Jamu Nusantara Warnai Pangan Nusa Expo 2026

Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026, pelakubusnis.com – Salah satu cerminan kearifan lokal  adalah jamu. Minuman tradisional ini tampil melalui aktivasi hidangan jamu Nusantara dalam Pangan Nusa Expo 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Hall 1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. 

Aktivasi jamu Nusantara menjadi salah satu kebaruan dalam penyelenggaraan Pangan Nusa Expo 2026. Pengunjung diajak mengenal lebih dekat jamu sebagai bagian dari keragaman pangan Indonesia, mulai dari kekayaan bahan rempah hingga cara penyajiannya. Kehadiran jamu juga memperluas pengalaman pengunjung dalam menikmati ragam produk pangan Nusantara di tengah pameran yang menghadirkan lebih dari 200 pelaku usaha kuliner dan pangan kemasan ini.

Pangan Nusa Expo 2026 berlangsung bersamaan dengan pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Masyarakat dan pelaku usaha dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk mengenal keragaman pangan Nusantara, menjajaki peluang bisnis, serta mendukung pengembangan produk lokal agar semakin dikenal di pasar domestik dan internasional.

Potensi jamu untuk berkembang di pasar lebih luas tecermin dari pengalaman Suwe Ora Jamu, pelaku usaha yang telah menjalankan kegiatan usaha jamu sejak akhir 2012. Keikutsertaan Suwe Ora Jamu dalam Pangan Nusa Expo 2026 menjadi kesempatan untuk berinteraksi dengan pelaku usaha lain serta melihat ragam produk Indonesia berkualitas, berdaya tarik, dan berdaya saing.

Astrid Setiabudi, Co-Founder Suwe Ora Jamu, menyampaikan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari Pangan Nusa Expo 2026. Selain pasar dalam negeri, Suwe Ora Jamu juga telah ekspor ke Belanda, Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Malaysia. Pelaku usaha ini juga pernah memperoleh fasilitasi dari Kementerian Perdagangan untuk menjajaki pasar Meksiko dan India. Pengalaman ekspor yang telah dijalani perusahaan tersebut turut memperlihatkan peluang produk jamu Indonesia untuk menjangkau konsumen di berbagai negara.

“Kami melihat banyak produk UMKM dan produk Indonesia yang sangat bagus, enak, dan membanggakan. Kami berharap bisa mengekspor lebih banyak dan memperbesar pasar kami di Indonesia,” ujar Astrid.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pengembangan produk tradisional dapat berjalan beriringan dengan upaya memperluas akses pasar. Inovasi produk, penguatan kualitas, serta pengenalan kepada konsumen yang lebih luas menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing tanpa meninggalkan karakter khas jamu Nusantara. Di sisi lain, pasar domestik tetap menjadi ruang penting bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan memperkuat basis konsumennya.[]sp