Gandeng ICC dan IPC, Tingkatkan Potensi Kelapa dan Lada Nasional

Jakarta,  13  April  2023, pelakubisnis.com  – Pemerintah  terus  memperkuat  kemitraan  dengan  organisasi  komoditas  lada  dan  kelapa internasional.  Hal  itu  diwujudkan  Kementerian  Perdagangan  dengan  cara  memperkuat kemitraan dengan   International   Coconut   Community   (ICC)   dan   International   Pepper Community   (IPC).   Upaya   memperkuat   kemitraan   dengan   organisasi   lada   dan   kelapa internasional    tersebut    bermanfaat     mempererat    koordinasi    sinergis antarpemangku kepentingan (stakeholder), baik di tingkal lokal maupun global.

Demikian disampaikan  Mendag  Zulkifli  Hasan  saat  kunjungan  kerja  ke  Sekretariat  ICC  dan  IPC hari  ini,  pada 12/4  di  Gedung  Bappebti,  Jakarta.  Mendag  didampingi  Sekretaris  Jenderal Kemendag  Suhanto,  Direktur  Jenderal  Perundingan  Perdagangan  Internasional  Kemendag Djatmiko  Bris  Witjaksono,  dan  Kepala  Badan  Pengawas  Perdagangan  Berjangka  Komoditi (Bappebti) Kemendag Didid Noordiatmoko.

“Keberadaan  kantor  Sekretariat  ICC  dan  IPC  di  Indonesia  memiliki  berbagai kelebihan. Terdapat  nilai  lebih  seperti  kemudahan  berkomunikasi  dengan  pemangku  kepentingan; akses informasi ke pasar global; jejaring antarpemangku kepentingan; program peningkatan kapasitas    untuk    usaha    mikro,    kecil,    dan    menengah    (UMKM);    serta    peningkat kesejahteraan   petani.   Penting   bagi   kita   untuk   melihat   peran   besar   Indonesia   dalam organisasi   internasional   kelapa   dan   lada   ini   sebagai   peluang   kerja   sama   yang   harus dimanfaatkan,”kata  Zulkifli Hasan.

Menurut  Zulkifli   Hasan,   bergabungnya   Indonesia   sebagai   anggota   organisasi komoditas  internasional  merupakan  salah  satu  strategi  kebijakan  perdagangan.  Ia  pun melihat,  langkah  ini  akan  mendukung  akses  pasar  yang  lebih  baik  dan  melindungi  ekspor komoditas pertanian Indonesia.

Dalam  kunjungannya ke  Sekretariat  ICC  dan  IPC,  Zulkifli  Hasan  berdialog  dengan Direktur  Eksekutif  ICC  Jelfina  C.  Alouw  dan  Direktur  Eksekutif  IPC  Firna  Azzura  Ekaputri. Kepada  ICC,  Mendag  meminta  untuk  terus  aktif  meningkatkan  potensi  produk kelapa nasional.  Sementara itu,  kepada  IPC,  Mendag  menyatakan  dukungan  dalam  memperluas keanggotaan,  khususnya  terhadap  Brasil  dan  Kamboja,  untuk  meningkatkan  posisi  tawar organisasi.

Selain kunjungan ke Sekretariat ICC dan IPC,  Zulkifli Hasan  beraudensi dengan perhimpunan  petani  kelapa  dan  petani  lada  yang  berasal  dari  Tanggamus  dan  Sukadana, Lampung  Timur.  Turut  bergabung  para  pelaku  usaha  dan  beragam  asosiasi  perusahaan pengolahan  kelapa  dan  lada  Indonesia.  Sebelumnya  pada  4  Agustus  2022,  Zulkifli Hasan   bertemu   dengan   Bupati   Gorontalo   untuk   menyelami   permasalahan   komoditas unggulan kelapa.

“Kita mendengar semua permasalahan dan keluhan dari pemangku kepentingan. Misalnya, upaya  meningkatkan  produktivitas  dan  memperbaiki  mutu  agar  lebih  diterima  di  pasar internasional. Hal ini penting untuk menemukan solusi terbaik dari setiap masalah, terutama untuk  mendorong  kolaborasi  antara  pemerintah,  pemangku  kepentingan,  dan  organisasi komoditas internasional di sektor kelapa dan lada,”ujar Zulkifli Hasan.

Zulkifli  Hasan  melanjutkan,  sebagai  produsen  kelapa  dan  lada  terbesar  kedua  di dunia  pada  2022,  Indonesia  mengekspor  kelapa  dan  produk  turunannya  senilai  USD  1,76 miliar  dengan  volume  sebesar  2,06  juta  ton.  Sementara  itu,  untuk  lada,  total  nilai  ekspor mencapai USD 148 juta dengan volume 29,6 juta kilogram.

“Harga remuneratif dan akses pasar menjadi prioritas yang akan terus kami perjuangkan dalam  perundingan  di  organisasi  komoditas  internasional  agar  pemangku  kepentingan, khususnya  petani,  dapat  meraup  keuntungan nyata dengan penghidupan yang lebih baik,”ujar Zulkifli Hasan.

Zulkifli  Hasan  juga  mengungkapkan,  hilirisasi  dan  inovasi  untuk  meningkatkan  nilai tambah juga harus menjadi fokus di Indonesia. “Secara khusus, perlu pengembangan produk yang  terintegrasi  dari  hulu  ke  hilir  dan  promosi  produk  berbasis  digital.  Tujuannya,  agar produk-produk  kelapa  dan  lada  Indonesia  semakin  dikenal  luas  dan  kompetitif.  Tentunya upaya tersebut dapat terwujud  bila seluruh pemangku  kepentingan terus bekerja sama dan bersinergi  untuk  mewujudkan  sektor  kelapa  dan  lada  yang  berkelanjutan  dan  berdaya saing,”pungkas Zulkfili Hasan.[]sp