Indonesia dan Chile Tandatangani Persetujuan Perdagangan Jasa

Jakarta,  21  November  2022, pelakubisnis.com   –Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan  dan  Wakil  Menteri  Hubungan Ekonomi  Internasional  Chile  José  Miguel  Ahumada  menandatangani  Protokol  Perdagangan  Jasa  ke dalam Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Indonesia dan Chile pada hari ini,  Senin  (21/11)  di  Kantor  Kementerian  Perdagangan,  Jakarta.  Penandatanganan  Protokol  tersebut menandai  tercapainya  kesepakatan  kerja  sama  perdagangan  jasa  dalam  kerangka  Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Protokol ini merupakan instrumen hukum bagi  Persetujuan  Perdagangan  Jasa  dalam  persetujuan  IC-CEPA  yang  telah  diimplementasikan  sejak 2019.

Turut  mendampingi  Mendag  Zulkifli  Hasan  dalam  prosesi  penandatanganan  yakni  Direktur  Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono dan Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi.

“Dengan ditandatanganinya Protokol tersebut, diharapkan penyedia jasa dari Indonesia akan dapat memanfaatkan  peluang  pasar  dan  meningkatkan  ekspor  jasa  ke  pasar  Chile  pada  sektor-sektor  yang telah  dikomitmenkan.  Dalam  Persetujuan  ini,  Chile  dan  Indonesia  membuka  peluang  yang  cukup  luas bagi  sektor  jasa  arsitektur,  jasa  teknik  (engineering),  jasa  telekomunikasi,  jasa  distribusi,  dan  jasa pariwisata,” terang  Zulkifli Hasan.

Ditegaskannya,  Indonesia  optimis  bahwa  Persetujuan  Perdagangan  Jasa  IC-CEPA  akan  meningkatkan kepercayaan  antara  kedua  negara  untuk  berdagang  lebih  banyak  lagi,  terutama  bagi  pelaku  usaha Indonesia akan semakin antusias untuk memanfaatkan potensi perdagangan jasa dengan Chile.

Persetujuan Perdagangan Jasa IC-CEPA berhasil disepakati setelah sempat tertunda karena peningkatan kasus pandemi Covid-19 di kedua negara. Selanjutnya, Indonesia dan Chile akan segera memulai proses ratifikasi hingga implementasi sesuai prosedur domestik masing-masing.

“Persetujuan ini diharapkan dapat mendorong sinergi dalam perluasan akses pasar serta memperkuat pemulihan  ekonomi  pascapandemi  Covid-19  bagi  Indonesia  dan  Chile. IC-CEPA  merupakan  perjanjian dagang  bilateral  pertama  yang  dimiliki  Indonesia  dengan  negara  Amerika  Latin.  Kerja  sama  kedua negara harus terus dipererat dan dipertahankan,”pungkas  Zulkifli Hasan.

Sementara  Wamen  Ahumada  menyampaikan,  melalui  perundingan  ini  hubungan  perdagangan  dan perekonomian kedua  negara  memasuki  tahap  kematangan  dan  prioritas  baru.  Kedua  negara  dapat  melipatgandakan sinergi  saling menguntungkan  dalam  mengembangkan  dan  meningkatkan  peluang usaha.

“Melalui Protokol ini, kedua negara dapat memanfaatkan secara penuh melalui  platform ekspor  dan impor untuk arus jasa di kawasan. Indonesia akan mendapat keuntungan adanya peluang perdagangan baru. Di sisi lain, Chile akan mendapat keuntungan dari Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara,”imbuhWamen Ahumada.

Persetujuan  IC-CEPA  merupakan  persetujuan  dagang  bilateral  yang  bersifat  bertahap (incremental).Persetujuan ini diawali dengan persetujuan di sektor perdagangan barang yang ditandatangani pada 14 Desember  2017  dan  diimplementasikan  pada  10  Agustus  2019.  Sebelumnya,  kedua  negara  telah menyelesaikan  proses  perundingan  perdagangan  jasa  melalui  empatputaran  perundingan  dan  dalam kurun waktu satu tahun, sesuai dengan target penyelesaiannya.

 Berdasarkan  data  yang  diolah  oleh  Kemendag,  tren  perdagangan  Indonesia  dengan  Chile  sejak implementasi IC-CEPA terus menunjukkan peningkatan. Ekspor barang dari Indonesia ke Chile tumbuh 43 persen selama periode 2019 hingga 2021. Utilisasi IC-CEPA bahkan naik hingga 10 kali lipat pada 2021 dibandingkan dengan 2019. Dengan ditandatanganinya Protokol Perubahan Persetujuan ini, nilai ekspor Indonesia ke Chile berpotensi terus tumbuh, terutama dari sisi ekspor sektor jasa. Sebelumnya, ekspor jasa Indonesia ke Chile pada 2015–2019 mengalami pertumbuhan sebesar 28,67 persen.[]sp