Wamendag Roro Ajak UMKM Tetap Lakukan Ekspor di Tengah Dinamis Kondisi Dunia
Tangerang,16 Oktober 2025, pelakubisnis.com – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri kembali mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional untuk tetap melakukan ekspor ke pasar internasional di tengah dinamisnya kondisi dunia saat ini. Menurutnya, pemerintah selalu hadir dan siap membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.
Demikian disampaikan Roro saat membuka kegiatan Forum Bisnis ‘Export in Uncertain Times: Protecting SME Exporters Againts Trade Risks’ yang diselenggarakan hari ini, Kamis (16/10), di sela-sela pelaksanaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 tahun 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
“Kebijakan perdagangan Indonesia terus berkembang untuk mendukung pengekspor, khususnya UMKM, dalam menghadapi risiko global sekaligus meraih peluang baru. Secara umum, pemerintah sedang menjalankan program deregulasi yang komprehensif, termasuk peningkatan investasi, perbaikan sistem perizinan, fasilitasi perdagangan, dan layanan perdagangan digital,” ungkap Roro.
Roro menjelaskan, Kementerian Perdagangan terus memfasilitasi UMKM dan mempromosikan diversifikasi tujuan ekspor melalui kemitraan bilateral dan regional. Di samping itu,Kementerian Perdagangan jugaberfokus pada penguatan diplomasi perdagangan untuk memastikan produk Indonesia memenuhi standar internasional dan dapat memasuki pasar bernilai tinggi,seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Asia Timur.
Melalui program platform ekspor digital seperti INAExport dan INATrade, serta program promosi TEI, Kementerian Perdagangan menghubungkan langsung pelaku usaha dengan pembeli, menyederhanakan dokumentasi, dan mendorong transparansi. “Tujuan utamanya yaitu membuat ekspor lebih mudah, cepat, dan aman, terutama bagi usaha kecil,” ujar Roro.
Roro menjelaskan, UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap perekonomian Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyerapan tenaga kerja, pendapatan rumah tangga, dan kegiatan ekonomi lokal. Namun, UMKM juga menghadapi eksposur yang tinggi terhadap volatilitas perdagangan dan keuangan.
Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan mengintensifkan upaya untuk mempersiapkan dan meningkatkan partisipasi UMKM dalam perdaganganglobal dengan menerapkan program UMKM BISA (Berani Inovasi Siap Adaptasi) Ekspor.UMKM BISA Ekspor dirancang untuk membantu UMKM mengatasi hambatan ekspor, memahami pasar global, dan memanfaatkan peluang perdagangan internasional melalui pendekatan end-to-end export developmentagar ke depan, para UMKM menjadi pelaku ekspor yang makin andal.
“Kami mengajak semua peserta untuk berpartisipasi secara aktif dan memanfaatkan forum ini sebagai wadah untuk berbagi wawasan, menjalin kemitraan, dan menjajaki pasar-pasar ekspor baru. Mari kita ubah ketidakpastian menjadi peluang dengan membangun rantai pasok yang tangguh, memanfaatkan perdagangan digital, dan mendorong pertumbuhan inklusif yang bermanfaat bagi semua pihak,” tutup Roro.
Menurut salah satu peserta forum yang merupakan perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Diky Darmawan, forum ini sangat bermanfaat bagi UMKM dan seluruh pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor.
“Melalui kegiatan ini, banyak didapatkan pengetahuan baru seputar ekspor, termasuk tantangan, peluang, dan risikonya. Forum ini juga menjadi tempat memperluas jejaring antara UMKM, asosiasi bisnis, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kesiapan ekspor,” pungkasnya.[]sp
