WCCE 2026: Indonesia-Tencent Sepakati Kerja Sama Pengembangan IP dan Talenta Kreatif ke Pasar Global

Jakarta, 21 Oktober 2026, pelakubisnis.com –  Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Tencent menjalin kemitraan untuk mengembangkan dan mengomersialisasikan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal, memperkuat kapasitas talenta dan ekosistem digital melalui pelatihan teknologi cloud dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta mengembangkan sektor gim dan esports untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (21/10).

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyaksikan penandatanganan MoU oleh Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati, dan Director of Public Affairs, Asia Pacific Tencent, Monrawee Ampolpittayanant.

Dalam pertemuan bilateral, kedua pihak membahas tiga bidang kolaborasi, yakni pengembangan konten lokal beserta dampak ekonomi dan budayanya, penguatan ekosistem digital untuk industri media dan gim, serta pemanfaatan gim bagi pengembangan ekonomi kreatif dan masyarakat digital.

Menteri Teuku Riefky menekankan bahwa besarnya potensi kreativitas Indonesia perlu diiringi dengan kemampuan mengembangkan dan mengomersialkan karya agar memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan sekitar 27,4 juta orang bekerja di sektor ekonomi kreatif, kolaborasi dengan industri global menjadi salah satu peluang untuk memperkuat keterampilan dan daya saing pelaku kreatif di berbagai daerah.

“Para kreator Indonesia memiliki kreativitas dan inovasi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana memastikan kreativitas tersebut menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi dan praktik terbaik dari mitra industri global untuk memperkuat kapasitas pelaku kreatif, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di berbagai daerah,” ujarny.

Salah satu fokus kemitraan ini adalah membantu kreator Indonesia mengembangkan IP menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan menjangkau audiens internasional. Cerita dan budaya lokal berpeluang diadaptasi menjadi gim, serial, animasi, maupun produk kreatif lainnya melalui platform dan ekosistem digital Tencent. Kolaborasi juga berpotensi melibatkan penulis serta penerbit Indonesia dalam pengembangan dan adaptasi karya.

Untuk mendukung proses tersebut, kedua pihak membahas program peningkatan kapasitas melalui pelatihan, lokakarya (workshop), dan pendampingan di bidang desain gim, monetisasi, kecerdasan artifisial, komputasi awan, serta keamanan siber. Tencent juga membuka peluang bagi studio Indonesia untuk memperoleh pendampingan dan akses ke jaringan global, termasuk kesempatan penerbitan karya.

Kolaborasi turut mencakup pengembangan talenta gim dan esports melalui jalur pembinaan serta kegiatan kompetitif. Gim juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan budaya lokal dengan melibatkan kreator dan komunitas Indonesia, sehingga pengembangannya tidak hanya membuka peluang bisnis, tetapi juga memperluas jangkauan cerita Indonesia.

Perwakilan Tencent, Monrawee Ampolpittayanant, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung pengembangan IP dan talenta Indonesia melalui ekosistem bisnisnya yang mencakup gim, hiburan digital, penerbitan, cloud, dan kecerdasan artifisial. Tencent juga menyatakan kesiapan membahas program yang sejalan dengan prioritas pemerintah, khususnya dalam pengembangan konten lokal, peningkatan keterampilan, dan konektivitas dengan industri internasional.

MoU yang berlaku selama tiga tahun ini akan ditindaklanjuti melalui pembahasan mekanisme pelaksanaan dan penetapan prioritas program. Kementerian Ekraf dan Tencent akan mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dijalankan secara bertahap sesuai kebutuhan pelaku kreatif. Kemitraan ini diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi kreator dan studio Indonesia untuk mengembangkan karya, memperluas jaringan industri, serta meningkatkan daya saing IP lokal di pasar global.[]sp