Mendag : Kemendag Take Down 6.678 Link Merchant dan Social Commerce

Jakarta, 9 Februari 2023, pelakubisnis.com  – Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan  menegaskan  peredaran  dan  penjualan minyak  goreng  rakyat, baik  curah  maupun  kemasan  MINYAKITA  akan  mendapat  perhatian  ekstra. Direktorat   Jenderal   Perlindungan   Konsumen   dan   Tertib   Niaga   (PKTN)   Kementerian Perdagangan melakukan  pengawasan intensif terhadap produksi  dan  penjualan  minyak  goreng  rakyat MINYAKITA di  pasar daring.

Pengawasan penjualan melalui niaga  elektronik  (e-commerce) maupun platform media sosial. Sebanyak6.678 tautan berisi konten penjualan MINYAKITA sudah diturunkan (take down) akibat melanggar aturan.

“Berdasarkan  pengawasan,  PKTN  Kemendag  telah  menurutkan  sebanyak 6.678  tautan dari  beberapa lokapasar (marketplace) serta  melakukan  pengamanan  sebanyak  937  karton  atau  11.246  liter  dari beberapa   pelaku   usaha   yang   menjual   melalui   media   sosial seperti Facebook   dan   Instagram. Pengawasan ini dilakukan karena semakin  banyaknya  pelaku  usaha  yang  tidak  menaati  aturan  yang ditetapkan  sehingga  menyebabkan  ketersediaan  minyak  goreng  rakyat  MINYAKITA    berkurang  dan harga melebihi batas HET Rp14.000/liter,” kata  Zulkifli Hasan dalam rilis yang disampaikan pada 9/2.

Pengawasan  dilakukan  berdasarkan  Undang-Undang  Nomor  8  Tahun  1999  tentang  Perlindungan Konsumen  dan  Undang-Undang  Nomor  7  Tahun  2014  tentang  Perdagangan  sebagaimana  diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Bab III Paragraf 8 di Sektor Perdagangan.

“Para   pelaku   usaha yang   memproduksi   dan memperdagangkan  minyak  goreng  rakyat  merek  MINYAKITA harus menaati  peraturan  perundang-undangan  terkait  tata  kelola  program  minyak  goreng  rakyat  sebagaimana  diatur  dalam  Peraturan Menteri  Perdagangan  Nomor  49  Tahun  2022. Minyak  goreng  rakyat  dalam  bentuk  kemasan  dengan merek MINYAKITA tidak boleh dijual melebihi  Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000/liter serta tanpa ada pembatasan penjualan,”tegasnya.

Direktur  Jenderal  PKTN  Veri  Anggrijono menambahkan,  bagi  pelaku  usaha  yang  memperdagangkan minyak  goreng  kemasan  merek  MINYAKITA  melalui  media  sosial  dengan  harga  melebihi HET  dapat dikenakan   sanksi   administratif   berupa   peringatan   tertulis   sampai   dengan   pencabutan   perizinan berusaha  di  bidang  perdagangan  sesuai  dengan  ketentuan  Pasal  80  Peraturan  Pemerintah  Nomor  80 Tahun 2019 dan Pasal 23 Permendag Nomor 49 Tahun 2022.

“Kementerian  Perdagangan  akan  melakukan  koordinasi  dengan  pemerintah  daerah  setempat  agar dapat  dilakukan  penjualan  sesuai  dengan  HET.  Sedangkan  terhadap  pelaku  usaha  yang  melakukan penjualan  melalui  media  sosial  akan  dilakukan  pemblokiran  akundengan berkoordinasi bersamaKementerian Komunikasi dan Informatika,” pungkas Veri[]sp