Bappebti Tegaskan Komitmen Penguatan Industri Perdagangan Berjangka Komoditi

Tangerang  Selatan, 25 Januari  2025, pelakubisnis.com – Memasuki  2025,  Badan  Pengawas  Perdagangan  Berjangka Komoditi  (Bappebti)  berkomitmen  memperkuat  Perdagangan  Berjangka  Komoditi  (PBK)  sebagai instrumen  penguatan  perdagangan komoditas  unggulan  Indonesia  melalui  pembentukan  harga acuan.  

Demikian   disampaikan   Kepala   Bappebti,   Tirta   Karma   Senjaya  dalam   konferensi   pers Capaian  Kinerja  Bappebti  2024  dan  Langkah  Strategis  2025  di  Tangerang  Selatan,  pada 24/1. Kegiatan ini merupakan rangkaian Outlook dan Rapat Koordinasi Bappebti Tahun 2025 pada 23—24 Januari 2025.

“Tahun  ini  akan  menjadi  tahun  yang  tidak  mudah  dan  penuh  tantangan.  Untuk  itu,  Bappebti berkomitmen  terus  meningkatkan  kinerja  di  setiap  sektor  terkait.  Komitmen  ini  menjadi  langkah strategis  Bappebti  dalam  menghadapi  berbagai  tantangan  perdagangan,  baik  di  tataran  global maupun dalam negeri dengan capain kinerja 2024 sebagai bahan refleksi dan pijakan,” tegas Tirta.

 Menurut  Tirta,  Bappebti  berkomitmen  menyukseskan  arahan  Presiden  RI  untuk  program swasembada  pangan,  swasembada  energi,  dan  hilirisasi.  Selain  itu  juga   menyukseskan  tiga program  kerja  Menteri  Perdagangan  dalam  pengamanan  pasar  dalam  negeri,  memperluas  pasar ekspor,  dan  UMKM  Bisa  Ekspor,  yang  dapat  memicu  pertumbuhan  ekonomi  nasional  yang berkelanjutan dan produk lokal yang berdaya saing.

Tantangan  lain,  lanjut  Tirta,   adanya  peralihan  kewenangan  pengaturan  dan  pengawasan aset  kripto  dan  derivatif  keuangan  dari  Bappebti  ke  Otoritas  Jasa  Keuangan(OJK)  Pengawas Inovasi  Teknologi  Sektor  Keuangan  (IAKD),  Aset  Keuangan  Digital,  dan  Aset  Kripto;  Derivatif Keuangan    yaitu  Indeks  Saham  dan Single  Stockdari  Bappebti  ke  OJK  Pengawas  Pasar  Modal, Keuangan  Derivatif  (PMDK),  dan  Bursa  Karbon;  serta  derivatif  pasar  uang  dan  pasar  valuta  asing (PUVA) atau Forex dari Bappebti ke Bank Indonesia. Hal ini membuat Rencana Strategis Bappebti lima  tahun  ke  depan  harus  dilakukan  sedikit refresh dan  fokus  pada  penguatan perdagangan berbasis komoditas.

Tirta  menguraikan,  sebagai  refleksi  dan  pijakan  langkah  ke  depan,  sejumlah  capaian  Bappebti sepanjang  2024  memberikan  optimisme  untuk  pertumbuhan  PBK  lebih  baik  di  2025  dan  tahun-tahun mendatang.

Dari bidang Sistem Resi Gudang (SRG), pada 2024 terdapat 280  gudang  SRG  yang tersebar di 29 provinsi (144 kabupaten/kota) di Indonesia. Nilai transaksi SRG pada 2024 mencapai Rp2,87 triliun atau naik 202,64 persen dibandingkan dengan 2023 yang mencapai Rp946 miliar. Pembiayaannya pun  mencapai  Rp1,89  triliun  atau  naik  199,36  persen  dibandingkan  dengan  2023  yang  hanya sebesar Rp631 miliar.

”Beberapa komoditas SRG yang telah mampu mendorong terjaganya inflasi, antara lain beras, bawang  merah,  gula,  ikan,  gabah.  Adapun  yang  mendorong  penguatan  ekspor  nonmigas,  antara lain kopi, beras organik, timah, lada, ikan, rumput laut, dan telur ikan terbang,” ungkap Tirta.

Selain  itu,  pada  2024,  nilai  transaksi  Pasar  Lelang  Komoditas  (PLK)  mencapai  Rp97,15  miliar  atau naik 47,18 persen dibandingkan 2023 yang hanya sebesar Rp66,01 miliar. ”Kinerja  SRG  dan  PLK masih  berpotensi  untuk  dikembangkan.  Optimalisasi  SRG  dan  PLK  menjadi  instrumen  penting untuk  mendukung  swasembada  pangan,  pengamanan  pasar  dalam  negeri,  dan  perluasan  pasar ekspor, serta tentunya meningkatkan kesejahteraan petanidan nelayan,” imbuh Tirta.

Sedangkan di bidang PBK, total nilai transaksi pada 2024 (national value) mencapai Rp33,21 triliun atau  naik  29,34  persen  dibandingkan  2023  yang  mencapai  Rp25,67  triliun.  Komoditas  transaksi multilateral  dalam  transaksi  PBK  tersebut,  antara lain  timah, crude  palm  oil (CPO),  emas,  kopi, kakao, dan olein.

“Sebagai  evaluasi,  capaian  kinerja  PBK  tersebut  memang  masih  didominasi  transaksi  bilateral, sehingga  perlu  terus  didorong  penguatan  transaksi  multilateral  berbasis  komoditas  unggulan Indonesia,  seperti  CPO,  olein,  kopi,  kakao  dan  pengembangan  komoditas  yang  berpotensi  dalam kontrak berjangka, antara lain nikel, karet, dan renewable energy certificates (RECs),” terang Tirta.

Capaian   lainnya   adalah   perdagangan   komoditas   pasar   fisik   emas   (secara digital)   di   bursa berjangka. Pada 2024, nilai transaksi perdagangan ini mencapai Rp58,3 triliun atau naik 466 persen dibandingkan 2023 yang hanya Rp10,3 triliun. Sedangkan volume transaksinya mencapai 47,4 ton atau  naik  358,3  persen  dibandingkan  2023  yang mencapai  10,4  ton.  Hal  ini  dipicu  karena  harga emas  yang  baik pada 2024  dan  kesadaran  masyarakat  yang  meningkat  untuk  bertransaksi emas fisik di bursa berjangka.

“Untuk  perdagangan  CPO  di  Bursa  CPO  Indonesia,  volume  transaksi  untuk  CPO futurestercatat 28.613  lot  (143.065  metrik  ton).  Transaksi  CPO  ini  cukup  menggembirakan  meskipun  untuk transaksi   fisik   masih   harus   kita   dorong   optimalisasinya.   Kinerja   Bursa   CPO   Indonesia   perlu didorong agar transaksi lebih transparan, likuid, dan terpercaya,” jelas Tirta.

Demikian   pula   untuk   perdagangan   timah   murni   batangan   ekspor   di   bursa   berjangka,   nilai transaksinya  memang  mengalami penurunan.  Namun, total transaksi timah  murni batangan  lokal pada  2024  tercatat  Rp1,78  triliun  atau  naik  60,2  persen  dibandingkan  2023  yang  sebesar  Rp1,11 triliun.

Terkait perdagangan aset kripto, total nilai transaksi pada 2024 tercatat Rp650,61 triliun atau naik 335,91  persen  dari  2023  yang  sebesar  Rp149,25  triliun.  Jumlah  pelanggan  aset  kripto  hingga Desember  2024  mencapai  22,91  juta  pelanggan.  Jumlah  pedagang  fisik  aset  kripto  (PFAK)  yang telah terdaftar di Bappebti sebanyak 11 PFAK dan 19 calon pedagang fisik aset kripto (CPFAK) yang telah  memiliki  Surat  Persetujuan  Anggota  Bursa  (SPAB)  dan  Surat  Persetujuan  Anggota  Kliring (SPAK)  sedang  berproses  menjadi  PFAK.  Walaupun  saat  peralihan  per  10  Januari  2025  sudah tercatat sebanyak 16 PFAK.

Dalam  rangka  penguatan  pengawasan  dan  penindakan,  pada  2024  Bappebti  rutin  melakukan pengawasan  dan  pengamatan  terhadap  kegiatan  PBK  ilegal.  Bekerja  sama  dengan  Kementerian Komunikasi  dan  Digital,  pada  2024,  Bappebti  telah  memblokir  1.046  domain  situs  web  entitas ilegal di bidang PBK.

Bappebti juga aktif  sebagai  anggota  Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).  Bappebti  juga  telah  menandatangani  Perjanjian  Kerja  Sama  (PKS)  dengan  Jaksa  Agung Muda  Bidang  Tindak  Pidana  Umum  Kejaksaan  RI  tentang  Penanganan  Barang  Bukti  Berupa  Aset Kripto  dalam  Perkara  Tindak  Pidana  Umum  serta  pendampingan  hukum  aset  kripto  dari  Jaksa  Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan RI.

Tirta   melanjutkan,   berangkat   dari   berbagai   capaian   kinerja   di   2024,   Bappebti   menetapkan beberapa  langkah  strategis  ke  depan  untuk  perkuat  PBK di  2025,  yaitu  optimalisasi  implementasi SRG  dan  pengembangan  PLK,  penguatan  transaksi  multilateral  berbasis  komoditas  unggulan Indonesia, dan peningkatan implementasi bursa CPO Indonesia.

Lebih  lanjut,  Bappebti  bersama  bursa  berjangka  dan  Assosiasi  Penambang  Nikel  Indonesia  (APNI) akan  segera  melakukan penguatan  perdagangan nikel  melalui bursa  berjangka  nikel  di  Indonesia. Bappebti  telah melakukan  kajian  pada  2024 dan  akan  segera  melakukan  penyesuaian Peraturan Bappebti (Perba) Nomor 10/2024 tentang Perubahan atas Perba Nomor3/2019 tentang Komoditi yang  dapat  Dijadikan  Subjek  Kontrak  Berjangka,  Kontrak  Derivatif  Syariah,  dan/atau  Kontrak Derivatif  Lainnya  yang  Diperdagangkan  di bursa berjangka  dengan  menambahkan nikel  sebagai subjek kontrak berjangka.

Kemudian  Bappebti  akan  melakukan  reviu  atas  peraturan  kontrak  berjangka  dan  spesifikasi kontrak nikel yang diajukan  oleh bursa berjangka di Indonesia sebelum diberikan persetujuan oleh Kepala Bappebti. Targetnya,pada2025 nikel akan ditransaksikan di bursa berjangka di Indonesia.

 ”Selain  itu,  langkah  lainnya  adalah  melakukanintegrasi  layanan  Bappebti  dengan  Inatrade Kementerian  Perdagangan;  optimalisasi  pengawasan  PBK,  SRG,  dan  PLK  dan  penindakan;  dan penguatan layanan publik Bappebti. Kami juga akan memperkuat kolaborasi Bappebti dengan OJK dan Bank Indonesia dalam rangka mengawal pengalihan derivatif keuangan dan aset kripto; serta optimalisasi literasi kepada masyarakat dan industri,” urai Tirta.

Dalam  hal  penguatan  kelembagaan, Kementerian  Perdagangan  telah  mengeluarkan  Permendag Nomor 6 Tahun 2025 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perdagangan. Dalam ortaker tersebut,struktur  organisasi  Bappebti  terdiri  dariSekretariat  Badan  Pengawas  Perdagangan Berjangka  Komoditi;  Biro  Perundang-undangan  Perdagangan  Berjangka  Komoditi,  Sistem  Resi Gudang,   dan   Pasar   Lelang   Komoditas   (semula   Biro   Peraturan   Perundang-Undangan   dan Penindakan); dan Biro Pengawasan dan Penindakan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, dan Pasar Lelang Komoditas (semula Biro Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas).[]sp