Covid-19 Mereda, Arus Mudik Lebaran 2023 Melesat
Arus mudik lebaran tahun ini diperkirakan meningkat seiring dengan redanya Covid-19. Bila manajemen mudik tidak ditangani serius akan terjadi bottleneck di titik-titik arus mudik. Bagaimana manajemen arus udik tahun ini?
Hasil survei potensi pergerakan masyarakat selama masa Lebaran 2023 (Idul Fitri 1444 H) yang dilakukan Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT), diprediksi pergerakan masyarakat mencapai 123,8 juta orang. Padahal tahun sebelumnya hanya mencapai 85,5 juta jiwa.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, beberapa faktor yang menyebabkan tingginya potensi pergerakan masyarakat di masa mudik tahun ini diantaranya tidak adanya PPKM, memasuki masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi Covid-19, perekonomian semakin membaik, tidak ada pembatasan atau larangan perjalanan, dan persepsi positif dari masyarakat pada penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2022 lalu.
“Penanganan arus mudik dan balik pada Lebaran tahun ini sangat menantang. Kami telah menyiapkan langkah antisipasi sejak awal tahun. Selain itu, evaluasi dari penyelenggaraan mudik serta Natal dan tahun baru sebelumnya menjadi bekal penting sebagai pelajaran agar tahun ini bisa lebih baik lagi,” tutur Budi, pada minggu pertama Maret lalu.
Berdasarkan hasil survei, asal pergerakan masyarakat diprediksi didominasi dari Pulau Jawa, yaitu sebesar 62,5% atau 77,3 juta orang. Adapun lima daerah asal pemudik terbanyak yaitu, pertama Jawa Timur 17,1% (21, 2 juta orang). Kemudian, Jawa Tengah 15,1% (18, 7 juta orang), Jabodetabek 14,8% (18, 3 juta orang), Jawa Barat 12,1% (14, 9 juta orang), dan Sumatera Utara 3,6% (4, 4 juta orang).
Sementara, lima daerah tujuan perjalanan masyarakat tertinggi yaitu, pertama, Jawa Tengah 26,45% (32, 75 juta orang). Kemudian, Jawa Timur 19,87% (24, 6 juta orang), Jawa Barat 16,73% (20, 72 juta orang), Jabodetabek 6,52% (8, 07 juta orang), dan Yogyakarta 4,78% (5, 9 juta orang).
Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-1 (Jumat 21 April 2023), dimana diprediksi terjadi pergerakan sebesar 14,3% (17, 7 juta orang). Peningkatan perjalanan pada arus mudik diprediksi mulai meningkat sejak H-3 (Rabu 19 April 2023).
Puncak arus balik, diperkirakan terjadi pada H+2 (Selasa 25 April 2023) dan diprediksi pergerakan yang masih cukup tinggi hingga H+3 (Rabu 26 April 2023).
Selanjutnya, untuk pemilihan moda transportasi didominasi moda darat yaitu: mobil pribadi 22,07% (27, 32 juta orang), sepeda motor 20,3% (25, 13 juta orang), bus 18,39% (22, 77 juta orang), kereta api antarkota 11,69% (14, 47 juta orang), dan mobil sewa 7,7% (9, 53 juta orang).
Survei ini dilakukan secara daring (online), yang mulai dari perencanaan dan analisis hasil surveinya dilakukan bekerja sama dengan kalangan akademisi dan pakar transportasi.
Adapun pelaksanaan survei ini telah memperhatikan berbagai faktor antara lain: sosiologis, ekonomi, budaya, dan dinamika yang terjadi di masyarakat, serta perubahan kebijakan dan regulasi terkait dengan penanganan kondisi Covid-19 yang semakin membaik.
Hasil survei ini menjadi dasar dan masukan penyiapan rencana operasi (renops) penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2023 yang dilakukan Kemenhub, Kementrian/Lembaga, dan juga pihak terkait lainnya.
Sementara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten pada 11/4/. Presiden Jokowi ingin memastikan bahwa kesiapan dan desain besar perencanaan arus mudik pada tahun ini dapat berjalan dengan baik.
“Jadi mengacu kepada masalah yang terjadi pada arus mudik pada tahun yang lalu, utamanya di jalan tol dan juga di Pelabuhan Merak, saya hadir di sini untuk memastikan bahwa persiapan-persiapan, desain perencanaan itu betul-betul sudah pada posisi yang siap,” ujar Presiden dalam keterangannya selepas peninjauan.
Lebih lanjut, Presiden meminta seluruh jajarannya untuk menghitung secara detail perencanaan arus mudik tahun ini yang diperkirakan jumlah pemudiknya meningkat dari 86 juta ke 123 juta. Presiden berharap problem yang terjadi pada mudik tahun lalu seperti kemacetan di ruas Cikuasa Atas dan Cikuasa Bawah tidak terjadi lagi pada tahun ini.
“Saya ingatkan semuanya yang ingin mudik hati-hati, ada lompatan yang besar jumlah masyarakat yang mudik, dari 86 juta dari survei ini, ke 123 juta. Artinya ada kenaikan kurang lebih 45 persen. Ini yang semuanya harus dihitung, dikalkulasi, sehingga tadi saya menanyakan secara detail karena tidak ingin kejadian tahun yang lalu terjadi pada tahun ini,” jelasnya.
Presiden pun mengapresiasi sejumlah upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan di Pelabuhan Merak, antara lain dengan penambahan pelabuhan dermaga di Pelabuhan Bojonegara (PT BBJ) dan Pelabuhan Ciwandan. Dengan penambahan dua dermaga tersebut, kapasitas penumpang bertambah dari 34 ribu menjadi 49 ribu.
“Kemudian manajemen di lapangannya diatur, pelabuhan yang khusus untuk sepeda motor, pelabuhan yang khusus untuk mobil dan kendaraan kecil dan bus, pelabuhan yang khusus untuk kendaraan berat, sudah dipisah-pisah. Ini juga sangat bagus,” imbuhnya.
Di samping itu, Presiden Jokowi pun mengimbau seluruh pemudik yang ingin menyeberang lewat Pelabuhan Merak untuk memesan tiket terlebih dahulu melalui e-ticketing. Menurutnya, salah satu hal yang cukup mengganggu pada tahun lalu adalah penumpang tanpa tiket.“Tahun yang lalu ini sangat mengganggu yang tidak pegang tiket. Semuanya harus pegang tiket sebelum masuk ke Pelabuhan Merak,” tandasnya.
“Saya ingin memastikan bahwa semua nanti kita harapkan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat betul-betul terlayani dengan baik. Tidak ada yang merasa berlama-lama di jalan, berlama-lama di pelabuhan, ada kemacetan,”ujar Presiden.
Presiden mencatat, berdasarkan penyelenggaraan arus mudik pada tahun sebelumnya masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, salah satunya adalah pengelolaan penumpang di Pelabuhan Merak.
“Catatan besarnya itu ada di Pelabuhan Merak dan juga di jalan tol. Oleh sebab itu, secara detail yang bekerja di lapangan itu harus betul-betul melihat, sehingga perbaikan dari manajemen tahun yang lalu untuk arus mudiknya harus, harus lebih baik,” ujarnya di sela-sela Kunjungan Kerja (Kunker) di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, 11/4
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan infrastruktur untuk kelancaran arus mudik Lebaran tahun 2023. “Kalau mudik itu kan tiga hal yang biasanya, satu prasarananya, dua regulasinya, tiga perilakunya. Itu yang menentukan keberhasilan mudik maupun arus balik nanti. Saya dari prasarana,” ujar Basuki, dalam keterangan persnya, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 12/4.
Basuki mengatakan, pihaknya telah meningkatkan dan menambah sejumlah prasarana yang dapat membuat mudik menjadi lebih baik dibanding tahun sebelumnya, seperti pelebaran jalan, penambahan tempat istirahat atau rest area, hingga pengoperasian jalan tol fungsional.
“Pertama pelebaran jalur Jakarta-Cikampek di kilometer setelah turun elevated itu sudah 4-4 (jalur) semua. Jadi saya kira mudah-mudahan tidak menjadi bottleneck di situ,” kata Basuki.
Untuk menghindari penumpukan kendaraan, kata Basuki, pelebaran jalan menjadi tiga ruas juga dilakukan di setiap muka rest area di Tol Cipali. Selain itu, Kementerian PUPR juga menyiapkan rest area tambahan di kilometer 81a dan b.
“Totalnya nanti kalau sudah jadi itu sekitar 20 hektare tapi ini nanti untuk arus mudik dan balik kemungkinan mudah-mudahan sekitar 2 hektare bisa kita siapkan untuk sementara tapi juga sudah ada toilet dan juga mungkin mobile Pertamina dan prasarana lainnya. Itu ada sekitar 200 kendaraan kapasitasnya,” kata Basuki.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah tol fungsional, seperti di Japek Selatan II dari Sadang sampai ke Taman Mekar, ruas di Tol Solo-Yogyakarta, hingga Jalan Tol Indralaya-Prabumulih. Pengoperasian jalan tol fungsional ini diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik.
“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden, semua tol yang fungsional agar dimanfaatkan. Indralaya-Prabumulih 62 kilometer akan difungsionalkan untuk arus mudik ini, sedangkan yang lain-lainnya jalan nasional sudah kita siapkan mudah-mudahan sudah siap untuk arus mudik dan balik ini,” kata Menteri PUPR.
Tak hanya kesiapan prasarana, Menteri PUPR juga mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan diskon tarif tol pada dua hari sebelum dan dua hari setelah cuti bersama di beberapa ruas tol di Jawa dan Sumatera.
“Untuk tol yang di Jawa kemarin sudah diumumkan sudah disetujui 20 persen diskon untuk tanggal-tanggal yang kemarin, 2 hari sebelum libur, 2 hari setelah libur. Dari Bakauheni-Terbanggi Besar-Kayu Agung juga ada diskon 20 persen dari BUJT Hutama Karya. Selain itu yang dari Binjai-Medan juga diberi diskon,” tandasnya. [] Yuniman Taqwa/foto ilustrasi uatama; ist


