Kemenperin Perluas Pasar IKM Kriya, Ekspor Lampaui USD 223 Juta

Jakarta, 6 Oktober 2026, pelakubisnis.com – Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memfasilitasi pelaku IKM mengikuti berbagai ajang promosi dan pameran untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menyampaikan, kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal merupakan modal besar bagi pengembangan industri fesyen dan kriya nasional. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan menjadi produk inovatif dan bernilai tambah yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun global.

“Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus mendorong potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional,” ujar Reni dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/10).

Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi Kemenperin pada Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Kriyanusa 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan karya perajin Nusantara sekaligus memperluas peluang pasar.

Menurut Reni, keikutsertaan dalam pameran menjadi bagian penting dari program pembinaan IKM karena memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, mendapatkan respons pasar, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.

“Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya, memperluas jejaring usaha, sekaligus memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dihasilkan,” ungkapnya.

Potensi industri kerajinan nasional juga tercermin dari kinerja ekspornya. Pada triwulan II tahun 2026, nilai ekspor industri kerajinan mencapai USD223,1 juta, meningkat 28,59 persen secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD173,50 juta.

Komoditas ekspor tersebut antara lain barang anyaman dari rotan dan bambu, barang anyaman dari tanaman selain rotan dan bambu, kerajinan ukiran kayu bukan mebel, alat dapur berbahan kayu, rotan, dan bambu, produk keramik, serta berbagai produk industri kerajinan lainnya.

Berdasarkan data Trade Map periode Januari–Juni 2026, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar produk industri kerajinan Indonesia dengan pangsa sekitar 28 persen, disusul Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan Belanda. Produk kerajinan Indonesia juga telah menjangkau Inggris, Jerman, Prancis, Australia, Spanyol, Malaysia, Korea Selatan, Belgia, Italia, dan India.

Untuk semakin memperkuat kinerja tersebut, Kemenperin bersama Dekranas terus menjalankan berbagai program pembinaan, mulai dari bimbingan teknis, pendampingan di sentra IKM, pengembangan dan diversifikasi produk, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran kerajinan nasional.[] sp