking. Situasi ini menjadi peluang  bagi kami,  ada niche market,”ujarnya.

Ia menambahkan, tak bisa dipungkiri hidup kita sudah berubah. New normal atau apapun namanya,  transformasi digital yang didorong oleh COVID-19 ini memang sudah terjadi dan akan menjadi satu keniscayaan baru dalam kehidupan kita.[]sr