Kiprah Bisnis Bahan Peledak PT Hanwha Mining Services Indonesia

Bisnis pertambangan dan migas sedang naik daun. Fenomena ini membuat para pebisnisnya kian mengintensifkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Hal ini berimbas pada peningkatan kebutuhan bahan peledak. Tak terkecuali bagi PT Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI) yang tahun lalu mampu bertumbuh hingga 70%.

Hampir seluruh komoditas pertambangan mengalami peningkatan harga. Harga Batubara Acuan (HBA) Januari 2022 misalnya, menembus angka US$ 158,50 per ton dari harga sebelumnya sebesar US$ 29,88 per ton. Bahkan pada Februari 2022 menembus angka US$ 188,38 per ton.  Hal yang sama pun terjadi di harga minyak mentah dunia menembus angka US$ 118,03 per barel pada 5 Maret 2022, naik 6% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Fenomena ini mendorong kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, baik di pertambangan batubara, mineral maupun migas. Tak pelak, bisnis bahan peledak pun turut terdongkrak. Pasalnya   Permintaan bahan peledak ammonium nitrat dan detonator meningkat pada awal 2022 ini.

PT Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI), misalnya, meraup untung cukup significant. HMSI asal Korea Selatan ini, merupakan salah satu pemain di industri bahan peledak yang patut diperhitungkan.  Total nilai penjualan perusahaan ini mencapai US$ 34 juta di tahun 2021. Pertumbuhan dalam prosentase penjualan tahun 2020 naik 50% dari tahun sebelumnya dan  tahun 2021 naik 70% dari tahun sebelumnya.

Kim Min Seob, Director PT Hanwha Mining Services Indonesia (HMSI) menjelaskan,  kenaikan penjualan tersebut disebabkan naiknya harga batubara sehingga produksi naik dan karena terjadinya ekspansi di Industri Tambang Mineral baik di Indonesia maupun SE Asia.

HMSI, lanjut Kim, merupakan penyedia solusi total layanan penambangan yang sudah lama eksis di pasar internasional sebagai perusahaan yang berkomitmen menjalankan bisnisnya dengan  standar tertinggi. “Kami terus menerobos batas kemungkinan, memimpin dalam kemajuan teknologi dan pemahaman tentang keselamatan, kesehatan dan lingkungan. Saat ini market share Hanwha Mining Services di Indonesia masuk dalam lima besar industri bahan peledak. 

Namun demikian, yang menjadi dasar HMSI tumbuh berkembang hingga saat ini, kata Kim, karena dari awal perusahaan ini sudah membangun spirit dan nilai-nilai  penting sebuah trust (kepercayaan) dan loyalty (loyalitas).  “Nilai-nilai penting yang menyatukan kami adalah Tantangan, Dedikasi, dan Integritas.  Kami semua secara bersama-sama, membangun nilai-nilai ini membentuk kekuatan pendorong yang menginovasi perusahaan dan merupakan hal standar tentang bagaimana kami mencapai visi pertumbuhan kami,” Kim Min Seob kepada pelakubisnis.com, pertengahan Februari lalu.

Hanwha Corporation di Korea didirikan di Korea Selatan pada 9 Oktober 1952 dengan tujuan membangun kembali negara yang telah dihancurkan oleh perang yang berkepanjangan dan mulai  berfokus pada industri yang mengarah kepada bahan peledak, mesin, dan petrokimia, dimana hal ini sangat penting untuk menetapkan dasar negara dan mendukung pembangunan ekonomi negara.

Dengan pengalaman lebih dari 67 tahun saat ini secara global Hanwha memiliki 325 jaringan. “Kami telah menyuplai ledakan kualitas tinggi dan inisiasi sistem ke berbagai industri. Terdiri dari tiga divisi yakni Divisi Global, Divisi Defense dan Divisi Machinery,” kata Kim Min Seob.

Selama beberapa dekade, perusahaan ini memperluas bisnisnya ke berbagai perusahaan industri dan penjuru geografis Korea bahkan meluas ke pasar global. Menurut Kim Min Seob, sejak 1991 perusahaan yang mengusung keunggulan produk ramah lingkungan ini sudah memproduksi bahan material dan mulai bisnis ekspor ke seluruh Asia. “Kami memproduksi asam nitrat dan ammonium dengan teknologi canggih yang ramah lingkungan,” katanya seraya menambahkan produk Hanwha seperti HiTronics Technology sudah diakui dunia, karena teknologinya dapat mengurangi kebisingan dan getaran pada saat melakukan peledakan besar. “Kondisi ini dapat mengurangi waktu dan biaya produksi,” kata Kim.

Lebih lanjut ditambahkan, untuk menghasilkan produk yang baik, terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.  Di mana setiap melakukan pengeboran dan ledakan yang baik bagi target operasi, perusahaan ini selalu menerapkan nilai-nilai Challenge, Dedication, Integrity (CDI). “Kami jamin pekerja kami berada di lingkungan sehat sebagai prioritas nomor 1, terampil, kompeten, berpengalaman, dan terlatih di berbagai bidang. Tenaga kerja kami saat ini berjumlah 461 pekerja,” tandasnya serius.

Selain itu menerapkan On Site Plan (OSP) dalam Emulsi Jumlah Besar. Teknisi Hanwha mampu membangun emulsi manufaktur secara global. Kapasitas produk dari 3.000 ton hingga 12.000 ton pertahun. Hanwha mampu menyediakan kapasitas OSP secara customized. Layanan Pertambangan HMSI saat ini mengoperasikan 6 x OSP dan 1 x Konstruksi baru di Indonesia.

Untuk itu HMSI berkomitmen memberi layanan pengeboran dan ledakan bagi customer yang membutuhkan. Menyediakan mesin bor untuk melayani industri batubara, tambang mineral, dan sumber daya lain yang diperlukan.

Kim Min Seob menambahkan, demi mewujudkan operasi pengeboran yang aman, efektif, dan efisien, maka seluruh mesin bor dilengkapi dengan fitur pengaman semacam alat pemadam kebakaran, lampu rotary, LOTO, berhenti darurat, tanda titik jepit, lampu kerja LED, tanda keselamatan, titik pelumasan perpusat, bahan bakar isi cepat, bilah kunci rel tangan, dan pelindung Ramp radiator.

Sesuai dengan standar operating procedure (SOP) Perusahaan, HMSI terus memberikan layanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan. Ini telah distandarisasi Bersama ISO 9001:2005 (Sistem Manajemen Kualitas); ISO 14001:2015 (Standar Manajemen Lingkungan); ISO 45001:2018 (Kesehatan dan Manajemen Keamanan Standar).

Menurut Kim Min Seob, Hanwha Corporation membangun Pabrik Nonel (Non Electric) Detonator yang bekerjasama dengan PT Dahana. Nonel Detonator merupakan salah satu jenis detonator yang terdiri dari high explosive dan mengandung delay element untuk mengatur waktu tunda detonator. Pabrik ini berada di daerah Kawasan Energetic Material Center Dahana di Subang Jawa Barat dengan kapasitas hingga 8 juta pieces per tahun.

Hanwha terpilih sebagai penyedia teknologi untuk pembuatan Pabrik Nonel Detonator. Nilai investasinya kurang lebih US$ 13,62 juta (Rp196,23 milliar). Selain itu Hanwha juga akan bertindak sebagai penyuplai bahan baku untuk pabrik Nonel detonatoryang tertuang dalam perjanjian suplai bahan baku yang akan memberi DAHANA jaminan continues supply terhadap pabrik tersebut dengan bahan baku yang berkualitas dan memenuhi spesifikasi pabrik, sebagaimana dikutip dari laman resmi DAHANA.

“Di Indonesia pelanggan kami diantaranya Petrosea, Cipta Kridatama, Kalimantan Prima Persada, Archi Mining, Amman Mineral Nusa Tenggara, dan Vale Indonesia. Sedangkan di luar negeri kami memiliki branch office selain di Indonesia, kami ada di Chile, Australia dan USA,” urai Kim Min Seob.

HMSI mulai beroperasi pada tahun 2013 dan saat ini sedang menjalankan proyek pengeboran dan peledakan (DB Services) di 22 titik di Indonesia dari Sabang sampai Marauke.  Diantaranya proyek Bara Indah Sinergi sebesar 13M BCM/yr, Petro Energy DB Services 20M BCM/yr dan Cipta Kridatama sebesar 20M BCM/yr.

HMSI saat ini terus melakukan ekspansi bisnis ke luar negeri. Jasa pengeboran dan peledakan HMSI akan meluas ke penjuru Asia Tenggara, khususnya Industri Pertambangan Mineral. “Kami fokus meluaskan layanan ke barat laut Asia Tenggara yakni ke negara-negara Myanmar, Laos, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Malaysia.  Hal ini melanjutkan misi perusahaan untuk menjadi leader di industri pertambangan dan penyedia solusi lengkap yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebagai Langkah awal, kami sedang mempersiapkan pembangunan pabrik emulasi cap 3.000 – 12.000 TPA berlokasi di Thailand untuk memastikan pasokan massal emulsi di seluruh wilayah Thailand” ungkapnya.

Diakuinya HMSI selalu loyal bukan hanya kepada Customer, tetapi juga kepada Vendor. HMSI selalu memprioritaskan Customer dan Vendor terlebih dahulu. HMSI mempercayai bahwa kesuksesan Customer dan Vendor akan berkontribusi langsung terhadap kesuksesan HMSI, sehingga HMSI selalu berusaha untuk menjaga kesuksesan bersama dengan Customer dan Vendor.[]Siti Ruslina/Ilustrasi: HMSI