Pasokan MINYAKITA di Jawa Tengah Aman dan Tercukupi

Semarang,  18 Februari  2023, pelakubisnis.com – Kementerian  Perdagangan  bersama  Satgas  Pangan  Polda  Jawa Tengah,   Dinas   Perindustrian   dan   Perdagangan   (Disperindag)   Jateng,   serta   Disperindag   Kota Semarang  melakukan  pemantauan  pendistribusian  produk  minyak  goreng  merek  MINYAKITA di  Pasar  Gayamsari,  Semarang,  Jateng  pada   17/2.  Hasil  pantauan  menunjukkan, pasokan MINYAKITA di Semarang aman dan tercukupi.

“Hari  ini,  Kemendag  bersama  Satgas Pangan  Daerah  dan  Disperindag  setempat  melakukan pemantauan pendistribusian MINYAKITA di Jawa Tengah, khususnya kota Semarang. Berdasarkan pantauan,  diketahui  pasokan  MINYAKITA  di  Pasar Gayamsariaman  dan  tercukupi. Kegiatan  ini merupakan  bagian  dari  rangkaian  kegiatan  yang  juga  dilakukan  di  berbagai  daerah, seperti kemarin  telah  dilaksanakan  di  Yogyakarta. Masyarakat  tidak  perlu  khawatir,  apalagi  sampai melakukan panic  buying,”tegas Direktur  Jenderal  Perlindungan  Konsumen  dan  Tertib  Niaga Veri Anggrijono.

Pendistribusian  ini  merupakan  komitmen  pelaku  usaha  untuk  menambah  pasokan  MINYAKITA di  Jateng.  Hal  ini baik  dari  penyaluran  stok  yang  ditemukan  di  gudang  Marunda,  Jakarta  Utara, beberapa   waktu   lalu,   maupun   tambahan dari   beberapa   produsen   lainyang   merealisasikan komitmen penambahan pasokan Domestic Market Obligation (DMO) miliknya. Pendistribusian ini juga  diharapkan  dapat  memenuhi  ketersediaan  MINYAKITA  di  tengah  masyarakat  sesuai  harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data  dan  pantauan tersebut, total pasokan  DMO  minyak  goreng, baik  dalam  bentuk curah  maupun  kemasan  yang  telah  direalisasikan per  17  Februari  2023 untuk  wilayah Jateng sudah   mencapai   24.069 ton.   Pasokan   tersebut lebih   dari   100 persen dibandingkan kebutuhan harian (17 hari) untuk Jateng sebesar 20.179 ton. 

Dari jumlah  pasokan  tersebut,  proporsi  minyak  goreng  curah  sebesar  16.927 ton  (70,32 persen) dan minyak  goreng  kemasan MINYAKITA7.142 ton  (29,67 persen). Pasokan  ini  akan  terus dilakukan secara berkesinambungan, terutama dalam menjaga ketersediaan untuk mengantisipasi kebutuhan menghadapi Ramadan dan Idulfitritahun ini.

“Para pelaku usaha harus menaati peraturan perundang-undangan  terkait  tata  kelola program  minyak  goreng rakyat yang diatur  dalam  Peraturan  Menteri Perdagangan  Nomor  49 Tahun 2022. Minyak goreng rakyat dalam bentuk kemasan dengan merek MINYAKITA tidak boleh dijual melebihi  HET Rp14.000/liter,”ujar Veri.

Menurut Veri,  saat  ini  pemerintah mengutamakan  penjualan  MINYAKITA  melalui  pasar rakyat.  Hal ini  bertujuan  agar  masyarakat yang  membutuhkan  dapat  memperoleh MINYAKITA dengan harga terjangkau sehingga pasokan MINYAKITA benar-benar tepat sasaran.

“MINYAKITA  akan  terus  diproduksi.  Pemerintah   telah  menambah  pasokan  DMO  untuk memastikan  pasokan  MINYAKITA  kembali  normal  dan  sesuai  HET,  serta  semakin  terjangkau  oleh masyarakat,”imbuhnya.

Veri  memaparkan hasil temuan pengawasan terhadap  produk minyak  goreng di Jawa  Tengah.  Ditemukan  minyak  goreng  curah  yang dikemas  ulang  secara  ilegal  dengan memalsukan merek “MINYAKITA”menjadi “MINYAK  KITA”. Pemalsu mencantumkan HET yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Veri  meminta  pelaku  usaha   menjalankan  kegiatan  perdagangan  minyak  goreng  rakyat,baik curah  maupun  kemasan  (MINYAKITA), harus mematuhi  peraturan  perundang-undangan  yang berlaku serta berkomitmen dan memastikan seluruh kewajibannya telah dipenuhi.

“Penegakan  hukum  berdasarkan  ketentuan  yang  berlaku  terhadap  segala  bentuk  pelanggaran dalam   pelaksanaan   Program   Minyak   Goreng   Rakyat,   baik   curah   maupun   kemasan   merek MINYAKITA  yang  diperdagangkan,  baik secara  langsung  maupun  melalui  sistem  elektronik, akan dilanjutkan sebagai upaya terakhir (ultimum remedium),”pungkas Veri.[]sp/foto: ist