Kemendag Gelar Indonesia-Port Harcourt Business Meeting di Nigeria

Lagos, 3 April 2022, pelakubisnis.com – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC),  Lagos melakukan  upaya  pengembangan  ekspor  di River  State,  Nigeria,  sebuah  wilayah  tempat tanaman kelapa  sawit  berkembang  pesat pada  beberapa  tahun  yang  lalu. Kali  ini, ITPC  Lagos bekerja  sama  dengan Kedutaan  Besar  RI  (KBRI)  Abuja, menyelenggarakan pertemuan  bisnis (business meeting) secara hibrida di Port Harcourt, River State, Nigeria, pada 31/3.

“Investasi bisnis  Indonesia  di  Port  Harcourt  menunjukkan  eratnya  peran  kerjasama  bisnis  dan potensi kerjasama lanjutan dalam rangka peningkatan perdagangan yang perlu terus dibina dan didukung.  Indonesia  sebagai  presiden  G20  tahun  ini,  mendukung  kerja  sama  yang menghasilkan peningkatan perdagangan di kedua belah pihak,”jelas Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Kemendag Ni Made Ayu Marthini.

Selaindiikuti secaraluring oleh dua perusahaan Indonesia yang berdiri di Nigeria,yaitu Menjangan Sakti  Group  dan Prime International Nigeria-Mayora  Indah,  pertemuan  ini  turut  dihadiri secara daring oleh enam perusahaan Indonesia,yaitu PT Mitra Mulia Makmur (produk peralatan plastik), Setia   Kawan   Abadi   International   (produk   herbal),   Gujati   59   (produk   herbal),   Taishan   Alkes Indonesia  (produk  alat  tes  Covid-19),  Indocare-Konimex  (produk multivitamin),    serta  Supa  Surya Indonesia (rempah).

Kepala  ITPC  Lagos Hendro Jonathan menjelaskan,kegiatanini merupakanmomen  tepat  untuk kembali  mengundang  para pelaku  usaha  Nigeria menjajaki  produk  Indonesia.  Hal  ini  mengingat kondisi Indonesia mulai  pulih  dari pandemiCovid-19.  Sehingga memudahkan para  importir berkunjung ke Indonesia dan datang ke Trade Expo Indonesia.

Dalam  pertemuan B2B,  ITPC  Lagos  mendapatkan  permintaan  produk  Minyak  Goreng  CP  10 kemasan jerry  can sebanyak  100  MT  dan  juga chemical  additive untuk  pembuatan ethanol. “Sedangkan,  pada  penjajakan  bisnis  kali  ini  terdapat  permintaan  untuk  Prime  International Nigeria-Mayora  Indah  sebesar  NGN  15  juta  atau  USD  36  ribu  dan  juga  Menjangan  Sakti  sebesar NGN 7 juta atau USD 16 ribu,”imbuh Hendro.

Secara  total, kegiatan ini mencatat kanpotensi  transaksi  sebesar  USD 300ribu  yang  terdiri  atas transaksi produk permen, minuman energi, bahan tambahan kimia, dan minyak goreng.

Komisioner   Kementerian   Perdagangan   dan   Industri   Negara   Bagian  River   State   Ify   Nwankpa menyampaikan,  saat  ini  adalah  saat  yang  tepat  bagi  pelaku  usaha  River  State  untuk  mengenal lebih banyak mitra bisnis Indonesia dan mengunjungi Indonesia untuk mengembangkan bisnis.

Fungsi  Ekonomi  KBRI  Abuja  Tamel  Vinsen  Sinabutar  mengajak  seluruh  peserta  untuk jangan  ragu dengan  kualitas  produk  Indonesia  dan  membangun  bisnis  bersama  para  pelaku  usaha  di  kedua negara.

Selain  agenda  pertemuan  bisnis, ITPC  Lagos juga mengunjungiEveryday  Supermarket, jaringan pasar  swalayan  terbesar  di  River  State, untuk  membuka  peluang  kerja  sama  bisnis  produk Indonesia di pasar swalayan tersebut.

 ITPC  Lagos  juga  melakukan courtesy  callke  Commisioner  Ministry  of  Trade  and  Industry  of  River State  Government, Port  Harcourt  Chamber  of  Commerce,  Industry  and  Mining/PHCCIMA),  dan Manufacturer Association of Nigeria chapter Port Harcourt.

River State merupakan state commercialnomor dua di Nigeria setelah Lagos dan memiliki ibu kota bernama Port Harcourt dengan julukan“Garden City”karena banyaknya daerah hijau yang tertata. Port  Harcourt awalnya merupakan  pusat  pertanian  dan  perkebunan  khususnya  tanaman  kelapa sawit,  di  mana  bibit  kelapa  sawit  yang  dikembangkan  Indonesia  dan  Malaysiaberasal  dari  Port Harcourt.

Sebagai  kota  perdagangan  terbesar  kedua  Nigeria,  Port Harcourt  memiliki  infrastruktur  yang menunjang  seperti  dua pelabuhan  internasional  (Port  of  Harcourt  dan  One  Port)  dan bandara  lokal  dan  internasional. Selain  itu,  Port  Harcourt  memiliki  area industriyang  besar bernama Trans-Amadi.

Total  ekspor Indonesia  ke Nigeria  pada  periode  Januari—Desember  2021sebesar USD 464  juta sedangkan pada periode Januari 2022, total ekspor nonmigas Indonesiake Nigeria adalah sebesar USD 29,7 juta atau meningkat sebesar 37.8 persendari Januari 2021. Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Nigeria antara lain produk turunan kelapa sawit,obat-obatan, dan kertas.[]sp