Peningkatan Daya Beli Masyarakat Derek Industri Otomotif

Jakarta, 9 Februari 2022, pelakubisnis.com – Pasar mobil Indonesia pada tahun 2021 berkembang sangat luar biasa, dibandingkan dengan tahun lalu. Berkat insentif relaksasi pajak PPnBM 0% penjualan mobil di Indonesia naik signifikan sebesar 49%.

Demikian disampaikan  Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor dalam acara Indonesia Industry Outlook (IIO) 2022 yang digagas oleh Inventure-Alvara-Ivosight yang berlangsung secara virtual, pada 9/2.

Dukungan pemerintah lewat relaksasi pajak PPnBM memang sangat berpengaruh. “Tanpa dukungan pemerintah kita sulit mencapai (angka itu)”, kata Amelia. 

Menurut Amelia Tjandra, pasar mobil Indonesia masih menjanjikan. Jika dibandingan dengan negara-negara maju di Asia dan negara-negara Eropa kepemilikian mobil di Indonesia terbilang masih kecil. Meskipun transportasi di Indonesia hari-hari ini membaik, namun kebutuhan mobil pasti akan tetap ada. Amelia mengkomparasikan Indoensia dengan Jepang. Di Jepang transportasi umum berkembang sangat luar biasa. Akan tetapi, demand pasar untuk otomotif (khususnya mobil) masih tinggi. “Artinya angkutan umum bukan jadi halangan industri otomotif berkembang.”, papar Amelia Tjandra.

Amelia mengatakan, selain relaksasi PPnbM ada dua faktor penting yang membuat industri otomotif tumbuh dan berkembang pesat. Dua hal itu adalah kemampuan daya beli masyarakat dan sehatnya industri leasing. Kemampuan dan daya beli masyarakat erat kaitannya dengan income.

Menurut Amelia salah satu yang mendongkrak daya beli masyarakat adalah investasi pemerintah di sektor infrastruktur. “Lebih related dan direct adalah daya beli. Termasuk (meningkatnya) GDP).

Kemudian faktor lain untuk mendukung industri otomotif Indonesia adalah leasing yang sehat. Kurang lebih 80% pembiayaan otomotif berasal dari kredit, terutama di daerah. Maka leasing harus bisa memfasilitasi skema bunga yang menarik.

“Leasing yang sehat. Bunganya harus terjangkau. Jika industri leasing berkembang dengan baik, industri otomotif berkembang dengan baik.”, jelas Amelia Tjandra.

Pada Januari 2022, jika dibandingkan dengan Desember tahun lalu, penjualan mobil naik cukup signifikan. Pada Januari tahun ini ada sekitar 80.000 unit yang terjual, sementara pada Januari tahun lalu jumlah yang terjual sekitar 54.000 unit. 

Berdasarkan komunikasi terbaru dengan pemerintah, kebijakan insentif akan tetap ada. “Tahun ini akan ada relaksasi, tapi jumlahnya lebih kecil. Harga di bawah 200 juta akan mendapatkan 0% sampai bulan Maret. Insentif ini diberikan secara adil untuk semua brand.” jelas Amelia Tjandra.[] sr