Uang Beredar April 2026 Tumbuh Positip

Jakarta, 22 Mei 2026, pelakubisnis.com – Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh positif pada April 2026. Posisi M2 pada April 2026 tercatat sebesar Rp10.253,7 triliun atau tumbuh sebesar 9,2% (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 9,7% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 13,6% (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,7% (yoy).

Demikian rilis yang disampaikan Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Direktur Eksekutif, Ramdan Denny Prakoso, pada 22/5.

Perkembangan M2 Perkembangan Uang Primer (M0) adjusted dapat dibaca pada  pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit. 

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 38,6% (yoy), setelah tumbuh 39,1% (yoy) pada Maret 2026. Sementara itu, penyaluran kredit pada April 2026 tumbuh sebesar 9,4% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan Maret 2026 sebesar 8,9% (yoy).

Kredit yang diberikan hanya dalam bentuk Pinjaman (Loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (Debt Securities), tagihan akseptasi (Banker’s Acceptances), dan Tagihan Repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor Bank Umum yang berkedudukan di Luar Negeri, dan kredit yang disalurkan kepada Pemerintah Pusat dan Bukan Penduduk.[]sp