Lolos Tahap I Penilaian Eksternal, Bappebti Semakin Dekat dengan ZI 2024

Jakarta,17 September 2024, pelakubisnis.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) lolos tahap  I pada  penilaian  pembangunan Zona  Integritas  (ZI) eksternal tahun  2024  oleh  Kementerian Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi  (KemenPAN-RB).Semakin  dekatnya menuju ZI menandakan komitmen Bappebti dalam mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) guna mendukung pembangunan ZI 2024.

“Lolosnya  Bappebti tahap  I  pada  penilaian  pembangunan  Zona  Integritas  (ZI)  ekstern aladalah pencapaian  yang  signifikan. Diharapkan Bappebti  dapat  secara  tuntas  menyelesaikan  setiap tahapan penilaian ZI 2024 sehingga dapat berhasil menuju ZI.Hal ini adalah wujud komitmen kami dalam penguatan integritas, baik organisasi maupun SDM Bappebti,” jelas Kepala Bappebti Kasan pada, Selasa (17/9).

Kasan  menambahkan,  Bappebti  menggulirkan tiga  inovasi untuk  mendukung pembangunan  ZI Bappebti pada2024,  yaitu pembentukan  Bursa  Aset  Kripto, pembentukan  Bursa Crude  Palm Oil(CPO),  dan penilaian  peringkat  pialang  berjangka  komoditi.  Bursa  Aset  Kripto  adalah  salah  satu bagian  penting  dari  ekosistem aset  kripto Indonesia  yang  dibangun  pada  Juli  2023.Bursa  Aset Kripto berfungsi melakukan pencatatan dan pengawasan atas keseluruhan transaksi yang terjadi di pedagang Aset Kripto sehingga perdagangan lebih termonitor, transparan, adil, dan akuntabel.

“Pembentukan   Bursa   Aset   Kripto   merupakan   hasil   kolaborasi   Bappebti   dengan pemangku kepentingan terkait yang bertujuan untuk penguatan perlindungan kepada masyarakat/pelanggan dan  memberikan  kepastian  berusaha  bagi  pelaku  industri Aset  Kripto  di  tanah  air.  Dengan dibentuknya bursa,  tata kelola  perdagangan aset  kripto di  Indonesia  diharapkan  menjadi  lebih baik dan transaksi masyarakat menjadi lebih aman,” ungkap Kasan.

Sementara  itu,  terkait  inovasi  Pembentukan  Bursa  CPO,  Kasan  menyampaikan  ini  adalah  langkah strategis  yang  sangat  baik  untuk  mewujudkan  mimpi  Indonesia  memiliki harga  acuan  sendiri bagi perdagangan  komoditas  CPO.  Sebagai  negara  produsen  dan  eksportir  terbesar  CPO,  saat  ini Indonesia masih menggunakan harga bursa di Malaysia dan Rotterdam sebagai acuan.

“Dengan  potensi  besar  yang  ada  saat  ini,  saya  yakin  Indonesia  dapat  memiliki  harga  acuan  CPO sendiri. Melalui   kolaborasi sinergis   antara   Bappebti   dengan pemangku   kepentingan terkait, akhirnya   kami   dapat mendirikan Bursa   CPO   yang   mewadahi   transaksi   perdagangan   CPO di  Indonesia supaya membentukharga  acuan  yang  adil,  transparan,  kredibel,  dan real  time,”tegas Kasan.

Harga  acuan  CPO  yang  terbentuk  dari  transaksi  di  Bursa  CPO  Indonesia  akan  bermanfaat  bagi masyarakat  utamanya  pelaku  usaha  CPO. Salah  satu  manfaat  harga  acuan  CPO  tersebut adalah mendorong   perbaikan   harga tandan   buah   segar (TBS)   di   tingkat   petani   oleh   Kementerian Pertanian.  Selain  itu,  harga  acuan  CPO dapat  digunakan  dalam  penetapan  harga  biodiesel  oleh Kementerian ESDM dengan lebih akurat, penetapan Harga Patokan ekspor (HPE) yang lebih jelas, dan optimalisasi penerimaan negara dari pajak.

Terkait inovasi peringkat  pialang  berjangka  komoditi,  Bappebti melakukan  penilaian  berkala  atas kinerja pialang berjangka di bawah pengawasan Bappebti. Penilaian berkala yang dilakukan setiap tiga  bulan  ini  diharapkan  dapat  meningkatkan  kualitas pialang  berjangka dibawah pengawasanBappebti.

“Penilaian dilakukan  berdasarkan hasil pengawasan Biro  Pengawasan  Perdagangan  Berjangka Komoditi  (PBK),  Sistem  Resi  Gudang  (SRG),  dan  Pasar  Lelang  Komoditas  (PLK)  dengan  aspek penilaian dan indikator sesuai ketentuan yang ditetapkan. Sistem penilaian ini juga sebagai upaya menjaga citra positif PBK di Indonesia dan mengurangi aduan. Masyarakat juga akan dimudahkan dalam  memilih  Pialang  Berjangka  dengan  nilai  baik  untuk  menjadi  fasilitator  dalam  transaksi PBK,” imbuh Kasan.

Inovasi-inovasi    yang    dilakukan    tersebut    merupakan    refleksisemangat    Bappebti    dalam mengembangkan industri perdagangan berjangka di Indonesia. Untuk itu melalui pembangunan ZI yang  saat  ini  sedang  diupayakan,  Bappebti  diharapkan  lebih  optimal  dalam  berkontribusi  bagi penguatan   perdagangan   dan   ekonomi   nasional   yang   didukung   oleh   sumber   daya   yang berintegritas.[]sp