Harga Minyak Jeblok, Bagaimana Kegiatan Hulu Migas?
Belakangan ini harga minyak dunia terjun bebas menembus harga US$ 30 per barrel. Bila kondisi berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan kegiatan hulu migas mengalami stagnasi. Bagaimana antisipasi menghadapi fenomena demikian?
Harga minyak mentah dunia terjun bebas sampai 22% ke level US$ 30 per barel per-Maret belakangan ini. Dinamika antara Saudi dengan Rusia, dari sisi OPEC dan non OPEC, yang menyebabkan harga minyak turun sangat drastis. Strategi Arab Saudi membanjiri pasar dengan minyak mentah demi merebut kembali pangsa pasar. Beberapa hari lalu, Arab Saudi mengejutkan pasar dengan meluncurkan perang harga terhadap Rusia.
Sementara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dengan Rusia pada Jumat.(6/3), Rusia menolak mengikuti upaya OPEC menyelamatkan pasar minyak yang rusak karena virus corona dengan memangkas produksi. Tak urung, fenomena itu pemicu anjlok harga minyak dikisaran 10% pada Jumat itu. Hal ini membuat harga minyak kian tertekan setelah sebelumnya terimbas wabah virus corona (Covid-19) yang menyebabkan permintaan minyak mentah turun tajam.
Penyebaran virus COVID-19 di berbagai negara di dunia mengakibatkan kekhawatiran atas kondisi ekonomi global dan penurunan permintaan minyak mentah. Di kawasan Asia Pasifik, penyebaran virus COVID-19 mengakibatkan tidak beroperasinya transportasi umum dan rendahnya aktivitas ekonomi di negara tersebut sehingga permintaan minyak mentah menjadi rendah. Selain itu, penurunan harga juga dipengaruhi dari melambatnya pertumbuhan ekonomi India.

Kondisi demikian semakin diperparah lagi ketika Arab Saudi menurunkan harga jual resmi untuk periode April sebesar US$ 6 menjadi US$ 8 dalam upaya merebut kembali pangsa pasar dan menekan Rusia.
Harga minyak turun dipicu perang harga antara Arab Saudi dan Rusia. Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, meningkatkan ketegangan dengan rencana untuk memasok 12,3 juta barel per hari (bph) pada bulan April 2020, jauh di atas tingkat produksi saat ini sebesar 9,7 juta barel per hari, menurut CEO Saudi Aramco 2222.SE Amin Nasser, sebagaimana dikutip dari okezone.com, pada 11/3.
Tapi ketika Presiden AS Donald Trump menjanjikan langkah besar untuk menyeimbangkan ekonomi AS terhadap dampak penyebaran wabah virus corona. Pemerintah Jepang mengatakan pihaknya berencana untuk menghabiskan lebih dari USD4 miliar dalam paket langkah kedua untuk mengatasi virus. Tak urung harga minyak pada 11/3 lalu melonjak lebih dari 8%. Harga minyak rebound dari penurunan terbesar dalam hampir 30 tahun sehari sebelumnya karena kemungkinan stimulus ekonomi mendorong pembelian minyak.
Brent futures LCOc1 naik US$2,86 atau 8,3%, menjadi US$37,22 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS CLc1 naik USD3,23 atau 10,4% menjadi menetap di US$34,36. “Harga minyak naik hari ini karena turun gila-gilaan kemarin,” kata Kepala pasar minyak di konsultan energi Rystad, Bjoernar Tonhaugen dilansir dari Reuters, Rabu (11/3/2020).
Menurut Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, harga minyak yang rendah bisa berdampak buruk terhadap proyek hulu migas. Nicke menyebut kegiatan hulu migas bisa tak ekonomis jika harga minyak terus turun. “Untuk hulu memang ini berpengaruh ya karena keekonomian jadi masalah,” ujar Nicke.
Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu menambahkan, rata-rata biaya produksi migas Pertamina saat ini di kisaran US$ 9-10 per barel. Meski begitu, jika harga minyak mentah dunia terus turun, maka biaya produksi juga akan semakin meningkat. Oleh karena itu, dia telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi agar proyek hulu migas perusahaan tidak terganggu. Di antaranya dengan efisiensi dan optimalisasi kerja perusahaan. “Misalnya strategi pengadaan lebih terpadu. Kemudian strategi logistik lebih dibuat optimum, supaya cost production bisa turun,” ujar Dharmawan, sebagaimana dikutip dari katadata.co, pada 10/3.
Masih dari sumber yang sama, Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, kondisi yang sama pernah terjadi pada 2016 lalu ketika harga minyak menyentuh level US$ 30 per barel. Oleh karena itu, pihaknya bakal tetap melanjutkan sejumlah proyek migas yang sedang berjalan. “Kalau kami menghentikan kegiatan, nanti dampaknya jangka panjang, Ketika harga minyak naik, kami tidak punya apa apa,” kata Nanang. Pasalnya, Pertamina turut andil dalam mencapai target satu juta barel minyak (bopd) pada 2030.
Pada akhir tahun 80-an ketika harga minyak dunia jatuh di bawah US$10 pernah barel semua perusahaan minyak dunia menjerit dan mencari alternatif solusi untuk bertahan hidup. Perusahaan yang beroperasi di North Sea (Laut Utara) ketika itu memiliki biaya produksi sekitar 13 US$/barel. Upaya yang dilakukan perusahan adalah melakukan perubahan pola operasi dengan sangat drastis. Semua operator dari enam negara duduk bersama dan meredefinisi ulang pola operasi yang ada, lihat artikel Alternatif Solusi Menurunkan cost recovery di KKKS Migas, oleh Khairul Rizal, yang dimuat di pelakubisnis.com, Rubrik Energi, Desember 2019.
Pola operasi yang tadinya sendiri-sendiri dan eksklusif diubah total dengan melakukan pola operasi bersama. Para operator melakukan planning bersama (Collaborative planning) untuk kegiatan seismik dan drilling, melakukan kegiatan pengadaan yang strategis atau tidak transaktional (strategic procurement ) serta melakukan kegiatan pendukung operasi produksi dari suatu logistic base bersama sehingga terjadi tingkat utilisasi fasilitas secara optimal.
Menurut Khairul Rizal, mantan direktur perusahaan seismic Acquisition dan Consultant Supply Chain Management, untuk memulai inisiatif ini SKKMigas sebagai badan pelaksana MIGAS di Indonesia dapat menjadi penggerak utama. Inisiatif Kepala BPMGAS yang baru menempatkan eksekutifnya di KKKS harus diikuti dengan membentuk tim-tim kerja untuk KKKS yang berdekatan.
Tim ini merupakan gabungan key-person yang ditempatkan oleh masing-masing KKKS dan akan bekerja setiap hari, difasilitasi dan sebaiknya berkantor di SKKMIGAS tetapi statusnya tetap dibayar sebagai karyawan KKKS. Ketika diperlukan tenaga ahli untuk bidang-bidang tertentu si key person dapat membawa tenaga ahli dari masing-masing KKKS sebagai tim pendukung dalam membuat planning bersama. Salah satu tugas tim ini adalah melahirkan WP&B (Work Program & Budget, AFE(Authorized For Expenditure) format-format planning dan budgeting yang berlaku antar KKKS saat ini atau kontrak dan monitoring sistem yang berbasis “collaborative plan”, shared dan optimization scenario.
Lebih lanjut ditambahkan, pola operasi ini akan terjadi perubahan sangat mendasar atau indikator keberhasilannya akan diperlihatkan dari minimum atau tidak terjadi biaya mobilisasi peralatan pada cost recovery (misal seismik dan drilling), pembelian barang yang sangat efisien dengan sedikitnya PO karena diganti dengan pembelian yang berbasis group purchase, minimalnya inventori karena dimasing-masing logistics base akan muncul vendor-vendor yang menstok barang seperti adanya supermarket di dalam komplek perumahan (artinya kebutuhan rutin tidak perlu distok pembeli), penggunaan fasilitas dibayar hanya yang dipakai (gudang, kapal, pesawat, utilitas pelabuhan dan lain-lain), dan berbagai indikator cantik lainnya.

Sementara SKK Migas melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap penurunan harga minyak yang terjadi akhir-akhir ini. Tujuannya adalah agar kegiatan operasi hulu migas tetap dapat dilaksanakan dengan baik sehingga target produksi tidak terdampak oleh penurunan harga tersebut, sebagaimana dikutip dari website resmi SKK Migas.
Untuk mendapatkan kebijakan yang tepat, SKK Migas berkoordinasi dengan kontraktor. “Kami berkoordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas langkah-langkah agar kegiatan operasi dan pengembangan di lapangan dapat tetap dilaksanakan sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020 yang sudah disepakati bersama,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas, Dwi Soetjipto, di Jakarta, pada 9/3.
SKK Migas memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS, melalui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development), rencana program tahunan (WP&B), serta melalui persetujuan Authorization for Expenditure (AFE). Melalui evaluasi tersebut, SKK Migas dapat mengetahui keekonomian masing-masing lapangan. Data inilah yang kemudian dijadikan dasar untuk menyusun strategi agar kegiatan operasi dan pengembangan lapangan tidak terhenti ketika harga minyak turun.
Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan, lembaganya mungkin akan melakukan revisit program dan kalkulasi lebih seksama atas program yang diajukan KKKS. “Kami akan melakukan kalkulasi teknis dan ekonomis, untuk menentukan program-program mana yang prioritas dan mana yang direvisit, tanpa menurunkan target-target dalam WP&B,” tambahnya.
Deputi Dukungan Bisnis, Sulistya Hastuti Wahyu mengatakan, pihaknya akan membantu Kontraktor KKS melalui peningkatan pelayanan terhadap perizinan yang dibutuhkan Kontraktor KKS. Harapannya dengan bantuan yang lebih baik, biaya dapat semakin efisien dan program dapat direalisasi tepat waktu.
“Seperti diketahui sebelumnya, pada awal tahun SKK Migas telah meluncurkan program One Door Service Policy (ODSP) untuk mempercepat perizinan. Momen ini kami gunakan untuk meningkatkan layanan kami kepada KKKS, melalui kerjasama dengan BKPM, sehingga pengurusan perizinan dapat dilakukan lebih cepat,” demikian Sulistya.
Sementara tujuh produsen minyak Indonesia (KKKS) melampaui target produksi minyak tahun 2020 yang telah ditetapkan dalam APBN. Untuk terus mendorong peningkatan produksi, SKK Migas melakukan pengawasan yang intensif dan melakukan berbagai langkah agar semua KKKS dapat memenuhi target produksi tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memastikan program-program KKKS yang telah disetujui, dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Ketujuh produsen minyak tersebut adalah Mobil Cepu Ltd, Chevron Pacific Indonesia, Pertamina Hulu Energy ONWJ, Medco E&P Natuna, Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Medco E&P Rimau dan JOB Pertamina-Medco Tomori Sulawesi LTD. Pelampauan target tertinggi dicapai oleh Medco E&P Natuna yang mencapai 119,6% dari target APBN.
“Kami terus melakukan pengawasan dan meningkatkan intensitas koordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas langkah-langkah peningkatkan kinerja operasional hulu migas dan pelaksanaan program sesuai Work, Program and Budget (WP&B) tahun 2020,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas, Dwi Soetjipto, di Jakarta, pada 9/3.
Berdasarkan catatan SKK Migas, sampai awal Maret tahun 2020, ada beberapa KKKS yang belum mencapai target produksi karena beberapa alasan. “Ada KKKS yang sudah melaksanakan kegiatan, namun hasil yang diperoleh tidak sebesar yang diperkirakan, atau belum mencapai target, untuk itu kami akan mengevaluasi program KKKS dan memastikan agar produksi sesuai target,” kata Dwi.
Selain 7 produsen minyak tersebut, terdapat empat KKKS produsen gas yang melampaui target salur yaitu : Pertamina Hulu Mahakam, ENI Muara Bakau BV, Premier Oil Indonesia dan Petrochina International Jabung LTD. Pelampauan produksi tertinggi dicapai oleh Premier Oil Indonesia yang mencapai 121,2% dari target perhitungan APBN.
Untuk memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS, SKK Migas memanggil sekaligus mencari solusi bersama KKKS yang tidak dapat merealisasi produksi sesuai target. Terhadap KKKS yang belum mencapai target, kata Dwi, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk memastikan agar kegiatan yang mereka lakukan dapat mendukung pelaksanaan capaian target produksi di tahun-tahun ke depan, utamanya dalam mencapai target 1 juta barel.[] Yuniman Taqwa
