Toko Fisik Sepi, Aktivitas Belanja Beralih ke Online

Jakarta, 5 November 2020, pelakubisnis.com – Selama pandemi praktis aktifitas berbelanja konsumen beralih secara online. Tak hanya untuk kebutuhan sekunder maupun tersier, kini konsumen juga berbelanja kebutuhan pokok di e-commerce.

Pandemi mendorong aktivitas belanja online mengalami peningkatan yang signifikan. Ke depannya, di masa next normal, konsumen pun masih enggan untuk berbelanja di toko offline meskipun vaksin telah diproduksi.

Kondisi ini diperkuat dengan hasil survei yang dilakukan oleh Inventure, yaitu sebanyak 69,6% responden dari 629 masih takut berbelanja di pasar tradisional sedangkan 65,9% responden mengatakan masih takut berbelanja di ritel modern meskipun vaksin sudah diproduksi.

Menanggapi temuan menarik ini Mohammad Feriadi, Presiden Direktur JNE, dalam diskusi di Indonesia Industry Outlook 2021, 4-6 November 2020 mengungkapkan bahwa kini migrasi konsumen ke ranah online berlangsung kian dalam (deepening). “Kami di JNE mengamati adanya shifting konsumen dimana belanja kebutuhan pokok kini mulai dilakukan secara online, termasuk untuk produk kesehatan dan frozen food,” ujarnya. Seperti diketahui maraknya belanja online sebagai dampak dari pandemi membawa berkah luar biasa kepada jasa pengiriman seperti JNE.

Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan pengiriman masyarakat di tengah pandemi saat ini juga merupakan tantangan. Itu sebabnya, JNE terus menjalankan pengembangan dan pembangunan sesuai rencana. Di antaranya pembangunan mega hub yang terus berjalan serta jaringan maupun infrastruktur lainnya agar dapat terus menangani kapasitas pengiriman yang terus bertambah.

Sementara itu Yuswohady, Managing Partner Inventure, menekankan tren ke arah omnichannel. “Setelah vaksin tersedia, memang konsumen tak akan meninggalkan pasar dan toko fisik. Namun kami meyakini bahwa migrasi konsumen ke toko online akan mengalami akselerasi,” ujarnya.[] yt