IIETE 2023 Bersinergi Dengan Kampus Merdeka, Hadirkan 80 Perguruan Tinggi Terkemuka

Jakarta, 16 Februari 2023, pelakubisnis.com – Berbagai tantangan  dihadapi perguruan tinggi di masa depan, terlebih pasca pandemi Covid-19. Sebab, perubahan tak dapat dihindari, ditambah lagi, Indonesia akan meghadapi bonus demografi pada 2045, sehingga  permasalahan pun akan semakin kompleks.

Demikian disampaikan Yayat Hendrayana, Koordinator Umum, Kerja Sama, dan Humas Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, (Kemendikbudristek), usai membuka Indonesia International  Education Training Expo  & Conference (IIETE) hari ini (16/2).

Menurut Yayat, salah satu masalah mendasar yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah belum mampu melahirkan entrepreneur dengan orientasi job creating dan kemandirian. Berdasarkan data yang dirilis Kemendikbudristek, di Indonesia saat ini terdapat kurang lebih 4.670 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 8 juta. Meskipun begitu, pada Februari 2022 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa angka pengangguran dari jenjang sarjana masih menyentuh hampir 900 ribu orang.

Ada beberapa penyebab angka pengangguran sarjana masih tinggi. Pertama, adalah vertical miss match, yaitu kondisi di mana tingkat pendidikan tidak sesuai dengan tingkat pekerjaan. Kedua adalah horizontal miss match, yaitu latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan fungsi pekerjaan.

Yayat Hendrayana menegaskan, diperlukan link and match untuk mensinergikan peran perguruan tinggi dengan industri sebagai penyedia pekerjaan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Diinisiasikan pada awal 2020 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, MBKM ini memiliki sasaran utama meningkatkan kompetensi dan kualitas mahasiswa serta meningkatkan relevansi lulusan sarjana agar dapat menjadi tenaga kerja andal dan memiliki kemampuan dalam pemecahan masalah.

IIETE 2023 ini diikuti 80 perguruan tinggi, lembaga pelatihan, digital training, kursus, dan lembaga pendidikan tinggi manca negara hadir dalam pameran pendidikan bertajuk yang berlangsung 16 -19 Februari) di hall Jakarta Convention Centre.

IIETE 2023 mengusung tema “Never Stop Learning”, pameran pendidikan terlama di Indonesia yang tahun ini ke-31 kalinya digelar oleh Wahyu Promo Citra dan didukung penuh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini menjadi flagship sejumlah kampus kenamaan dan favorit. Sebut saja diantaranya, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Surabaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Bina Nusantara, Universitas Kristen Krida Wacana, Universitas Terbuka, dan banyak lagi.

Tidak hanya itu, ada peserta dari kampus luar negeri, seperti  Malaysia (Kuala Lumpur International Education Consortium (KLIEC), Austria (University of Applied Sciences Upper Austria), Australia (Alliance College, Milcom Institute, Crown Institute of Higher Education/ Crown Institute of Business & Technology), Rusia(Kazan Federal University), dan Turki (Studyfans Turkey)

Presiden Direktur Wahyu Promo Citra (WPC), Sukur Saka mengatakan, selama pameran IIETE berlangsung, setiap kampus menampilkan program unggulannya masing-masing yang selaras dengan program Kampus Merdeka, seperti magang dan studi independen, kampus mengajar, pertukaran mahasiswa merdeka, wirausaha merdeka dan Indonesian International Student Mobility Awards.

“Dengan adanya kolaborasi antara IIETE bersama Kampus Merdeka diharapkan bisa memberikan pandangan baru bagi para calon mahasiswa yang ingin mendaftar di PTN maupun PTS. Mereka dapat mengetahui out put dari program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka sebagai bekal setelah lulus kuliah,” ujar Sukur Saka.

Ketua Kantor Komunikasi Publik, Universitas Padjajaran Dandi Supriadi, mengatakan, implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mendapat respon positif dari mahasiswa. “Mereka  bersemangat mempelajari hal-hal baru di luar prodi dan semakin kreatif. Kami terus memberikan sosialisasi kepada mahasiswa agar bisa memanfaatkan optimal progam tersebut dengan salah satunya meningkatkan kualitas kurikulum dan membangun sinergi dengan pihak terkait,” kata Dandi Supriadi.

Hal senada juga diungkap oleh Rizki Briandana, Vice Rector Non Academic Universitas Mercubuana. “Ribuan mahasiswa yang berminat  mendaftar program MBKM, sekitar 200 mahasiswa yang lolos seleksi. Sebagian dari  mereka  dari jurusan sosial. Namun untuk mengatasi keterbatasan kuota, kampus juga menyelenggarakan program Merdeka Belajar Mandiri yang disubsidi dari kampus,”

Dalam kesempatan IIETE, pengunjung bisa mengikuti sharing session, workshop, kompetisi bahasa (Inggris, Mandarin) dan kompetisi Tari Saman. Tak kalah menarik, calon mahasiswa bisa mendapatkan  formulir  gratis dan diskon masuk universitas, tempat kursus bahasa asing dan lembaga pelatihan yang diminati. Bahkan mencoba try out SNBT yang digelar Nurul Fikri setiap harinya selama pameran berlangsung. Yang menariknya lagi, score Try Out bisa ketahui langsung hari itu juga, sehingga dapat menjadi panduan siswa dalam memilih PTN sesuai dengan kemampuan diri.

Selain itu, bagi pelajar yang ingin mengasah potensinya, dapat mengikuti kompetisi antarsiswa SMA yang dipertandingkan selama pameran, antara lain kompetisi pidato bahasa Inggris, kompetisi story telling bahasa Mandarin. Sementara bagi guru dan kepala sekolah yang ingin meningkatkan kapasitasnya sebagai pelaku di dunia pendidikan, dapat mengikuti talkshow “Digitalisasi Sekolah Bersama Komunitas Guru TIK” yang diikuti oleh  Guru-guru TIK SMA dan SMK di Jakarta.

Tak kalah menarik, dalam event ini  tawaran beasiswa ke luar negeri untuk program S1,S2 bahkan hingga S3, salah satunya dari Kazan Federal University, Rusia. Seperti diketahui, setiap tahunnya pemerintah Rusia mengalokasikan 18.000 beasiswa untuk warga negara asing.[] sr