Indonesia Terima Estafet Keketuaan ASEAN 2023

Phnom   Penh, 11 November 2022, pelakubisnis.com – Indonesia   genjot   perkembangan   ekonomi   digital   dan berkelanjutan di Kawasan ASEAN pada Keketuaan tahun 2023. Hal ini ditegaskan pada Pertemuan Pilar Ekonomi ASEAN diawali dengan the 21stASEAN Economic Community (AEC) Councildi Phnom Penh, Kamboja pada 10/11.

Pertemuan membahas  Capaian  Prioritas  Ekonomi  2022  di  masa  Keketuaan  Kamboja.  Capaian  ini dilaporkan  kepada  Para  Kepala  Negara/Pemerintahan  ASEAN  pada  Pertemuan  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN  pada 11/11.

Pada  kesempatan  ini,  Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian Airlangga Hartarto,  didampingi Direktur Jenderal     Perundingan     Perdagangan     Internasional     Djatmiko     Bris     Witjaksono, menyampaikan persiapan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023.

“ASEAN merupakan episentrum dari pertumbuhan ekonomi dan tahun 2023 adalah tahun yang sangat critical untuk ASEAN dalam memperkuat peran ASEAN secara regional dan global. Beberapa inisiatif  penting  akan  dilakukan  terkait  food  security,  energy  security,  konektivitas,  dan  integrasi pasar  di  ASEAN.  Saat  ini  kami  juga  sudah  menetapkan  berbagai  target  prioritas  di  pilar  ekonomi untuk mendorong stabilitas ekonomi di kawasan,”tegas Airlangga.

Para  Menteri  Ekonomi  ASEAN  melanjutkan  Pertemuan  dengan  Menteri  Ekonomi  Australia  dan Selandia Baru pada Pertemuan Khusus ASEAN Economic Ministers-Closer Economic Relations (AEM-CER). Pada Pertemuan ini, disepakati penyelesaian substansial perundingan Upgrading Persetujuan ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Area(AANZFTA).

“Persetujuan AANZFTA adalah Persetujuan FTA ASEAN pertama yang bersifat single-undertaking dan  sangat  maju  serta  outward-looking.  Penyelesaian  perundingan  Upgrading  AANZFTA  akan menjadikan Persetujuan AANZFTA semakin tangguh, responsif terhadap tantangan ekonomi dunia, trade  fasilitatif  dan  mendukung  upaya  pemulihan  ekonomi  regional  pasca pandemi  Covid-19, khususnya bagi para pelaku UMKM di kawasan,”tegas Djatmiko.

Selain itu, juga dilakukan Pertemuan the 2ndASEAN Economic Ministers–United Kingdom (AEM-UK) yang  mengesahkan  the  ASEAN-UK  Work  Plan  to  implement  the  ASEAN-UK  Joint  Ministerial Declaration  on  Future  Economic  Cooperation.  Rencana  kerja  inisebagai  tindak  lanjut  the  Joint Ministerial Declaration yang telah disahkan pada tahun lalu.

“Work  Plan  tersebut  menunjukkan  keinginan  ASEAN  dan  Inggris  untuk  secara  bersama-sama memperkuat  kerja  sama  yang  berkontribusi  langsung  pada  upaya  pemulihan  ekonomi  pasca pandemi,”pungkas Djatmiko.

Rangkaian  Pertemuan  di  atas  merupakan bagian dari  rangkaian  KTT  ASEAN  ke-40  dan  ke-41  yang dihadiri langsung oleh Presiden Indonesia pada 10—13 November di Phnom Penh, Kamboja. Pada KTT  ASEAN  tersebut,  Kamboja  akan  menyerahkan  estafet Keketuaan  ASEAN  ke  Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun 2023.[]sp