Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Tahun 2026, Wamendag Roro Optimistis Industri PBK Kian Bersinar
Jakarta, 3 Januari 2026, pelakubisnis.com – Waki Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya kerja sama dan konsistensi semua pihak agar kontribusi sektor perdagangan berjangka komoditi (PBK) bagi perekonomian Indonesia makin optimal dan bersinar. Salah satu manfaat dan peran dari PBK adalah mengoptimalkan tataniaga dan ekosistem perdagangan komoditas melalui mekanisme pembentukan harga acuan. Selain itu, PBK bermanfaat untuk lindung nilai yang memastikan harga terbaik bagi pelaku usaha.
Demikian sampaikan Roro saat membuka perdagangan bursa berjangka komoditi Indonesia tahun 2026 pada, 2/1, di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta.Tiga bursa perdagangan berjangka komoditi dibuka secara serentak, yaituBursa Berjangka Jakarta (BBJ), Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), dan Indo Bursa Karisma Berjangka (IKB).
“Kerjasama dan konsistensi seluruh pihak tetap dibutuhkan agar industri PBK kian bersinar. Berbagai manfaat industri PBK bagi penguatan perdagangan sektor komoditas di Indonesia harus dioptimalkan implementasinya. Untuk itu, komoditas unggulan yang saat ini belum masuk dibursa berjangka harus mulai dipetakan untuk mendapat manfaat pembentukan harga dan harga acuan serta manfaat lindung nilai (hedging),”j elas Roro.
Pesatnya perkembangan perdagangan emas digital saat ini juga menunjukkan potensi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi. Dalam perdagangan emas digital, Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai regulator harus terus memastikan perlindungan masyarakat. Pengaturan dan pengawasan Bappebti juga bertujuan memberi kepastian berusaha bagi pelaku usaha, meningkatkan investasi di dalam negeri, serta mencegah digunakannya transaksi PBK untuk kegiatan kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
“Kendati demikian, lanskap perdagangan serta dinamika pengaturan yang terus berubah menjadi suatu tantangan. Bappebti harus terus beradaptasi dan memperbarui pengaturan dan mekanisme pengawasan yang ada sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan industri,”tegas Roro.
Perdagangan Renewable Energy Certificate (REC) melalui mekanisme PBK juga merupakan bentuk inovasi dalam sektor perdagangan. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam perdagangan hijau dan kedepan perlu terus didorong penambahan instrumen-instrumen perdagangan hijau lainnya yang potensial.
Roro mengapresiasi proses peralihan kewenangan pengaturan dan pengawasan atas asset keuangan digital dan derivative keuangan dari Bappebti kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah berjalan dengan baik sejak Januari 2025. “Proses peralihan pengaturan dan pengawasan asset keuangan digital, termasuk asset kripto serta derivative keuangan di pasar modal dan instrument di pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA), dari Bappebti ke OJK maupun BI dapat berjalan dengan baik,”lanjut Roro.
Apresiasi yang tinggi juga disampaikan untuk seluruh upaya literasi dan edukasi yang telah diselenggarakan seluruh pemangku kepentingan PBK. Ke depan, literasi dan edukasi ini perlu dijaga konsistensinya dan ditingkatkan intensitasnya untuk menjamin perlindungan nasabah yang bermuara pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Pembukaan perdagangan bursa berjangka komoditi Indonesia 2026 merupakan momentum yang baik dalam menyatukan tujuan dan persepsi kita semua untuk mengoptimalkan peran serta manfaat PBK bagi perekonomian nasional. Kita berharap, 2026 menjadi tahun yang baik bagi ekosistem PBK untuk dapat bertumbuh dan memberikan manfaat yang komprehensif,”ujar Roro.
Sementara itu, Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menyampaikan, agenda ini menyimbolkan semangat baru dan momentum baik untuk bersama-sama memulai langkah dalam mengakselerasi pertumbuhan industri PBK di Indonesia pada 2026. “Pada 2026 ini, Bappebti beserta seluruh pemangku kepentingan PBK memiliki semangat baru yang mampu memantik perkembangan industri PBK kearah yang lebih baik lagi di tahun ini,”ungkap Tirta.
Selama Januari—November 2025, tercatat nilai transaksi (notional value) PBK secara keseluruhan sebesar Rp42.867 triliun atau tumbuh sebesar 49,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.Volume transaksi PBK tercatat 14,56 juta lot atau tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari keseluruhan nilai transaks itersebut, kontrak berjangka berbasis komoditi berkontribusi 89,48 persen.
SelamaperiodeJanuari—15 Desember 2025, perdagangan fisik timah murni batangan ekspor mencatat nilai transaksi sebesar Rp26,98 triliun dengan volume 9.830lot. Pasar fisik emas digital mencatat nilai transaksi Rp107,43 triliun dengan volume 55,58 juta gram.
Berikutnya, perdagangan kontrak berjangka crude palm oil (CPO) mencatat nilai transaksi (notional value) sebesar Rp2,69 triliun dengan volume 30.341 lot. Selanjutnya, kontrak syariah murabahah mencatat nilai transaksi Rp693,47 miliar denganv olume 415.986,7 blue barrel (BBL) atau setara 66,1 juta liter.Kontrak berjangka Brent crude oil mencatat nilai transaksi (notiona lvalue) Rp3,14 miliar dengan volume 30 lot. Perdagangan kontrak REC pada periode Januari—15 Desember 2025 mencatat nilai transaksi Rp1,84 miliar dengan volume4 4.495 lot.
Tirta menjelaskan , untuk mewujudkan capaian kinerjadi 2025, berbagai langkah dan terobosan telah dilakukan Bappebti. “Salah satu upaya yang terus dikuatkan yaitu literasi PBK masyarakat luas. Selain untuk mendorong peningkatan transaksi ,langkah ini juga sebagai upaya melindungi masyarakat dari praktik perdagangan illegal yang mengatasnamakan PBK. Upaya lain yang telah dilakukan dan akan terus ditingkatkan yaitu penguatan regulasi dan pengawasan serta pengembangan mekanisme perdagangan dan produk,” terang Tirta.[] sp
