Pertemuan Bilateral Indonesia-Bangladesh, Tegaskan Komitmen Penyelesaian IB-PTA

Jakarta,  19  Juli  2022, pelakubisnis.com –Menteri  Perdagangan  Indonesia  Zulkifli  Hasan  melakukan  pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Kalam Abdul Momen di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada 18/7. Pertemuan ini kedua Menteri menegaskan komitmennya   dalam   penyelesaian   perundingan   persetujuan   dagang   preferensial   Indonesia-Bangladesh (Indonesia-Bangladesh preferential trade agreement/IB-PTA).

“Saya  memastikan  komitmen  Indonesia  untuk  menyelesaikan  perundingan  IB-PTA  yang  telah diamanatkan oleh   pemimpin   kedua   negara.   Harus   dipastikan   agar   IB-PTA   berimbang   dan menguntungkan  kedua  pihak.  Saya  berharap  kedua  pihak  dapat  melanjutkan  kembali  proses perundingan  sehingga  pemangku  kepentingan  dapat  segera  menerima  manfaat  IB-PTA,”ungkap Zulkifli Hasan.

Zulkifli  Hasan  menambahkan,  pihaknya  telah  menerima  undangan  untuk  melakukan kunjungan ke Bangladesh. Kunjungan tersebut untuk memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. 

“Indonesia dan Bangladesh merupakan mitra strategis dalam berbagai forum kerja sama ekonomi dan  perdagangan.  Diharapkan  kunjungan  dimaksud  dapat  meningkatkan  hubungan  yang  selama ini  telah  terjalin  erat  dan  meningkatkan  hubungan  dagang  kedua  negara,”ujar  Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan  menyambut baik peningkatan signifikan perdagangan bilateral sebesar 72,1  persen  pada  2021  baik  dari  segi  ekspor  maupun  impor.  Bangladesh  juga  menawarkan  kerja sama perdagangan di bidang farmasi dan teknologi informasi.

Pada   2021,   Bangladesh   merupakan   negara tujuan   ekspor   ke-15   bagi   Indonesia.   Sementara Indonesia  menempati  urutan  ke-62  bagi  Bangladesh  sebagai  negara  asal  impor.  Pada  2021,  total perdagangan kedua negara mencapai USD 3 miliar dengan nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 2,9 miliar sementara impor Indonesia dari Bangladesh tercatat sebesar USD 0,1 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD 2,8 miliar terhadap Bangladesh.

Ekspor utama Indonesia ke Bangladesh di antaranya minyak kelapa sawit, batu bara, semen, bubur kayu kimia, serta benang kapas. Sedangkan impor Indonesia dari Bangladesh di antaranya benang dari serat jute, kaus singlet, setelan untuk wanita dan anak perempuan, setelan untuk wanita dan anak laki-laki, serta kantong dan karung.

Zulkifli  Hasan  menyampaikan  agar  para  pelaku  usaha  Bangladesh  turut berpartisipasi pada  pameran dagang internasional terbesar di Indonesia ‘Trade Expo Indonesia’ ke-37 yang akan digelar secara hibrida pada 19—23 Oktober 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Sedangkan TEI yang digelar secara daring akan berlangsung lebih lama, yaitu pada 19 Oktober—19 Desember 2022. “Kami berharap partipasi para pelaku usaha Bangladesh pada TEI 2022 akan semakin mendorong perdagangan kedua negara,”pungkas Mendag Zulkifli Hasan. []sp