Menko Airlangga Resmikan Operasionalisasi Pabrik HSG Material, Tarik Investasi ke Sektor Manufaktur
Semarang, 10 Oktober 2026, pelakubisnis.com – Pemerintah memperkuat pengembangan kawasan ekonomi khusus sebagai instrumen untuk menarik investasi, meningkatkan kapasitas industri manufaktur, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses pasar ekspor. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal merupakan salah satu wujud pengembangan kawasan industri yang berangkat dari kerja sama bilateral.
“Pengembangan KEK Kendal dan masuknya investasi baru diharapkan terus memperkuat ekosistem industri Jawa Tengah melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, diversifikasi kegiatan manufaktur, dan perluasan pasar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rangkaian acara Seremoni Peresmian PT HSG Material Indonesia di Kota Semarang, dalam rilisnya pada 10/110.
Pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dan Singapura. Sejak diresmikan pada 14 November 2016 oleh kedua kepala pemerintahan dihadiri oleh Menko Airlangga, kawasan industri ini dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri yang didukung penyediaan infrastruktur, kemudahan investasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan kawasan tersebut terus membuka peluang bagi masuknya investasi baru dan perluasan kegiatan manufaktur di Jawa Tengah.
Seiring perkembangannya, KIK Kendal kemudian memperoleh status sebagai KEK Kendal melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dan memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu instrumen Pemerintah untuk menarik investasi, meningkatkan aktivitas industri, menciptakan lapangan kerja serta mendorong ekspor melalui dukungan fasilitas dan kemudahan sesuai ketentuan KEK.
KEK Kendal terus dikembangkan sebagai kawasan industri terpadu yang menjadi tujuan investasi berbagai sektor manufaktur. Dalam konteks tersebut, operasionalisasi pabrik PT HSG Material Indonesia yang diresmikan Menko Airlangga ini menjadi salah satu realisasi investasi yang diharapkan dapat menambah kapasitas produksi material konstruksi, menyerap tenaga kerja, dan membuka peluang perluasan pasar.
PT HSG Material Indonesia merealisasikan investasi senilai Rp710 miliar di KEK Kendal dengan perkiraan penyerapan hingga 400 tenaga kerja. Fasilitas produksinya mencakup tiang pancang pipa prefabrikasi, tiang pancang persegi prefabrikasi, dan beton pracetak. Berdasarkan perencanaan awal perusahaan, fasilitas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas penjualan tahunan sebesar 3 juta meter tiang pancang beton prefabrikasi dan 150 ribu meter persegi beton siap pakai. Kapasitas tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor serta mendukung kebutuhan pembangunan infrastruktur, kawasan industri, dan berbagai proyek konstruksi di Indonesia.
Kehadiran PT HSG Material Indonesia di KEK Kendal, yang merupakan bagian dari Fujian Hongsheng Material Technology, menjadi momentum baru atas semakin eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok. Investasi ini juga sejalan dengan inisiatif Two Countries, Twin Parks (TCTP) yang merupakan kerja sama pengembangan kawasan industri kembar antara Indonesia dengan Tiongkok. Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendorong realisasi proyek investasi, transfer teknologi, dan integrasi rantai pasok. Melalui kolaborasi ini, pengembangan industri diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat keterhubungan pelaku usaha dan rantai pasok antara kedua pihak.
Dari sisi pasar, fasilitas produksi material konstruksi di Indonesia berpotensi memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menjangkau pasar regional, khususnya Asia Tenggara. Pasar material konstruksi di kawasan tersebut pada 2025 tercatat mencapai USD682 juta. Dengan dukungan kapasitas produksi, akses pasar, dan konektivitas industri, pengembangan manufaktur di KEK Kendal berpeluang memperkuat daya saing produk Indonesia serta meningkatkan potensi perolehan devisa ekspor.
“Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang kondusif agar komitmen investasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan usaha produktif yang memperkuat struktur industri nasional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuh Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. []nov/dep3/iqb/tam/sp
