SRG Berdayakan Petani Sumatra Barat,Tingkatkan Produktivitas

Padang, 26 Februari 2023, pelakubisnis.com – Wakil Menteri  Perdagangan  Jerry  Sambuaga  meyakini,  Sistem  Resi Gudang  (SRG)  dapat  memberdayakan  petani  di  Padang,  Sumatra  Barat.  Komoditas  yang dihasilkan   memberikan   nilai   ekonomis   berentuk   nilai   penjaminan   yang   dapat digunakan  untuk  memperoleh  kredit  dari  bank  dan  lembaga  keuangan  non-bank  dengan  bunga rendah.

Demikian  disampaikan   WamendagJerry   Sambuaga   saat Rapat   Koordinasi   Peningkatan Kapasitas  Lembaga Sistem  Resi  Gudang  (SRG) dan  Pasar  Lelang  Komoditas  (PLK)  di  Kota  Padang, Sumatra  Barat,  pada 25/2. Rapat digelar  Badan  Pengawas  Perdagangan  Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan dan dihadiri Kepala Biro Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi,SRG,dan PLK Widiastuti.

 “Pemerintah mendorong petani, kelompok tani, koperasi, serta dunia usaha kecil dan menengah di Indonesia  pada  umumnya  dan  Sumatra  Barat  pada  khususnya  memanfaatkan  secara  maksimal SRG agar dapat meningkatkan produktivitasnya. Inilah yang akanmeningkatkan daya saing dalam perekonomian nasional,”ujar  Jerry.

Menurut  Jerry,  keberhasilan suatu  bangsa  dalam  membangun  sektor  komoditas, khususnya  pertanian  dan  perkebunan,  ditentukan  kemampuan  pemerintah  dalam  menyediakan akses pembiayaan  yang  efektif.  Selain  itu,  akses  yang  cepat bagi  pelaku  produksi  dan perdagangan komoditas tersebut.

Lebih lanjut ditambahkan, dengan  SRG, pemilik  barang  dapat  menggunakan  komoditasnya sebagai agunan untuk memperoleh pembiayaan tanpa perlu adanya agunan lain. Pembiayaan  yang  diberikan    dapat  membantu  likuiditas  pemilik  barang,  baik   memperoleh harga yang lebih baik ataupun meningkatkan skala usahanya.

Melalui Peraturan  Menteri  Keuangan  (PMK)  Nomor171  Tahun  2009 tentang  Skema  Subsidi  Resi Gudang(SSRG), pemerintah   telah menerbitkan  program SSRG untuk  membantu  petani mendapatkan  pembiayaan  berbunga  rendah  dengan  jaminan  resi  gudang. Saat  ini,  melalui PMK Nomor 187  Tahun  2021 tentang SSRG,  telah  ditingkatkan nilai  pembiayaan  yang  semula  per debitur hanya mendapatkan maksimal Rp75 juta menjadi Rp500 juta.

Melalui Peraturan   Menteri   Perdagangan   Nomor 53   Tahun   2022 tentang Pelaksanaan SSRG, penerima  program  SSRG menjadi lebih  luas  lagi.Tidak  hanya  terbatas  pada petani  dan  koperasi, tapi    nelayan,  petambak  garam,  pembudidaya  ikan,  pengolah  hasil hutan, sertausaha  kecil  dan  menengah  (UKM). Penguatan  SRG    dilakukan  pada  2023  melalui penambahan  komoditas  yang  dapat  diresigudangkan,  penambahan  plafon  pembiayaan  SSRG kepada bank penyalur, serta percepatan beroperasinya Lembaga Pelaksanaan Penjaminan SRG.

Menurut Jerry,  pemerintah  berupaya  agar  SRG  terus  berkembang  untuk  dapat dimanfaatkan  pelaku  usaha.  Berjalannya  implementasi  SRG  di  suatu  daerah  dapat  dilihat  dari adanya  beberapa  faktor. Diantaranya dukungan  pemerintah  pusat  dan  daerah serta  lembaga  SRG  yang  terlibat;  pengelola  gudang  yang  mandiri  dan  profesional;  infrastruktur pendukung; jaringan pemasaran; dan kelembagaan petani/nelayan/peternak di lokasi gudang SRG. Faktor-faktor   ini   akan   membentuk   ekosistem   yang   akan   menunjang   pelaksanaan   SRG   dan tentunya akan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.

“Pembentukan ekosistem perdagangan komoditas merupakan pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk  mendukung  pengembangan  ekonomi  yang  bermanfaat  bagi  masyarakat  luas  di  seluruh penjuru  negeri  ini.  Pemerintah melalui  Kementerian  Perdagangan  memberikan  dukungan  dengan mekanisme    SRG    dan    PLK    agar    sektor    hilir    perdagangan    semakin    berkembang    dan menguntungkan,” pungkas Jerry.

Dalam  rapat  koordinasi  tersebut,  Widiastuti  menyampaikan, di  Sumatra  Barat, terdapat enam gudang  SRG. Rinciannya,  satu gudang  di  Kabupaten  Pasaman  Barat,  Kabupaten  Solok,  Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Payakumbuh,dan duagudang di Kabupaten Lima Puluh Kota. Tigagudang SRG   (Kabupaten   Solok,   Kabupaten   Tanah   Datar,   dan   Kabupaten   Lima   Puluh   Kota)   telah menerbitkan  total delapanresi  gudang  dengan  nilai  resi  gudang  Rp231  juta  untuk  komoditas gabah, beras, gambir, dan jagung.

Widiastuti   berharap, pemerintah  daerah, baik  kabupaten  maupun  provinsi,dapat  bersinergi mengoptimalkan  pemanfaatan gudang  SRG yang  telah dibangun  dengan  membentuk  lembaga SRG, seperti pengelola gudang dan Lembaga Penilai Kesesuaian (uji mutu komoditas).

“Pemerintah daerah, baik  kabupaten  maupun  provinsi,  diharapkan  terus berkoordinasi  untuk mendorong  bank  daerah  Nagari Sumatra  Barat  untuk  menjadi  bank  penyalur  SSRG. Selain  itu, pemanfaatan  SRG tidak  terbatas  pada  gudang yang  telah  dibangun Kementerian Perdagangan.Perluasan  implementasi  SRG  juga  dapat  dilakukan  secara  masif  dengan  menggandeng  gudang swasta yang ada,” tandas Widiastuti.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perindustriandan Perdagangan Provinsi Sumatra  Barat  Asben  Hendri,  Bupati  Pasaman  Barat  Hamsuardi,  Sekretaris  Daerah  Kabupaten Solok Medison, dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan Zigo Rolanda.  Selanjutnya perwakilan  dari  Bank  Rakyat  Indonesia  (BRI),  perwakilan  dari  Bank  Nasional Indonesia (BNI), dan pengelola gudang SRG di Sumatra Barat.[]sp