Perubahan Perilaku Konsumen, Dorong Provider Telekomunikasi Berjaya

Jakarta, 5 November 2020, pelakubisnis.com – Online event menjadi salah satu hiburan yang paling digemari masyarakat di tengah pandemi saat ini.  Survei yang dilakukan oleh Inventure, sebanyak 66,4% dari 628 responden mengatakan setuju bahwa selama pandemi mereka sering mengikuti event-event online seperti webinar, dan konser musik melalui platform digital.

“Hal ini sesuai dengan prediksi kami tentang “Four Consumer Megashifts” di masa pandemi, yaitu kecenderungan masyarakat semakin “go virtual” dimana seluruh aktivitas masyarakat kini dilakukan secara virtual mulai dari berbelanja, bekerja, menikmati hiburan, hingga beribadah,” kata Yuswohady, Managing Partner Inventure.

Tak mengherankan jika ke depannya online event akan tetap diminati kalangan konsumen, alasannya konsumen masih khawatir akan penularan virus di tempat umum nan ramai. Sementara di tengah tingginya permintaan akan event online, permintaan akan jaringan internet yang stabil pun mengalami peningkatan. Alhasil maraknya online event selama pandemi sekaligus menjadi momentum bagi provider telekomunikasi untuk memperkuat positioning sebagai digital telco.

Menanggapi temuan tersebut, Setyanto Hantoro, Presiden Direktur Telkomsel mengatakan, bahwa konsumsi media digital masyarakat yang semakin luas (“widening“) dan dalam (“deepening“) adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh pemain telekominikasi. Hal ini menuntut mereka untuk melakukan transformasi digital untuk menjadi DiCo (digital company).

Setyanto menambahkan hasil survei yang dilakukan Inventure  inline dengan digital telco. “Sebagai telco, kami tahu user kami bagaimana behaviour mereka menggunakan network, Shifting-nya bagaimana? Kita juga mensurvei kepada pelanggan kami, baik dalam bentuk data analitik maupun pertanyaan kepada pelanggan itu,” tambahnya.

Berdasarkan survei tersebut,tambah Setyanto,  tidak bisa memakai acuan berdasarkan data 2019. Setidaknya bisa dilihat  data per  Maret 2020. Karena shifting, perubahan drastis pun terjadi. Dari sisi konsumen ada kelompok masyarakat yang tidak terpengaruh dari segi pendapatan.  Survei dilakukan dua kali, yaitu Juli dan akhir Oktober 2020. “Tapi angkanya turun dari 27 persen  pada Juli menjadi 22 persen pada September 2020. Ada lagi yang agak berpengaruh di kisaran 25 – 30 persen berkurang pendapatan di angka kurang dari 50 persen,” kata Setyanto.

Dengan shifting pendapatan seperti itu, lanjut Setyanto, maka perilaku konsumen yang tidak terpengaruh pendapatannya juga akan berubah.   Hal ini disebabkan pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dari banyak di luar rumah, menjadi banyak di dalam rumah. Akibatnya konsumsi data dia, dari mobile network menjadi fixed broadband, dari Telkomsel berubah ke IndiHome atau masuk kantong kiri ke luar kantong kanan.”Jangan berharap bahwa pandemi ini akan berakhir dan kembali seperti sedia kala,” ujarnya.

Menurut Setyanto, pemain yang akan memenangkan persaingan adalah mereka yang tak menunggu kapan krisis akan berakhir, tapi mereka yang proaktif dan agile menyesuaikan diri pada kondisi saat ini. “Bedanya the loser dengan the winner di masa pandemi adalah: the loser akan selalu wait and see, sementara the winner selalu win and see,” ujarnya.[]yt