Kemendag Dorong UMKM Ritel Tradisional Papua Bertransformasi Digital

Kota Jayapura, 19 Mei 2022, peakubisnis.com – Kementerian  Perdagangan  bersama  Tim  Staf  Khusus  Presiden  RI kembali   mendorong   para   pelaku   usaha   mikro,   kecil   dan   menengah (UMKM),   khususnya   ritel tradisional    di    wilayah Kota Jayapura untuk bertransformasi    menuju    era    digital dengan menyelenggarakan Forum Bisnis Daerah pada 19—21 Mei 2022 di Kota Jayapura, Papua. Acara yang diselenggarakan  secara  hibrida  ini  turut  didukung  oleh  Sampoerna  Retail  Community  (SRC),  PT Freeport Indonesia, serta Yayasan Kitong Bisa.

“Pandemi  mendorong  terjadinya  perubahan  pola  konsumsi  masyarakat.  Masyarakat  mulai  terbiasa berbelanja  secara  daring.  Menyikapi  perubahan  tren  tersebut,  pemerintah  terus  mendorong seluruh ritel  tradisional  beradaptasi  dan  mengadopsi  perkembangan  teknologi agar  mampu  bersaingdi  era digital saat ini,”terang Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan.

Menurut  Oke,  salah  satu  upaya  yang  dilakukan  pemerintah  adalah  bekerja  sama  dengan  berbagai pihak,  termasuk  para  pelaku  usaha  besar  yang  telah  terlebih  dahulu  menerapkan  manajemen modern  dalam  pengembangan  usahanya  untuk  bersama-sama  mengedukasi  para  pelaku  usaha  ritel tradisional.

Dalam acara ini, SRC, Papua Muda Inspiratif, PT Freeport  Indonesia,  dan Yayasan Kitong Bisa berbagi pengetahuan    dan    melakukan    pelatihan pengaplikasian inovasi    kegiatan    ritel.    Materi    yang disampaikan  antara  lain edukasi  penataan  toko, serta literasi  dan  edukasi  digital. Hal  inimerupakan salah   satu   upaya   dalam   mendukung   percepatan   pembangunan   Papua   dan   Papua   Barat   yang dituangkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Inpres No. 9 Tahun 2020.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan ritel tradisional Papua, khususnya di wilayah Kota  Jayapura  dapat memperoleh  pembinaan  dan  pendampingan  secara  berkelanjutan.  Dengan  demikian,  peningkatan daya saing, digitalisasi pelayanan, dan peningkatanomset di Papua dapat terwujud,”terang Oke.

Staf  Khusus  Presiden  RI  Billy  Mambrasar  mengapresiasi  langkah  Kementerian  Perdagangan  melalui Direktorat  Jenderal  Perdagangan  Dalam  Negeri  yang  telah  merangkul  pelaku  usaha  kecil  hingga  ke Papua dan Papua barat.

“Ini bukti bahwa negara hadir dan memperhatikan semua anak bangsa, serta memberikan semua kesempatan   yang   sama.   Kami   berterima   kasih   kepada   Kementerian   Perdagangan   yang   telah mewujudkan visi besar Presiden Joko Widodo ini,”ujar Billy.

Direktur  Bina  Usaha  dan  Pelaku  Distribusi  Nina  Mora  menambahkan, program  digitaliasi  UMKM sangat   penting   dalam   pemulihan   ekonomi   Indonesia,   karena   UMKM   berperan   besar   dalam mendorong   pertumbuhan   ekonomi   Indonesia   saat   ini.   Transaksi   yang   terjadi   di   lokapasar   (e-commerce)  sepanjang  2021  tumbuh  50,8  persen  dan  diprakirakan  akan  terus  meningkat  pada  2022 hingga mencapai Rp526 triliun, atau tumbuh 31,2 persen.

“Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan nantinya  turut  mendorong  tercapainya  target kontribusi sektor ritel terhadap pertumbuhan ekonomi nasional 2022 sebesar 5,2 persen,” jelasNina.

Head  of  Zone  East  IndonesiaSampoernaSuburmengatakan,  sejak  terbentuk  pada 2008, kini  SRC telah  berkembang  sangat  pesat  di  34  provinsi  seluruh  Indonesia.  Toko  kelontong  anggota  SRC tersebar dari Sabang hingga Merauke, dan dari barat hingga ke ujung timur.

“Papua memiliki potensi besar untuk berperan strategis dalam perekonomian nasional. Dalam rangka mendukung  pemerintah  untuk  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  di  Papua,  dibutuhkan  kolaborasi antar pihak. Oleh karena itu, kami ingin turut ambil peranan dalam pengembangan pelaku UMKM disini, khususnya toko kelontong,”ungkap Subur.

Subur  melanjutkan, SRC  telah  memiliki  ekosistem  yang  kuat  dalam  pengembangan  UMKM.  Melalui kegiatan  ini,  SRC  secara  resmi  memperkenalkan  dukungan  digitalisasi  untuk  UMKM  di  tanah  Papua melalui  aplikasi  AYO  SRC. “Saat  ini  terdapat  400  toko  kelontong  di  Papua  yang  tergabung  dalam jaringan  SRC,  sebagian  besar  berlokasi  di  Jayapura  dan  Sorong.  Diharapkan,  bersama  SRC,  toko kelontong  tradisional  mampu  beradaptasi  dengan  perubahan  zaman,  khususnya  di  era  transformasi digital,” pungkasnya.[]sp