Impor Oktober 2022 Melemah Dibanding September 2022

Jakarta, 17 November 2022, pelakubisnis.com – Total  impor  Indonesia    Oktober  2022  mencapai  USD  19,14  miliar.  Nilai  ini  relatif  melemah 3,40  persen  dibanding  Agustus  2022  (MoM),  namun  meningkat  17,44  persen  bila  dibandingkan Oktober  2021  (YoY). “Penurunan kinerja impor pada Oktober 2022 dipicu menurunnya impor nonmigas sebesar 3,73 persen (MoM) dan menurunnya impor migas sebesar 1,81 persen (MoM),”jelas Mendag Zulkifli  Hasan .

 Zulkifli  Hasan  mengungkapkan,  jika  berdasarkan  golongan  penggunaan  barang,  impor bahan  baku/penolong  dan  barang  modal  melandai  masing-masing  sebesar 3,99  persen  dan  7,22 persen  MoM.  Penurunan  impor  bahan  baku/penolong  dan  barang  modal  di  Oktober  ini  juga tecermin dari penurunan Standard and Poor’s (S&P) Global Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor   industri   manufaktur   di   Indonesia   pada   Oktober   2022   dilevel   51,8   atau   turun   dari September  2022  di  level  53,7.  Di  sisi  lain,  impor  barang  konsumsi  justru  meningkat  10,13  persen (MoM)  pada  Oktober  2022.  Kenaikan  impor  barang  konsumsi  ini  menandai  pulihnya  ekonomi dalam negeri dan membaiknya permintaan domestik sebagaimana tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen  (IKK)  Oktober  2022  sebesar  120,3  yang  lebih  tinggi  dibandingkan bulan  sebelumnya sebesar 117,2.

“Penurunan impor bahan baku dan barang modal pada dua bulan terakhir ini perlu diwaspadai, mengingat imporbahan baku/penolong dan barang modal mempengaruhi aktivitas industri, gerak ekonomi, dan investasi di masa depan,”ujar Mendag.

Beberapa  bahan  baku/penolong  yang  impornya  turun  adalah  bahan  bakar  mineral,  logam  mulia dan  perhiasan/permata,  gula  dan  kembang  gula,  serta  ampas/sisa  industri  makanan.  Sedangkan beberapa komoditas barang modal yang berkontraksi terdalam adalah laptop, alat berat, barang-barang  lain  pada  kelompok  mesin  dan  peralatan  mekanis  (HS  84),  serta  mesin  dan  perlengkapan elektrik  (HS  85). Di  sisi  lain,  barang  konsumsi  yang  impornya  meningkat  signifikan  antara  lain vaksin,  bawang  putih,  bahan  bakar  kendaraan  bermesin  diesel,  minyak  medium  lainnya  dan olahannya,  tali  pengaman  bukan  untuk  keperluan  industri,  serta  buah-buahan  seperti  anggur, kelengkeng, dan apel.

Berdasarkan  negara  asal,  impor  nonmigas  Indonesia  didominasi  komoditas  dari  RRT,  Jepang,  dan Korea Selatan dengan total pangsa 48,03 persen dari total impor nonmigas Oktober 2022. Negara asal  impor  dengan  penurunan  impor  nonmigas  terdalam  pada  Oktober  2022  adalah  Argentina yang  turun  37,02  persen,  Arab  Saudi  (turun  33,78  persen),  Hongkong  (turun  25,75  persen),  India (turun 21,02 persen), dan Singapura (turun 17,01 persen MoM).

Lebih lanjut Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan, secara kumulatif, total impor periode Januari–Oktober  2022  mencapai  USD  198,62  miliar  atau  naik  27,72  persen  dari  Januari–Oktober  2021 (YoY).  Pertumbuhan  impor  tersebut  dipicu  lonjakan  impor  migas  sebesar  79,92  persen  dan kenaikan impor nonmigas sebesar 20,40 persen YoY.[] sp