Minyak Nabati dan Margarin Indonesia Kembali Berdaya Saing di Pasar Madagaskar

Jakarta, 4 Juni 2022, pelakubisnis.com – Pemerintah Madagaskar memutuskan untuk tidak mengenakan Bea Masuk Tindakan  Pengamanan  (BMTP), atau safeguard measure, terhadap  impor  produk  minyak  nabati dan margarin (edible vegetable oil sand margarines), termasuk dari Indonesia. Keputusan tersebut tertuang  dalam  notifikasi  Pemerintah  Madagaskar  kepada Organisasi  Perdagangan  Dunia(WTO) pada 17  Desember  2021.Menteri  PerdaganganRIMuhammad  Lutfi mengapresiasi  keputusan Pemerintah Madagaskar tersebut dan menilainya sebagai keputusan yang sangat tepat.

“Keputusan  tidak  dikenakannya  BMTP terhadap  minyak  nabati  dan  margarin  dapat  mengangkat daya   saing   produk   minyak   nabati   dan   margarin   Indonesia   di   Madagaskar. Keputusandari Pemerintah  Madagaskar  merefleksikan  bahwa jika  BMTP diberlakukan  terhadap produk  minyak nabati    dan    margarin, akan    mempersulit    ketersediaan    produk-produk    tersebut    di    pasar Madagaskar,”kata Mendag Lutfi.

Pemerintah  Madagaskarmenginisiasi  penyelidikan  tindakan  pengamanan  produk  minyak  nabati dan  margarin pada  14  Agustus  2019.  Produk  dalam  penyelidikan tersebut terdiri atas  kode  HS15079000, 15071010,15089000,15091010,15099000,15100000,15111011,15111091, 15119000,15121110,15121900,    15122110,    15122900, 15141100,15141110,15141900, 15149110, 15149900, 15171000, 15179010, 15179090, dan 15180000.

Mendag Lutfi menambahkan,Indonesia merupakan salah satu eksportir utama produk-produk ini ke Madagaskar. Produk minyak nabati dan margarin asal Indonesia pun menjadi preferensi utama penduduk  Madagaskar. “Akses  terhadap  produk  minyak  nabati  dan  margarin  yang  berkualitas merupakan  faktor  esensial  yang  mengindikasikan  bahwa  penduduk  Madagaskar  memerlukan dukungan ketersediaan produk-produk tersebut di pasar Madagaskar,”kata Mendag Lutfi.

Menurut   Plt.   Direktur   Jenderal   Perdagangan   Luar   Negeri Kementerian   Perdagangan Veri AnggrionoSutiarto,  tidak  dikenakannya  BMTP  untuk  suatu  produk  akan  menjadikan  produk tersebut  memiliki  daya  saing  yang kuat  di  negara  tujuan  ekspor.“Seyogianya  Indonesia  dapat memanfaatkan   momen   ini   karena   produk   Indonesia   punya   daya   saingyang   kuat   di   pasar Madagaskar,”kata Veri.

Berdasarkan  data  Badan  Pusat  Statistik, total  perdagangan Indonesia  dan  Madagaskar meningkatdalam  beberapa  tahun  terakhir.  Pada  2021,  total  perdagangan  kedua  negara  naik  menjadi  USD 100,68 jutadari USD 72,10 juta pada 2020. Perdagangan bilateral kedua negara saatini juga terusmeningkat. Pada  periode  Januari–Maret  2022perdagangankedua  negaramencapai  USD  67,48 jutadibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 yang sebesar USD 21,31 juta.

Direktur Pengamanan PerdaganganKemendag Natan Kambuno mengungkapkan, lolosnya produk minyak nabati dan margarin dari pengenaan BMTP oleh Pemerintah Madagaskar merupakan hasil sinergi yang positif antarpemangku kepentingan.

“Kolaborasi  Kemendag  dengan  kementerian/lembaga,  asosiasi,  pelaku  usaha,  dan  pemangku kepentingan menjadi  faktor  kunci  keberhasilan  Indonesia  menggagalkan  rencana  pengenaan BMTP  minyak  nabati  dan  margarin. Indonesia  berhasil  meyakinkan  Pemerintah  Madagaskar bahwa   penyelidikan safeguardsyang   telah   dilakukan   tidak   sesuai   dengan   GATT   1994   dan ketentuan WTO lainnya, dalam hal ini khususnya Agreement on Safeguards (AoS),”terang Natan.[]sp/foto ilustrasi: indocropcircles.wordpress.com